
Pulang sekolahpun tiba. Para siswa dan siswi segera berbondong bondong keluar dari pekarangan sekolah dan pulang kerumah masing masing mungkin. Tak terkecuali si tiga bersaudara, siapa lagi kalau bukan Via, Cia dan Riri.
"Ayo ceppet kak pulang, si chimmy belum makan kak dari pagi... Kasian, Cia tadi lupa ngasih Chimmy makan."Ucap Cia tergesa gesa berjalan ke arah mobil.
"KAK VIA TUNGGU."Panggil Luna dari kejauhan sembari berlari menghampiri Via. Namun tiba-tiba dia tersandung batu lalu terjatuh dengan tidak estetiknya. Cia dan Riri yang melihat itu langsung tertawa keras, murid yang masih ada disekitar sekolah juga langsung tertawa.
"BUAHAHAHAHAHAHA...KASIAN BANGET NJIR... KALO KATA MAMA ITU NAMANYA TANGKAP IKAN BESAR." Tawa Cia dan Riri sembari berucap keras. Para murid yang mendengar perkataan mereka tambah dibuat ngakak sampai ada yang ngesot dilantai.
"Hiks hiks sakit... Jangan ketawain Luna hiks hiks..."Ucap Luna sembari memegang lututnya yang berdarah.
"Luna..."Panggil Via pada Luna sembari mengulurkan tangannya untuk membantu Luna.
"Kak Via hiks sakit kak..."Tangis Luna semakin menjadi sembari memeluk Via setelah berdiri.
"Lo gakpapa lun?"Tanya Cia ketika Via sampai dihadapannya dengan membantu Luna berjalan.
"Gakpapa hiks hiks..."Jawab Luna masih menangis sesegukan.
"Lo dijemput sopir kan?"Tanya Cia lagi kemudian diangguki Luna.
"Yaudah, kak ayo kita pulang, si Chimmy nungguin tuh dirumah belom dikasih makan..."Ajak Cia pada Via.
"Kak Via jangan tinggalin Luna hiks..."Cicit Luna sembari memeluk Via.
"Baiklah, aku akan menemanimu sampai jemputanmu datang..."Ucap Via agak melembutkan suaranya.
"Kak gak bisa gitu dong... Si Chimmy kasian belom makan dari pagi, dah jam 3 loh ini... Kalo Chimmy mati gimana?"Protes Cia sembari menatap Luna nyalang.
Tadi pagi Cia lupa memberi makan pada Chimmy kucing peliharaan Cia. Para pelayan juga tidak bisa memberinya makan dikarenakan Cia mengunci pintu kamarnya dan membawa kunci tersebut.
Tiba-tiba Aiden dkk datang dengan mengendarai motor sportnya dan berhenti disebelah Cia
"Naik..."Perintah Aiden setelah berada disamping Cia.
"Hah, ngapain? Lo nyuruh gue?"Ucap Cia sembari menatap sekeliling.
__ADS_1
"Iya.."Jawab Aiden.
"Lo ngapain nyuruh gue naik?Lo mau nyulik gue? Gue tau kalo gue cantik tapi gue gak tertarik buat diculik cogan medelan Lo. Gue maunya dilamar..."Ucap Cia tidak nyambung.
"Sumpah bukan kakak gue kok, dia dipungut dari kolong jembatan..."Ucap Riri merasa malu akan ucapan Cia.
"Gue anter pulang..."Ucap Aiden datar.
"Bilang dong dari tadi, yaudah ayok lah... *Lumayan dibonceng cogan...apalagi modelan kayak Aiden serasa kayak dunia ******* aja*" Ucap Cia dilanjutkan dalam hati lalu naik ke boncengan Aiden dengan semangat.
Setelah memastikan Cia duduk dengan tenang diboncengannya, Aiden langsung tancap gas keluar dari area sekolah disusul dengan yang lainnya.
"Kok gue ditinggal sih? Enak banget tuh anak dianter cogan..."Kesal Riri sembari memandangi kepergian Cia dan Aiden.
"Eh, Bunda, pulang bareng Ayah yuk... Boncengan Ayah kosong nih..."Saut Jayden yang memajukan motornya mendekati Riri. Sekarang tinggal mereka berempat. Via, Riri, Luna dan Jayden.
"Apasih, Ayah Bunda segala."Ucap Riri sewot memandang Jayden sinis.
"Mau gak nih... Kalo gak mau gue tinggal nih mau nyari Janda."Goda Jayden menatap Riri.
"Iya iya, gue pulang bareng Lo... Kak Via Riri duluan yah.. hati hati, kakak lagi bareng kunti Lo itu..."Ucap Riri setelah naik keboncengan Jayden.
Jayden dan Riri kemudian meninggalkan pekarangan sekolah menyisakan Via dan Luna disana.
"Sopirmu terlalu lama, biar ku antar ."Ucap Via.
Akhirnya Via mengantar Luna pulang menuju mansion Luna.
Disisi lain...
"JAYDEN ****** LO... KALO MAU MATI JAN NGAJAK GUE DONG..."Teriak Riri diboncengan Jayden. Karena Jayden mengendarai motor dengan kecepatan diatas rata rata.
"APA? BUNDA MAU APA? MAU BELI SATE? OKE KITA SINGGAH BELI SATE ..."Jawab Jayden tak nyambung.
"LO BUDEK APA GIMANA SIH... PELANIN MOTOR LO BANGSAT..."Teriak Riri frustasi dia menutup matanya sembari merapalkan segala macam doa agar tidak mati bersama Jayden.
__ADS_1
"APA? OH LO MAU BELI GORENGAN... OKE DIDEPAN ADA PENJUAL GORENGAN KITA BERENTI DISANA."Jawab Jayden lagi yang sama sekali tidak nyambung.
Akhirnya mereka berhenti tepat didepan penjual gorengan. Setelah berhenti Riri langsung menabok kepala Jayden dengan keras membuat Jayden menatap Riri memelas sembari mengerucutkan bibirnya.
"Kok dipukul sih? Kan sakit."Ucap Jayden menatap Riri berkaca kaca.
"Lo kalo bawa motor Jan kek tadi lagi .. kalo mau berpulang ke Rahmatullah gak gini caranya Jan ngajak gue... Gue belom nikah sama Jaemin."Omel Riri sembari memalingkan wajahnya. Takut dia kelepasan mencubit pipi Jayden Karna Jayden terlihat sangat imut saat ini.
"Iya Ayah janji gak bakalan kayak gitu lagi... Yaudah Ayah beliin gorengan dulu yah kan tadi katanya mau gorengan..."Belum sempat Riri mengucapkan sepatah kata, Jayden langsung pergi masuk kedalam warung gorengan.
2 menit kemudian...
"Bunda, ini gorengannya... Ayah beli semua jenisnya soalnya Ayah gak tau Bunda mau yang mana?"Ucap Jayden sembari menyerahkan gorengan kearah Riri.
"Tapi Jay gue gak mau gorengan..."Ucap Riri lalu terpotong oleh Jayden.
"Oh salah yah? Jadi kamu mau beli sate?oke kita ketoko sate."Ucap Jayden cepat.
"Kalian pasangan muda ya?"Tanya salah satu pembeli disana.
"Iya mas..."Jawab Jayden semangat.
"Owalah, semoga langgeng ya dek, semoga bayinya juga sehat dan lahir dengan selamat...kalo gitu saya permisi istri saya nungguin dirumah."Ucap pria paruh baya kemudian pergi darisana.
"Hah, maksudnya gimana?siapa yang lahiran..."Tanya Riri bingung dengan mulut menganga.
"Udah gak usah dipikirin, Bunda gak boleh stres nanti kandungan Bunda kenapa Napa..."Ucap Jayden bercanda lalu menaiki motornya melupakan masalah gorengan tadi.
"HEH LO PIKIR GUE LAGI HAMIL... Ngadi Ngadi Lo jadi manusia. Tuh juga tua bangka gak liat apa kita pake baju sekolah."Rengek Riri dengan wajah merah malu setelah menyadari maksud perkataan pria paruh baya tadi.
"Huss gak boleh gitu, gak baik. Biar gimanapun bapak tadi orang tua. Lagian bapaknya gak salah, lo pake Hoodie kebesaran gak bawa tas trus gue juga pake jaket jadi gak kayak anak sekolahan."Jelas Jayden.
"Iya sorry tapi gue gak terima yah dikira hamil... Pulang sekarang."Rengek Riri refleks memeluk Jayden dari belakang.
"Hahahaha, iya Bunda kita pulang...."Ucap Jayden kemudian langsung mengantar Riri pulang takut Riri mengamuk dan memukulinya lagi. Jayden akui walaupun tubuh Riri kecil tapi tenaganya luar biasa.
__ADS_1
Bersambung.