Three siblings

Three siblings
Chapter 2


__ADS_3

Sementara disisi lain. Setelah berkenalan, Riri asik bergosip ria bersama teman barunya. Riri adalah tipikal orang yang mudah akrab dan berbaur dengan lingkungannya apalagi jika dia menyukai lingkungan tersebut.


"Ri', tadi Lo berangkat bareng siapa? Sumpah cantik bet njir."Saut Laras teman sekelas Riri.


"Itu kakak gue, namanya Cia. Emang kenapa?"Jawab Riri santai.


"Gakpapa. Pantes kalian mirip ternyata adek kakak."Ucap Laras.


"Trus yang seksi yang keluar paling akhir siapa? Saudara Lo juga?"Tanya Raka.


"Iya, dia kakak tertua gue. Namanya Via."Jawab Riri.


"Si Raka kalau liat yang seksi matanya jelalatan. Jan sampe kakak Lo diembat sama dia Ri."Saut Jayden bercanda.


"Coba aja kalo Lo bisa."Ucap Riri mengejek.


"Oke, liat aja nanti."Ucap Raka pede dengan wajah songongnya.


"Hm, akan kusebut kau suhu jika kau bisa akrab dengan kakakku."Seru Riri menatap Raka sembari tersenyum miring.


"Bernada ya Bun."Ucap Jayden.


"Bun Bun emang gua bunda lu?"Ketus Riri menatap Jayden sinis.


"Ih, Bunda Riri jan sinis gitu lah, Ayah jadi makin klepek klepek sama bunda Karna Bunda makin cantik kalo lagi sinis gitu."Ucap Jayden menggoda Riri sembari menoel-noel pipi Riri.


"Cie Riri digodain sama Jayden..."Ejek Laras menatap Riri sembari tersenyum.


"HEH, JAMAL STOP LAH KAU GOMBALIN GUE, GAK BAKALAN MEMPAN. RAS BERHENTI NGEJEK GUE." Ucap Riri ngegas dengan wajah kesal.


"Tuh kan, Bunda kalo lagi marah-marah cantiknya nambah, kan Ayah jadi tambah suka."Seru Jayden menatap Riri genit. Sesaat kemudian Jayden berlari dengan kencang mengitari kelas untuk menghindar dari kejaran Riri.


3 menit kemudian...


PLAAAK


"Aduh, sakit anjir. Lu nabok pake tenaga dalam apa gimana..."Ringis Jayden sembari mengusap kepalanya yang dipukul oleh Riri.


"Rasain, salah sendiri gangguin gue..."Ketus Riri lalu duduk kembali ke tempatnya.


"Galak banget sih jadi cewek, untung gua sayang istri."Ucap Jayden sabar.


"Siapa istri Lo?"Saut Riri tak terima.


"Udah jangan berantem mulu, ingat benci bisa jadi cinta loh."Ucap Laras santai.


"Hilih gak mungkin. Selera gua yang kayak Jaemin, gak kayak dia."Ucap Riri sembari melirik Jayden sinis.


"Tapi Jayden agak mirip Jaemin kok Ri, coba liat mukanya, cuman si Jayden agak berisi dikit."Ucap Laras sembari sesekali menatap Jayden.


"Lo tau Jaemin?"Tanya Riri agak kaget.


"Tau dong, gue mah mulfand, tapi lebih ke Treasure sih..."Seru Laras semangat. Kalo tentang KPop dia mah pasti yang paling semangat apalagi kalo yang se frekuensi.


"Eh kok sama, gue juga nge stan Treasure bahkan dari sebelum mereka debut."Ucap Riri antusias.


"Bias Lo siapa di Treasure?"Tanya Laras.


"Haruto. Lo sendiri siapa?"Tanya balik Riri.


"Gue mah Yedam, gue suka suaranya apalagi pas dia cover lagu I Love You 3000, baper banget gue sumpah, jadi pen nikah sama Yedam."Cerita Laras agak panjang dengan senyuman yang tak pernah luntur.


Dan berakhirlah Riri dan Laras yang berbicara tentang KPop hingga jam istirahat mengabaikan Jayden dan Raka yang menatap cengo keduanya tak mengerti arah pembicaraan mereka. Sesekali Raka atau Jayden bertanya dan dengan senang hati dijawab oleh kedua cewek tersebut. Jayden dan Raka sampai heran, kalo bahas tentang yang mereka sebut KPop, mereka jadi Ramah ketika ditanya tapi pas bahas kayak biasanya jadi reog.


•••••

__ADS_1


Saat ini Riri dan Cia sedang berada di kantin bersama teman baru mereka. Mereka tadi bertemu saat Cia tak sengaja lewat didepan kelas Riri. Sekolah mereka terdiri dari 4 lantai. Lantai pertama diisi oleh kelas 12, lantai ke 2 diisi kantin dan fasilitas lainnya, lantai ke 3 diisi kelas 10 dan lantai 4 diisi oleh kelas 11. Jadi otomatis Cia harus melewati kelas Riri dulu sebelum kekantin.


"Ini kak Via Kemana sih? Dari tadi belum muncul juga."Ucap Cia sembari melirik kesana kemari.


"Iya, atau jangan jangan kak Via tersesat."Ucap Riri lalu menatap Cia.


"Itu gak mungkin, kan dia bisa nanya ke murid lain jalan menuju kantin."Elak Cia sembari berfikir positif.


"Kak Via tuh kulkas berjalan kalo Lo lupa."Sewot Riri.


"Eh iya ya... Hehehe gue lupa, kita tunggu sebentar lagi, kalo gak Dateng kita telfon."Ucap Cia dan diangguki Riri.


"Maaf telat."Ucap Via yang datang tiba-tiba membuat semua orang kaget hingga Jayden yang ada disebelah Via terjungkal.


"Aduh, pantat gua sakit..."Ringis Jayden saat bokongnya menyentuh lantai dengan keras.


"Kamu gakpapa?Pasti sakit yah."Bukan Via yang berkata seperti itu, melainkan Luna yang berada disamping Via sembari memeluk lengan Via.


"Eh, gakpapa...gak sakit kok. Sakitnya udah ilang pas liat kamu." ucap Jayden dengan cengiran centilnya.


"Kak Via kok bisa sama Luna?"Tanya Cia menatap Luna kesal. Cia sedikit tidak suka dengan Luna karena merebut perhatian kakaknya.


"Tadi aku ketemu kak Via sewaktu mau kekantin, jadi aku ikut sama kak Via."Jelas Luna sembari tersenyum kemenangan membuat Cia mendelik tak suka.


"Raka, tadi kan Lo bilang mau dapet kakak gue, noh kakak gue dah nongol."Bisik Riri pada Raka.


"Oke, dengan wajah ganteng gue, gue yakin pasti bisa. Cuma satu kali gerakan doang."Ucap Raka PD.


Kemudian Raka sedikit menggeser kan bokongnya untuk duduk lebih dekat dengan Via setelah itu menatap Via lekat. Namun niatnya terhenti kala Via berbalik menatapnya dengan mata menyorot tajam dan dingin membuat Raka merinding. Terlebih setelah mendengar kata yang keluar dari mulut Via.


"Menjauh."Lirih Via tajam dan terkesan dingin membuat Raka tak sadar mundur.


"Kak, Luna pesan makanan dulu yah. Kak Via tunggu sebentar."Pamit Luna dan diangguki Via.


Tak lama kemudian.


"Boleh duduk aja."Ucap Cia sembari tersenyum. "OMG, cogan astaga ganteng banget njir. Mana ada enam pula."ucap Cia dalam hati.


Cowok tersebut adalah Aiden, Brian, Rafa, Riki, Riko, dan Aldean. Para most wanted boy di sekolah tersebut. Setelah mengucapkan terimakasih, ke enam cowok tersebut langsung duduk.


"Kalian semua anak baru yah?"Tanya Brian sembari menatap Via, Cia, dan Riri. Sedangkan Jayden dan Raka. Mereka sudah kenal karena satu tongkrongan. Sedangkan Laras adalah adik dari Aiden jadi otomatis mereka sudah kenal.


"Iya, kami baru masuk hari ini."Jawab Cia bersemangat sesekali menatap ke arah Aiden.


"Kenalin gue Brian Atmaja, cowok paling ramah disini, kelas XI IPA 2."Ucap Brian memperkenalkan diri dengan senyum ramahnya.


"Wah, lo kelas XI juga. Kenalin gue Ciara Lexitha Bagaskara panggil aja Cia. Gue tau kalo gue yang paling cantik disini jadi gak usah muji."Ucap Cia memperkenalkan diri dengan PD nya.


"Hilih, muka tepos aja bangga. Liat gue dong, imut, lucu plus cantik pula gak sombong tuh. Kenalin gue Serina Chezita Bagaskara. Panggil aja Riri." Ucap Riri menatap Cia remeh kemudian memperkenalkan diri dengan ceria.


"Wah, kalian anak Bagaskara? Wah kek mimpi aja gue kenalan sama anak Bagaskara. Kenalin gue Rafanza King Lorenzo panggil Rafa aja. Sayang juga boleh kok gue kelas XI IPA 2 sama kayak Brian."Ucap Rafa memperkenalkan diri dengan genit.


"Oke sayang."Balas Cia dan Riri bersamaan sembari mengedipkan mata ke arah Rafa.


Rafa seketika mematung mendengar balasan Cia dan Riri lalu menatap Cia dan Riri dalam. Tampa sadar cairan kental berwarna merah mengalir dengan estetiknya dari hidung Rafa.


"Raf, woi RAFA."Panggil Riki diakhiri dengan teriakan.


"Eh, apa sih manggil manggil."Balas Rafa masih menatap kedua gadis yang tersenyum manis kearahnya.


"Itu hidung Lo haid. Pasangin softex sana biar gak bocor."Ucap Riki dengan tampang polosnya. Lebih tepatnya dipolos-poloskan.


"Kak Rafa mimisan, ini kak bersihin hidung kakak."Ucap Riri sembari memberikan tisu.Dan langsung diterima oleh Rafa.


"Malu maluin aja Lo didepan cewek. Kenalin gue Riki Anggara Pradipta panggil Riki."Ucap Riki memperkenalkan diri dengan sok kalem.

__ADS_1


"Hilih, sok kalem Lo. Kenalin gue Riko Anggara Pradipta panggil Riko kembarannya Riki. Kita juga kakaknya si Raka."Tambah Riko memperkenalkan diri sembari melirik Raka yang duduk disebelah Via tapi agak jauh.


"Hallo, kenalin aku Aldean Adrovian Smith. Panggil Dean."Ucap Aldean memperkenalkan diri dengan tersenyum manis.


"Manis banget sih dek. Jadi pengen nyulik."Gemes Riri sembari mencubit pelan pipi Aldean Karna memang jarak tempat duduk mereka tidak terlalu jauh.


"Dia kelas 12 Ri. Mukanya aja yang mirip bocil."Saut Jayden menatap Aldean sinis.


Cia menatap ke arah Aiden dan disadari oleh Brian.


"Kenalin dia Aiden Kenzio Alexander. Dia  sekelas sama kita juga kelas XI."


"Disini tuh yang kelas 12, Aldean, Riki, dan Riko. Selebihnya kelas XI semua."Jelas Brian.


"Eh, Aiden ada disini juga? Kebetulan banget yah."Ucap Luna yang datang tiba-tiba sembari duduk disebelah Via.


"Kita juga ada disini loh Lun. Kok cuman liat Aiden?"Protes Riki.


"Hehe, maaf kak."Ucap Luna terkekeh kecil.


"Gakpapa dek. Kok kamu beli makanannya dua porsi? Emang bisa habis itu dek?"Tanya Riki menatap dua porsi mie goreng di nampan yang Luna bawa.


"Oh ini buat kak Via juga. Kenalin ini kakak ku Adrovia Zenitha. Kakak kenalin mereka temen aku selama bersekolah disini."Ucap Luna dengan senantiasa tersenyum sembari memeluk lengan Via. Via hanya berdehem menjawab Luna.


"Nama lengkap kak Via itu Adrovia Zenitha Bagaskara kalo Lo lupa. Dia kakak kita juga bukan cuman kakak Lo. Lagian Lo cuman sepupu."Ucap Cia menatap sinis Luna yang dibalas tatapan polos oleh Luna.


"Cia makan."Ucap Via datar tanpa menatap Cia. Via hanya fokus memakan mie gorengnya. Memang makanan kesukaan Via adalah mie goreng. Cia langsung saja memakan baksonya setelah menatap Via.


"ANJIR, ENAK BANGET WOE.Gak nyangka gue bakso disini enak banget bakso kang Asep aja kalah."Teriak Cia tiba-tiba membuat kantin tiba-tiba hening. Yang terdengar hanya suara batuk Riri yang duduk disebelah Cia.


"Uhuk uhuk uhuk uhuk. Minum woi...tenggorokan gue pedes nih."Batuk Riri sembari memegang lehernya. Jayden yang berada disebelahnya langsung memberikan minuman miliknya ke Riri refleks.


Riri langsung meminum habis minuman Jayden tanpa tau bahwa minuman itu milik Jayden. Laras yang berada disebelahnya menatap Riri tidak percaya. Melihat Riri yang terlihat lega setelah minum langsung menyemburkan tawanya.


"BUAHAHAHAHAHA...."Tawa Laras pecah sembari menepuk pundak kakaknya Aiden.


"Napa Lo ketawa. Lo ketawain gue yang lagi batuk.?"Tanya Riri mendelik.


"Bukan, bukan itu... Ri Lo tau gak minuman siapa yang Lo minum?"Tanya Laras sembari mengusap air matanya yang keluar saat tertawa.


"Minuman gue."Jawab Riri santai.


"Trus yang didepan Lo punya siapa?"Tanya Laras .


"Punya gue, eh gue minum punya siapa nih?"Tanya Riri panik.


"Punya gue Ri. Sorry Ri refleks Lo tadi kan minta minum."Jawab Jayden dengan tampang tak berdosanya.


Riri diam mematung menatap gelas yang berada ditangannya.


"Cie Riri, minum segelas berdua Ama Jayden cie... Kalo yang gue nonton di Drakor itu artinya bercipokan secara tidak langsung."Ejek Laras.


"BUAHAHAHAHAHA, yang katanya mempertahankan bibirnya untuk Jaemin seorang." Tawa Cia juga dengan mengejek Riri.


Semua orang yang ada disana pun langsung tertawa kecuali Via dan Aiden si manusia kulkas. Namun Aiden sedikit tersenyum tipis kala melihat tawa Cia.


"Huaaaaa, bibir suci gue ternodai.... Huaaaa hiks jangan ketawa."Tangis Riri dengan keras. Namun lagi lagi semua orang tertawa membuat Riri kesal lalu berhenti menangis lalu memonyongkan bibirnya.


"Ini."Via menyodorkan sapu tangan ke arah Riri serta lipbalm dan langsung diterima oleh Riri dengan senyum cerah.


"Kak Via memang yang terbaik, kalian semua jahat."


Luna yang menyaksikan adegan tersebut menatap Riri sinis dengan perasaan iri yang sangat kentara. Tapi tidak ada yang menyadarinya karena mereka semua fokus pada Riri.


"Dasar caper..."

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2