TIME [Bad Future]

TIME [Bad Future]
PROLOG • Kocheng Oren


__ADS_3

"Dasar Jones!" Sialan! Mentang-mentang punya pacar, si Geri seenaknya sama gue!


"Apaan lo? Gue gak Jomlo, cuma single aja!"


"Bedanya apa?" Lulu, pacarnya Gery, ikutan nimbrung.


"Kalau jomlo itu gak punya pacar, terus jadi uwuphobia. Kalau Single itu punya pacar, cuman belum ketemu aja. Masih saling mencari lah gitu."


"Bisanya ngeles doang. Dasar Jomblo karatan!" Wah, Si Gery makin jadi ni.


"Gelut lah kuy!" Gue berdiri sambil ambil ancang-ancang.


"Kevin! Kamu mau ngapain? Ini bukan jam latihan Twaekondo," ******. Gue lupa kalau bu Ella masih di depan


'Thirty minutes ago.'


"Huh... Huh... Huh... Bu," Bu Elly menengok ke arahku.


"Sudah sepuluh putaran, bu, Huh..."


"Kamu ini, sepuluh putaran aja lama banget. Udah sana duduk," Gue melangkahkan kaki panjang gue langsung ke tempat duduk.


"Eh, apaan ni?" Gue lihat ada selembar kertas ujian di atas meja. Gue langsung melirik ke arah Gery. Dari gerak mulutnya, dia seperti mengucapkan 'U-la-ngan Ha-ri-an.


****** dua kali. Gue belum belajar!


Dengan sisa waktu lima puluh menit, gue ngerjain soal matematika. Pinter? Oh, sure! Gue dengan IQ di atas rata-rata bisa mengerjakan soal dengan mata tertutup.


"Cap, Cip, Cup, mana yang cantik dia jodoh gue," ujung pulpen gue menyentuh huruf C. Gue langsung nyilangin huruf C.

__ADS_1


Sudah ada dua puluh nomor yang gue kerjain. Sisanya tinggal sepuluh dan waktunya masih ada sekitar dua puluh menit. Gue sedikit nyantai biar gak tegang banget.


Gue ngumpulin soal tepat waktu saat bel tanda pergantian pelajaran berganti. Banyak anak yang bahkan ngerjain soal nya lebih dulu dari gue, tapi masih ngaret buat ngumpul.


"Lho, udah selesai?" kata bu Ella natap gue curiga.


"Iya bu, hehe."


"Nyontek ke siapa kamu?" Gue tersentak mendengar perkataan bu Ella. Gue udah ngerjain soal dengan seluruh pikiran gue (mencari kata-kata untuk cap, cip, cup), doi seenaknya bilang gue nyontek.


"Ini saya hasil kerja sendiri ibu. Temen saya kan baby baaanget bu, gak mau bagi-bagi jawaban."


"Ya, itu mah derita kamu," kata bu Ella sambil merapikan kertas ujian yang sudah di kumpulkan. "Dalam hitungan kelima, yang belum mengumpulkan tugas tidak akan ibu terima, dan nilainya kosong." Lanjut bu Ella setelah gue balik ke tempat duduk.


Setelah hitungan kelima, semua murid yang belum mengumpulkan ujian langsung berlari ngumpulin ujian mereka.


"Sekian pelajaran dari ibu," kata bu Ella sambil jalan ninggalin ruang kelas diikuti antek kesayangannya, Reni.


"Kiniiii, sendiri di sini. Mencarimuuuuuu..."


"Kevin stop!" Keyla nutup mulut gue pake buku. Kenapa gak pake bibir aja, sih.


"Lah."


"Panggil guru gih, bantuin gue," Kata Keyla. Keyla ini ketua kelas di kelas gue. Keyla ini orangnya cantik banget, udah gitu pinter, sopan lagi. Idaman banget gak tuh?


Ya sayangnya cerewet aja, sih. Sama kang gosip. Ada hal ini digosipin, itu di gosipin. Mungkin udah jadi insting ilmiahnya cewek ya, buat ngegosip.


"Ogah!"

__ADS_1


"Gue traktik bakso dah, pas istirahat pertama," satu lagi, Keyla tajir orangnya. Bokapnya aja punya hotel di beberapa kawasan wisata di Indonesia. Mamanya sendiri, ibu rumah tangga biasa. Tapi, kakeknya Keyla, yang punya restoran cepat saji plus cafe di Yogyakarta, Surabaya, sama Solo.


"Ogah!"


"Sama batagor nya mang Ujang, deh!" Kata dia sambil benerin kaca mata bulat beningnya. Si Keyla ini juga jadi model plus influencer. Udah tajir dari sananya mah gitu, gak mikir dua kali buat ngeluarin duit.


"Oghe!" kata gue sambil berlalu buat manggil pak Jojo buat ngajar Fisika.


Gue ngelewatin gedung anak IPS, tempat doi gue ngajar. Yap, gebetan gue seorang guru umur dua puluh dua tahun. Masih muda, gue sayang banget sama dia. Walau pun gue harus manggil dia "bu Guru setiap kali di sekolah.


Gue juga gatau doi suka balik gak sama gue. Kan cewe biasanya suka sama cowok yang lebih dewasa, sedangkan gue aja masih bocil kalau dibandingin sama doi.


Gue lewatin kelas doi. Gue lihat, doi lagi ngajar, dan banyak yang gombalin. Udah biasa.


Di depan ruang pak Jojo gue langsung ngetuk pintu. Gue langsung masuk.


"Pak," gue makin masuk ke dalam. Sayangny, pak Jojo gaada.


'Gubrak! Cek! Ssssstssshhhhhh,' di ruangan lab punya pak Jojo, gue denger ada bunyi-bunyi aneh. Gue mau liat tapi takut.


Tapi gue penasaran. Gue deketin ruangan itu, pelan-pelan.


'Meeoooong!' Seeokor kucing Oren meluk gue pas gue sampai di depan ruangan.


"Ya elah mpus! Jangan ngagetin napa!" kata gue sambil mukul si mpus.


Gue bawa si mpus sambil ngelus-ngelus bulunya. Mpus nya bersih. Kucing punyanya pak Oleh.


'Sssttttthsssthh,' gue nengok lagi pas ada cahaya warna merah keluar dari pintu. Gue panik takut ada kebakaran.

__ADS_1


Gue masuk ke ruangan itu sama si mpus. Tiba-tiba, gue ketarik ke dalam cahaya.


☆♡☆


__ADS_2