
hai readers sekalian, sebelumnya Author ingin minta maaf karena kebutuhan novel ini akan direvisi dan dipersingkat, setiap babnya akan di edit dan setidaknya sampai memenuhi syarat kontrak di Mangatoon. karenanya Author mohon maklum, ini dibuat untuk kepentingan pribadi. sekali lagi Author minta maaf yang sebesar-besarnya dan terimakasih untuk segala dukungan dan bantuan yang kalian berikan 🙏🙏🙏🙏🙏
Dibalik jendela waktu
.
.
.
Di balik jendela samar-samar cahaya mentari masuk ke dalam ruangan menghangatkan percakapan antara ibu dan anak ..
Apa kalian tahu? didunia ini ada berbagai macam sifat manusia, jenis, perilaku, dan kepribadian ......
Terkadang kita melupakan hal itu dan menggangap manusia itu sama .........
Apa kamu tahu mengapa manusia berbeda
"E..e , lalu kenapa manusia berbeda?" Xuan hanya bisa menggeleng tanda ia tidak mengerti, Xuan menatap ibunya lekat-lekat dengan pandangan penuh rasa ingin tau.
"ah ..., Xuan apa kamu benar-benar ingin tahu?"
"Emh , Mama Mengapa manusia berbeda?" kata xuan pelan
"Xuan dengarkan Mama. Manusia memiliki perasaan, perilaku, pemikiran, dan ide yang berbeda, karena itu adalah sifat manusia yang sangat unik." violet (ibu Xuan) mempertegas suaranya
"Mengapa manusia memiliki hal itu ..?" tanya Xuan
"apa Xuan tau manusia diciptakan dengan Hampir Sempurna?" violet memperjelas
Xuan yang hanya seorang anak kecil yang mencoba berpikir dan mencari tahu akan hal itu ..
"tuhan memberkati manusia dengan akal sehat dan perasaan. Hal itu yang membuat manusia berbeda dari yang lainnya" violet berkata dengan lembut
kepala kecil Xuan terus berfikir, dan bertanya-tanya tentang hal itu rasa penasaran yang sebelumnya tidak ada kini tumbuh, dan mendorong rasa semakin ingin tahu akan hal itu
"mama ingin kamu tahu, didunia ini ada macam-macam orang, ada yang baik dan ada yang buruk. Karena itu mama ingin Xuan jadi anak yang baik" violet tersenyum sambil mengelus kepala kecil Xuan
"eh .., Xuan sudah jadi anak baik" bantah Xuan dan membuat Violet terkekeh melihat tingkah putra semata wayangnya. bagaimana tidak? Xuan kini tengah mempoutkan bibirnya, dan melipat kedua tangannya didepan dada.
"Iya, Xuan adalah anak yang baik, tetapi walau kita menjadi orang yang baik, manusia memiliki sisi pandang yang berbeda." violet mengusap puncak kepala Xuan dengan penuh sayang.
"memangnya apa itu sisi pandang?" tanya Xuan kebingungan
"Sisi pandang adalah cara orang lain melihat kita." violet berusaha menjelaskan
Tidak terasa malam datang, ibu Xuan berlari ke dapur untuk membuat makan malam, sementara Xuan menonton televisi di ruang tamu.
Tidak Lama kemudian makan malam siap ..........
"xuan matikan televisinya, makan malam sudah siap ...!" panggil Violet dari dapur
"baik ma ..!"
Xuan akhirnya mematikan televisi dan melangkahkan kakinya ke ruang makan, di saat mereka akan menyantap makan malam, bel pintu berbunyi.
" Xuan mama bukakan pintu, kamu lanjutkan makannya ya ! " Violet bangun dari duduknya dan berjalan ke arah ruang tamu untuk membukakan pintu.
"baik ma." Xuan menganggukkan kepalanya dan bersiap menyantap makan malam mereka.
Xuan yang berada diruang makan baru saja siap menyantap makanannya dan...
DORR DORR
tiba-tiba terdengar suara tembakan yang sangat keras, Xuan yang baru saja akan memasukkan makanan ke mulutnya berteriak kaget.
"AAAHHH ....... MAMA!"Â teriak xuan ketakutan ...
Xuan langsung berlari ke ruang tamu dan melihat ibunya yang tergeletak lemas dengan darah yang mengalir dari tubuhnya...
"MAMA ...., APA MAMA BAIK-BAIK SAJA?" Xuan terus mengguncangkan tubuh ibunya, sedangkan dirinya sendiri tengah ketakutan.
"MAMA JANGAN TINGGALKAN XUAN SENDIRIAN..." Xuan semakin ketakutan ketika ibunya tidak kunjung bangun, Xuan mengguncang tubuh ibunya dengan kuat akan tetapi itu sia-sia saja. Violet tidak kunjung bangun dari tidurnya, dan ini membuat Xuan sedih dan takut disaat yang bersamaan.
"KAMU... KAMU.. KE...KENAPA MELUKAI MAMA?" Xuan mengepalkan tangannya dan menggenggam erat kepalan tangannya, Xuan menatap benci pada wanita yang tidak jauh darinya. Xuan sangat takut sekarang, tapi dia masih sangat marah juga.
__ADS_1
Wanita itu menggangkat tangan dan disiapkan menarik pelatukknya ...
"ah ... apa..apa yang .. mau kamu lakuan" tubuh Xuan gemetar ketakutan, dia melangkahkan kakinya mundu ke belakang hingga tubuhnya terpojokkan oleh dinding.
Wanita itu kemudian menarik pelatukknya dan dengan cepat, Ibu Xuan menangkis tembakan yang mengarah ke Xuan.
PRANG!!!
suara kaca yang pecah karena tembakan, Violet berhasil menangkis tembakan itu dan menghantam kaca jendela yang menjadi dinding pembatas.
"ah .. MAMA"
"MAMA, MAMA JANGAN BANYAK BERGERAK. XUAN AKAN MEMANGGIL AMBULAN " Xuan panik bukan kepalang, dia mengambil ponsel kemudian menekan beberapa dial. Xuan masih sangat takut tapi dia menepis ketakutannya, Violet kini masih terbaring lemah diatas lantai dengan tubuh bersimbah darah.
"xu..an ..." panggil Violet terbata, dia sudah kehabisan tenaga untuk sekedar bicara.
"MAMA, xuan...ada di sini.... Xuan... akan.. selalu bersama dengan Mama " ucap Xuan sembari menangis tersedu-sedu. Violet menghapus air mata Xuan yang mengalir diwajah anak laki-lakinya, walau akhirnya noda darah berbekas disana.
"cih ... wanita sialan, sudah sekarat tapi masih banyak bicara !" wanita itu bicara sambil mengangkat pistolnya
" hei anak kecil berhentilah menangis, BERISIK" kata wanita itu sambil bersiap menarik pelatuknya
"hu..hu .. hu ...MAMA ...." tangisan Xuan semakin keras
"hm .. kelihatannya kamu ingin bersama dengan ibumu itu ya!" wanita itu memandang rendah pada Xuan, dia sudah kesal mendengar suara tangisan Xuan yang sedari tadi tidak kunjung berhenti.
Wanita itu menarik pelatuk sekali lagi dan
PRANKK!!!
pelurunya kembali mengincar jendela kaca itu.
"apa yang ..." wanita itu terkejut, violet masih bisa berdiri dan membuang senjatanya
"jika kamu ... ingin menyen..tuh anakku maka .. kamu harus melang..kahi..ku lebih dulu.." ucap violet dengan sisa tenaganya mencoba melindungi Xuan
"MAMA ..."
"xu..an..ma..ma..sa...ngat...sangat ... men..cin..*** .... mu...." ucap Violet sembari tersenyum lembut
violet memeluk wanita itu dan menariknya ke arah jendela yang pecah...
Dengan segenap kemampuan violet menarik wanita itu dan mereka jatuh bersama dari lantai 7 sebuah gedung. tiba-tiba hujan mulai turun petir dan kilat saling bersahutan dan gemericik hujan bagai lagu kesedihan..
"MAMA ......"teriak xuan frustasi
TERPAKU ... TERKEJUT .... DAN..TERDIAM. HANYA ITU YANG DILAKUKAN XUAN HINGGA DIA PINGSAN KARENA KETAKUTAN....
dibalik rintik hujan
.
.
.
Tidak lama setelah hal itu beberapa penduduk yang menyaksikan mayat violet dan wanita itu terjatuh langsung menelfon polisi dan ambulan. Polisi pergi menyelidiki tempat kejadian sementara mayat violet dibawa ke Rumah sakit untuk di otopsi. Setibanya di appartemen violet Polisi menemukan Xuan yang tergeletak pingsan di dekat jendela yang pecah, Polisi pun langsung membawa Xuan ke Rumah sakit .....
Sementara itu Xuan....
" Mama, Mama cepat kemari ...."
" Ah, tunggu sebentar Xuan..." kata violet yang tengah berlari mengejar Xuan yang sudah agak jauh didepan.
" eh.. Mama ayo cepat kemari, Mama tamannya indah bukan.." xuan tersenyum lembut
" Ah, indahnya...." violet mengukir senyumnya lembut, dia terkejut dengan apa yang Xuan tunjukkan..
" apa Mama suka ? " tanya Xuan lembut
" suka.., sangat suka. Xuan bagaimana kamu menemukan tempat seindah ini..?" ucap violet yang masih terkesima dengan taman yang begitu indah...
" aku tidak sengaja menemukannya.. he..he " tawa kecil Xuan mengindahkan hati violet
Diantara tawa dan keindahan senyum ibunya tiba-tiba....
__ADS_1
DORR!!DORR!!
suara tembakan berasal dari berbagai arah membuat Xuan terkejut dan ketakutan, Taman yang begitu indah dan tenang tiba-tiba menjadi kolam darah...
"MAMA..MAMA..MAMA ADA DI MANA !" teriak Xuan ketakutan...
DORR!! DORR!!...
" XUAN...LARI !! PERGI DARI SINI !!..."
" AH..MAMA !! MAMA..!! "
disisi lain...
" Xuan tolong bangunlah.. hu..hu..hu..." seorang pria dewasa tengah menangis sesegukan ditepi ranjang Xuan.
" AH...MAMA..."
" Xuan sayang bangunlah Papa mohon Xuan bangun... hu..hu..." Alex ( ayah Xuan ) menangis tersedu ...
" MAMA...MAMA..JANGAN PERGI ! JANGAN TINGGALKAN XUAN SENDIRI !.."
" Xuan tenanglah... Papa mohon.. bangunlah, Papa ada disini..... Papa bersamamu....... jangan takut,Papa disini...." ucap Alex sambil tersedu-sedu, Alex sudah sangat frustasi berusaha mencoba membangunkan Xuan.
Tiba-tiba detak jantung Xuan tak beraturan, monitor pasien dalam ruangan tersebut menyala tanda alaram bahaya. detak jantungnya terus menurun, setiap tarikan nafasnya terdengar berat. Dokter dan Suster langsung berdatangan dan memeriksa kondisi Xuan. Alex yang hanya bisa melihat dari luar jendela kamar benar-benar khawatir. melihat anaknya berjuang mempertahankan nyawa seorang diri.
Diantara sambaran kilat dan gemuruh petir serta alunan melodi dari air hujan yang menghiasi kamar VVIP tempat Xuan berada dan tangisan Alex yang berisi kekhawatiran.
Beberapa jam setelah Xuan melakukan perawatan...
" MAMA !!!" Xuan terbangun karena mimpi buruknya.
" Ah, ini... dirumah sakit ? " gumamnya sambil melihat ke plafon putih..
Suster yang bertugas menjaga Xuan, bergegas menuju ke kamar Xuan setelah mendengar teriakannya...
" Anda sudah bangun ! tuan muda ..."Â kata suster itu dengan senang
" kakak perawat ! "
" Ada yang bisa saya bantu, tuan muda? " kata suster itu dengan lembut...
" hari apa ini ? " tanya Xuan pelan
" Ini hari Rabu ! " jawab suster itu sambil menuangkan segelas air putih.
" Sudah tiga hari aku disini....? " tanya Xuan linglung.
" eh...maaf , tetapi tuan muda sudah berada dirumah sakit selama sepuluh hari " jawab suster itu sambil memberikan segelas air untuk Xuan
" apa !!! " Xuan terkejut bukan main.
"...." suster tersebut hanya diam sambil mengerutkan dahi dan tetap mencoba tersenyum . tampak jelas kekhawatiran pada wajahnya.
" Ah, MAMA !! KAKAK PERAWAT DIMANA MAMA !! "
"ah, itu ..." wajah suster itu makin pucat. terlihat jelas dia semakin khawatir akan pertanyaan dari Xuan.
Akan tetapi tiba-tiba..........
" XUAN !!" Alex sangat terkejut melihat putranya tersadar.
" Papa ? "
" syukurlah.....syukurlah kamu baik-baik saja " Air mata Alex mulai berlinang membasahi punggung Xuan.
disaat itu pula suster tersebut keluar ruangan , agar ayah dan anak itu bisa membagi kesedihan.
" PAPA ! " Xuan menaikan suaranya karena takut dia tidak mendapat jawaban yang seharusnya.
" PAPA !! DIMANA MAMA ? " Xuan bertanya dengan nada suara yang tinggi, di mata-nya mulai tampak kilauan air mata.
" ah, Mama mu dia....sudah pergi.. " terdengar dari suara Alex kesedihan yang amat dalam.
" Ti..tidak mungkin....Mama tidak mungkin.... Mama tidak akan meninggalkan Xuan...." xuan yang tak percaya lari ke luar.
__ADS_1
Para staf rumah sakit serta para pengawal pribadi Alex mencoba mengejar Xuan. Xuan yang lari begitu saja dari rumah sakit tanpa tujuan, akhirnya melewati sebuah taman dan teringat kenangan akan ibunya.
victor_write