
balas dendam..
.
.
.
" kerja bagus kak ! akhirnya, aku mendapatkannya. setelah sekian lama mencari, dan akhirnya hari ini datang juga!" ucap Xuan sangat terlampau bahagia
" hm, baiklah ! aku minta bonus tambahan " kata Sora
" bukan masalah, setelah ini semua akan berakhir dan kita akan merayakannya. " kata Xuan yang langsung mengambil pistol Raging Bull yang ada dikamarnya dan bersiap pergi dengan Sora
" hah, apa kita tidak menunggu Saki lebih dulu ?" tanya Sora
" tidak perlu , terlalu lama menunggunya ! kita pergi sekarang" kata Xuan
mereka kemudian pergi ke markas, dimana Sora telah menyandra wanita itu disana.
setibanya mereka dimarkas..
" selamat datang , tuan muda ! kapten !" para anggota yang ditugaskan menjaga markas langsung menyambut mereka
" dimana dia ?" Xuan langsung bertanya dimana keberadaan wanita itu
" silahkan tuan muda ! kapten !" salah seorang tangan kanan Sora langsung membawa mereka ke tempat tujuan Xuan
" wanita itu ada disana " kata Sora
" hm, apa yang sebaiknya aku lakukan padanya ?" gumam Xuan lirih
" eh ?" Sora terkejut melihat ekspresi Xuan.
" silahkan tuan muda ! " bawahan Sora langsung membukakan pintu dan menunggu dilua
sementara itu didalam..
" AH, SIAPAPUN LEPASKAN AKU !" teriak wanita itu
" LEPASKAN AKU ! CEPAT LEPASKAN AKU ! "
" AHAHAHHHAH ! " Xuan tertawa lepas
" ah, siapa itu ?" wanita itu bersikap waspada
" hm, bibi ! lama tidak bertemu " kata Xuan
" bibi ? hei , siapa kamu ? apa yang kamu mau dariku ?" tanya wanita itu
" aku tidak ingin apapun, aku hanya ingin nyawamu " kata Xuan dengan tatapan membunuh
" ah, kamu bisa ambil apapun yang kamu mau, kalau kamu mau uang aku bisa berikan. asal bukan nyawaku " kata wanita itu penuh amarah
" haha, bibi ? bibi ? bukankah dulu ada seorang anak kecil yang menawarkan hal yang sama padamu ? dia hanya seorang anak berumur 7 tahun, tapi kamu membuat dia melihat ibunya tewas didepan matanya, selang 1 tahun kemudian kamu membuat anak itu melihat ayahnya tewas dalam pelukannya! "
" eh, apa yang kamu bicarakan ?" wanita itu mencoba mengingat kembali memorinya
" haha, bibi ? apa kamu sudah lupa dengan wajah ini ?" Xuan melemparkan fotonya waktu masih berumur 7 tahun, foto itu adalah sebuah foto keluarga
" ah, ini ? keluarga Stevens ?" wanita itu tersadar kalau yang menculiknya bukan orang biasa
" TUNJUKKAN DIRIMU ! " teriak wanita itu
" ahhaha, bibi , apa kamu sudah tidak sabar ? " tanya Xuan
" ah, mungkinkah ? " wanita itu menduga-duga
" apa kamu tuan muda Stevens ?" tebak wanita itu
" hm, bibi memang cerdas " kata Xuan sambil menunjukkan dirinya didepan wanita itu
" apa ? apa yang kamu mau ? aku tidak membunuh mereka ! aku hanya membalas dendam suamiku " kata wanita itu
" hm, baiklah bibi ? aku juga tidak ingin membunuhmu ? " gumam Xuan
" kalau begitu maafkan aku, aku akan membayar semua dosa ku ! aku akan menjadi pelayanmu" kata wanita itu
" hm, itu ide buruk ? karena aku tidak pernah menerima sampah " kata Xuan
" cih , " Wanita itu meludah ke arah Xuan
" ups, tidak kena ! maaf ya bibi, tapi aku tidak akan membiarkanmu menghinaku lagi " kata Xuan
" ahhaha.." wanita itu tertawa dan melempar kalungnya
" ah, apa yang kamu lakukan bibi ?" tanya Xuan
" kalau kamu memang ingin aku mati ! maka, akan aku bawa kamu bersamaku " kata wanita itu
" bibi ? apa yang kamu maksud ?" Xuan berpikir
" ah,mungkinkah " Xuan melihat ke kalung yang dilempar wanita itu
" Xuan ! " Sora memanggil Xuan
__ADS_1
BIB BIB BIB
BOOOMMM !!!
suara ledakan yang sangat keras, wanita itu meledak didalam sana, sementara itu Sora mendorong Xuan keluar sebelum bom waktu itu meledak
" SORA ! "
" ah, tuan muda !" tangan kanan Sora langsung melindungi Xuan dari efek ledakan yang terjadi
" uhuk uhuk, ugh ? apa anda baik-baik saja tuan muda ?" tanya pengawal itu
" ah, SORA ! " Xuan langsung bangkit dan mencari Sora diantara timbunan reruntuhan
sora dan Xuan#3
.
.
.
" SORA ! SORA ! DIMANA KAMU ?" terlihat jelas Xuan putus asa
" akan saya bantu , tuan muda ! " kata pengawal itu
" hm " mereka kemudian mencari Sora diantara puing reruntuhan, walau ruangan itu telah dibuat untuk tahan ledakan, tapi dengan daya ledak bom yang sebesar itu setidaknya akan menghancurkan dinding utama ruangan itu
" ah, SORA ! " Xuan berteriak
sementara itu, mendengar suara ledakan para pengawal bergegas menuju ke lokasi ledakan, hingga saat mereka disana
" ah,apa yang terjadi ?" tanya beberapa pengawal
" ah, itu tuan muda ! " tunjuk seorang pengawal
" ah,tuan muda ! apa anda baik-baik saja?" tanya para pengawal
" BODOH APA YANG KALIAN LAKUKAN ? CEPAT KEMARI DAN BANTU AKU ?" Xuan memberi perintah
" ah, baik tuan muda ! " mereka kemudian mereka membantu menangkat puing-puing reruntuhan, hingga mereka menemukan Sora
" ayo , satu ! dua ! tiga ! " mereka mengangkat puing tebesar yang ada dan menyingkirkannya
" urgh, UAHHH " akhirnya setelah bekerja keras mereka berhasil mengangkat puing tersebut
" ah, KAPTEN ! " para pengawal terkejut menemukan Sora
" SORA ! " Xuan yang terkejut mendengar mereka menemukan Sora langsung bergegas kesana
" SORA ! " Xuan terkejut melihat kondisi Sora
" uhuk uhuk uhuk ! " Sora mendapat sedikit kesadarannya
" ah, SORA !"
" KAPTEN ! "
" ah, Xuan ! syukurlah kamu baik-baik saja ! " kata Sora lirih
" BODOH ! APA YANG KAMU LAKUKAN ! " teriak Xuan kesal
" haha, maaf ya! sepertinya aku tidak bisa menemanimu lebih dari ini ! " kata Sora dengan senyum pasi diwajahnya
" apa ? apa yang kamu katakan ? kamu tidak boleh menyerah ! "
" kalian cepat panggil ambulan " kata Xuan
" terlambat ! seluruh tubuhku sudah hancur, aku bisa merasakannya suhu tubuhku mulai menurun, aku mulai kehilangan kesadaranku ! " kata Sora
" TIDAK ! KAMU BOHONG ! KAMU PASTI HANYA MENGGODAKU ? KAMU PASTI SEDANG MENGERJAIKU ? BERHENTILAH BERCANDA ! " kata Xuan
" haha, mungkin ini sulit dipercaya ! tapi, maaf. aku tidak bisa bertahan lebih lama lagi, aku tidak bisa bersamamu lagi . aku...urgh..maaf Xuan ! terimakasih untuk semuanya " kata Sora , air mata Sora mulai turun dia mengumpulkan semua tenaganya yang tersisa untuk mengatakan semua itu
" oh ya\, tolong katakan maaf ku pada saki. tolong katakan************"
" ..." Xuan terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Sora
" Xuan, tenanglah ! lihatlah mataku ! aku , tuan besar dan nyonya besar akan selalu bersamamu ! kami ...akan menjagamu " kata Sora lirih
" ah, aku mengerti kak ! " terlihat jelas wajah Xuan sangat penuh dengan emosi amarah dan kesedihan, akan tetapi Xuan tetap mencoba tersenyum didepan Sora
" sampai jumpa , KAK SORA ! " teriak Xuan, pada saat itu juga Sora menghembuskan nafas terakhirnya dalam pelukan Xuan dengan senyum manis terukir diwajahnya
END
.
.
.
" ..." semua orang terdiam dan menunduk untuk menunjukkan penghormatan mereka pada Sora
" semuanya, bawa kak Sora ke kediaman ! siapkan makam untuknya di dekat makam orang tua ku " Xuan memberi perintah
__ADS_1
"BAIK ! " semuanya mematuhi perintah Xuan dan mulai mengerjakannya
sementara itu Xuan menghubungi Hirasaki..
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
* halo\, Saki-nii ?*
* ah\, ada apa ? Xuan ?*
* kumohon pulanglah sekarang ! * pinta Xuan
* eh\, ada apa ? *
* ada hal penting yang harus kita lakukan ! aku sudah menyuruh paman Fumio menjemputmu *
* hah\, baiklah !*
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
selepas menghubungi Saki , Xuan langsung menghubungi Fumio dan memintanya untuk menjemput Saki. sementara itu..
" apa saya bisa mengantar anda tuan muda ?" tanya tangan kanan Sora
" hm , kamu bisa melakukannya " jawab Xuan
" apa aku boleh mengetahui namamu ?" tanya Xuan
" nama saya, Tomoyama ! tetapi, kapten biasa memanggil saya Tama ! " jawab pengawal itu
" hm, Tama ya ?" Xuan tersenyum pasi
mereka kemudian kembali ke kediaman, setibanya dikediaman..
" ah, tuan muda !" pelayan terkejut Xuan tiba lebih cepat
" tidak perlu memberi hormat ! cepat siapkan prosesi pemakaman " Xuan memberi perintah
" eh, prosesi untuk siapa ?" tanya Jimmy
" Sora ! " kata Xuan
" ah, tuan muda Sora ! " para pelayan termasuk Jimmy sangat terkejut dan terpukul
" baik tuan " jawab Jimmy sedih
para pelayan menyiapkan prosesi pemakaman untuk Sora sementara para pengawal berjaga dan menyiarkan berita duka.
" Xuan ! " Saki yang baru kembali tanpa tahu apa-apa langsung memeluk Xuan dari belakang
" urgh, HUA ! HU..HU....HUAA...! " air mata Xuan tumpah
" eh, Xuan ? apa yang terjadi ? kenapa kamu menangis ? siapa yang mati ? dimana Sora ? " tanya Saki
" ..." Sora hanya terdiam dan menunjuk ke peti mati
" ah, ini ? kalian sedang bercanda ya ?" tanya Saki tidak percaya
" .." Xuan hanya terdiam sambil terus menangis
" hih. Sora benar-benar keterlaluan ! bagaimana bisa dia membuat lelucon seperti ini " kata Saki sambil berjalan menuju peti mati
" ah !" Saki terkejut melihat Sora ada didalamnya, wajahnya pucat dan kulitnya terlihat pucat
" hei, Sora ! sudah cukup leluconnya ! kamu sudah berhasil membuat Xuan menangis" kata Saki kesal
" hei ! Sora ? hei ?" Saki mulai memeriksa tubuh Sora dan dia mendapati Sora telah wafat
" ah ? ti..tidak mungkin ? ini.. tidak mungkin " Saki tidak percaya dengan apa yang dilihatnya
" hei, Xuan ini lelucon bukan ?" Saki bertanya pada Xuan
" ehm.." Xuan menggeleng
" ah, ini tidak mungkin ! ini pasti bohong ?" Saki tidak percaya
SWOSHH
tiba-tiba angin berhembus dengan kencang
" ahh !" Xuan dan yang lainnya menutup mata agar tidak kemasukan debu
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
*maaf ya ! Saki\, kakak tidka bisa melihat film pertamamu*
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Saki dan Xuan mendengar suara lembut Sora yang dibawa oleh angin itu
" ah ? "
BRUKK..
Saki terpaksa mempercayai apa yang dia dengar dan dia lihat, akhirnya dia terpaksa mempercayai kematian Sora. beberapa lama kemudian, prosesi pemakaman dilaksanakan dan Sora dimakamkan di dekat makam orang tua Xuan
__ADS_1
VICTOR_WRITE