
hirasaki dan Xuan#3
.
.
.
" Xavier mencarimu !" teriak Hirasaki
" hm.." Xuan berjalan ke sofa
" apa yang bisa ku bantu Xuan ?" tanya Sora, tiba-tiba modus panggilan berubah menjadi panggilan video. Sora sempat bingung tapi tidak peduli hingga,
" ah...Xuan ! " Sora terkejut melihat Xuan yang berlumurah darah dan wajah yang sangat panik.
" kak ! bisakan kamu pergi ke Rumah sakit kota A sekarang ! kalau kamu menemukan Jimmy bawa dia kemari!" kata Xuan sambil tersenyum lembut, Sora masih sangat terkejut begitu pula Hirasaki yang berada disana.
" ah, baiklah ! tunggu aku disana !" kata Sora khawatir
Sora akhirnya mencari keberadaan Jimmy di seluruh rumah hingga akhirnya menemukan Jimmy yang tenggelam diantara tumpukan berkas, setelahnya tanpa peduli Sora langsung saja menarik Jimmy dan membawanya menuju ke rumah sakit.
" ah, Xuan ! " panggil Sora khawatir
" ah, Saki-nii ! paman Fumiio ! kalian juga kemari ! " Xuan terkejut mendapati banyak orang yang datang kesana.
" ah, Tuan muda apa kamu baik-baik saja ?" tanya Jimmy
PLAKK!!!
terdengar sangat jelas , Xuan menampar Jimmy dengan keras dihadapan semua bawahannya. Jimmy yang mendapati tamparan itu masih tidak percaya jika tuan mudanya itu bisa menampar dirinya.
" ah, Tuan muda ! " Jimmy terkejut, kini dia memegang pipinya yang lebam karena bekas tamparan itu.
" BODOH!!! KEMANA SAJA KAMU TADI ?" teriak Xuan kesal
" ma...maaf Tuan muda ! kami kehilangan jejak GPS tuan !" kata Jimmy ragu
" AKU TAHU ! AKU TAHU GPS NYA RUSAK ! TAPI, BUKANKAH KAMU BISA MENYEBAR ANAK BUAH MU KE SELURUH KOTA !" kata Xuan
" ah, Xuan .." Sora mencoba menenangkan Xuan
" LEPAS..! " kata Xuan
" APA KAMU TAHU ! KARENA KECEROBOHANMU PAPA KEHILANGAN NYAWANYA !" kata Xuan marah, air mata mulai mengalir di wajahnya.
"ah!!!!" semua orang terkejut
" MA....MAAF TUAN MUDA ! MOHON HUKUM SAYA ! INI KESALAHAN SAYA ! SAYA MOHON BUNUH SAYA ! " kata Jimmy sambil menangis
" BODOH!!!!"
" TIDAK BISA MELINDUNGI ATASAN , BISANYA HANYA MEMOHON HUKUMAN ! "
" LALU, APA GUNANYA AKU PUNYA ANAK BUAH SEPERTI KALIAN ??" teriak Xuan penuh amarah, dia tidak terisak walau air mata mengalir dari matanya. Xuan sudah terlalu lemah untuk menangis.
" ah..." semua orang tertunduk malu, mereka merasa bahwa mereka bukan bawahan yang baik bagi Xuan.
" Xuan...." Hirasaki mencoba menenangkan Xuan
" LEPAS !!!" Xuan berteriak
" Xuan , dengarkan aku !" kata Hirasaki yang menarik bahu Xuan dan mencengkramnya erat. HIrasaki menatap Xuan ragu, tapi Xuan membalasnya dengan tatapan tajamnya.
" DIAM!!!" Xuan membentak Hirasaki
PLAKK!!!
__ADS_1
Hirasaki menampar Xuan, semua orang terkejut, mereka mencoba bergerak dan melumpuhkan Hirasaki. tapi HIrasaki hanya diam, hingga
" DIAMM!!" Xuan berteriak
" JANGAN ADA YANG BERGERAK !!" kata Xuan
Xuan mulai menghapus noda darah di mulutnya ..
" hehehe....hahaha...hahhahahahahahaha...." Xuan tertawa dengan keras
" hah.." Hirasaki menghela nafas
PLAK!!!
sebuah tamparan kembali mendarat dipipi Xuan. semua orang kembali terkejut dengan apa yang dilakukan hirasaki dan Sora? dia sudah kesal.
"ah.." Sora juga merasa geram dengan Hirasak, tetapi Xuan masih tertawa terbahak-bahak
PLAAKKK!!
untuk ketiga kalinya Hirasaki menampar Xuan, dan akhirnya Jimmy menampar balik Hirasaki membuat bekas luka dibibirnya.
" ugrh, sakit.." Hirasaki mengeluh
" JIMMY !! SIAPA YANG MEMBERIMU PERINTAH !" kata Xuan
" ah.." Hirasaki menghela nafas
" rupanya kamu masih sadar ya ? " kata Hirasaki sambil menghina Xuan
" jadi apa yang kamu ingin kan ?" tanya Xuan
" hah..aku pikir akal sehatmu sudah hilang tadi !" kata Hirasaki sambil berjalan mendekat ke Xuan
" heh, aku bukan kamu ! dan kamu bukan aku ! memangnya apa kamu mengerti ?" ketus Xuan
" hehe..." Hirasaki tertawa kecil sambil memeluk Xuan
.
.
.
" ah..." Xuan terkejut Hirasaki memeluknya, Hirasaki mengusap lembut punggung Xuan dan mencoba menenangkan Xuan yang tengah dalam amarah yang memuncak.
" tenanglah ! semua akan baik-baik saja !" kata Hirasaki memeluk erat Xuan, dia mengucap sebuah mantra yang akan membuat siapapun lega setelah mendengarnya, ya semua akan baik-baik saja.
" ugh...." Xuan menarik kencang kemeja Hirasaki , air mata yang telah tertahan sejak tadi mulai terlapas dari bendungannya. HIrasaki sedikit kaget karena tarikan Xuan yang amat kencang hingga membuatnya hampir terhuyung jika Xuan tidak bisa mempertahankan keseimbangannya.
" HUAAAA!!!!! " Suara tangisan Xuan memecah keheningan, Sora yang melihat tuan mudanya begitu menderita kini mencoba menenangkan dirinya.
Jimmy meminta anak buahnya untuk kembali dan mengurus rumah duka , sementara Sora dan Fumio mengkoordinir pasukan Jimmy, Xuan tengah menangis dalam pelukan Hirasaki ...
" apa tuan muda Xuan, akan baik-baik saja ?" tanya Jimmy pada Sora
" hm, tenanglah ! aku tahu dia bukan anak yang lemah !" kata Sora yakin, sebuah senyum getir terukir jelas diwajahnya
" tapi..." Jimmy berkata ragu sambil mengingat masa lalu, saat-saat dimana Xuan kehilangan ibunya didepan matanya dan kini Xuan juga harus kehilangan ayahnya didepan matanya untuk kedua kalinya.
" tenanglah , walau dia telah kehilangan Tuan dan Nyonya besar didepan matanya dan dengan ketidak berdayaan dirinya waktu itu, aku yakin dia akan menjadi seorang yang lebih kuat dan hebat !" kata Sora penuh keyakinan, enta dari mana dia mendapat kepercayaan diri yang begitu besar, tapi Jimmy tau. Xuan tidak sendirian..
" hm, aku juga berharap begitu !" kata Jimmy dengan senyum lembut diwajahnya.
sementara itu disisi lain..
" oh, ya ! siapa anak yang tadi ?" tanya Robert pada Fumio yang kini sedang membantu Robert mengkoordinir pasukan.
__ADS_1
" ah, dia tuan muda Hirasaki !" kata Fumio lembut
" hm, anak itu tidak mengerti situasi dan kondusi , pantas dihukum !" kata Robert kesal
" menurutku tidak begitu ! "
" eh...apa kamu mendukung anak itu !" Robert kesal
" aku tidak mendukung siapa pun, hanya saja menurutku dibanding dengan yang dilakukan Tuan Jimmy , aku lebih suka cara Hirasaki " ucap Fumio sembari memandang langit malam yang dihiasi sinar rembulan.
" eh, memangnya kenapa ?" tanya Robert terheran
" ya, aku telah melihat kesungguhan hati Tuan muda Xuan saat dia ingin membujuk Hirasaki ! walau dengan berbagai cara Hirasaki tidak mau tunduk akan tetapi dengan adu pukul mereka bisa saling mengerti !" kata Fumio
" eh, jadi dia bawahan tuan muda !" Robert terkejut bukan main, bagaimana bisa anak berusia 10 tahun menjadi bawahan tuan mudanya?
" hm, walau baru 3 hari bersamanya , tapi aku tahu ! Hirasaki adalah anak yang baik ! dia pasti akan melakukan apapun agar Tuan muda bahagia !" kata Fumio sambil tersenyum
" EH ...........!!!!!!!!!!" Robert benar-benar terkejut
" hehe...tenanglah , aku yakin tuan muda pasti baik-bak saja !"
" hah..." untuk pertama kalinya Robert mengalah, dia benar-benar tidak bisa mengerti sosok rekan barunya ini.
" permisi , dimana anggota keluarga Stevens ?" tanya seorang perawat mengalhkan atensi semua orang dan memecah keheningan yang dihiasi isak tangi Xuan.
" ah..." Jimmy bergegas berdiri dan menghampiri perawat itu
setelah berbincang cukup lama...
" ah, baik saja akan segera mengurus administrasinya !" kata Jimmy
" bagaimana ?" tanya Sora
" kita hanya harus menyelesaikan administrasinya !" kata Jimmy dengan wajah sendu, dia masih tidka percaya tuannya tewas begitu cepat. ini baru beberapa bulan sejak kematian nyonyanya, dan kini dia juga harus menghadapi kenyataan yang pedih ini.
" hah, aku akan mencarinya !" Sora berjalan keluar dengan langkah gontai dan kesal, setibanya diluar , air mata Sora menetes dengan sendirinya !
" ah? ini ? " Sora bingung dengan dirinya, dia tidak pernah meneteskan air mata sebelumnya, ini bukan dirinya. dia bukan orang yang lemah. Sora dengan cepat menghapus air matanya dan menggosok matanya dengan lengan secara kasar.
" dasar bodoh! kamu bukan pengecut !" kata Sora pada dirinya sendiri, setelah menghapus air matanya , Sora bergegas mencari Xuan
" ah, disana !" Sora menemukan Xuan yang masih berada dalam pelukan Hirasaki , denga cepat Sora berjalan mendekat ke arah mereka, setelah mendapati jarak cukup dekat dan tanpa sengaja Sora mendengar pembicaraan mereka
" Saki-nii! apa kamu tahu rasanya kehilagan ?" tanya Xuan
" ah, sudah hapus air matamu itu ! kamu bukan pengecut !" kata Hirasaki sambil menghapus air mata Xuan
" Xuan aku tahu bagaimana perasaanmu saat ini, aku pernah mengalami hal itu ! " terdengar jelas Hirasaki tengah menahan kesedihannya
" dulu ... orang tua ku mengalami kecelakaan saat berkendara !" kata Hirasaki pelan, wajahnya mendongak menatap langit malam. kilauan air mata membiar dipermukaan kelereng indah itu, bendungan yang dia bangun masih berdiri dengan kokok dan tak mungkin hancur?
" ah, apa yang terjadi?" tanya Xuan binggung
" saat mereka pulang dari kantor, ada pengendara yang tengah menyalip mereka ! "
" lalu ...?" Xuan bingung
" pengendara itu tengah berada dalam kondisi mabuk ! jadi saat menyalip bukannya berjalan lurus, dia berbelok menabrak ke mobil orang tua ku !" ucap Hirasaki dengan geram, setetes air mata mengalir dari sudut matanya dan jatuh membasaki pipinya. bendungan yang dia kira akan bertahan kini dapat meneteskan setetes air mata, dia tidak peduli. disana hanya ada Xuan dan dirinya, Hirasaki masih memandang langit malam, sebuah senyum tulus terukir diwajahnya.
" ah..." Xuan menyesal menanyakannya, HIrasaki yang sekarang sama seperti dirinya. berusaha menjadi kuat padahal sangat rapuh, hari ini Xuan bisa melihat setitik kecatatan pada Hirasaki. dan dia menyesal karena harus mengetahui hal itu.
" ma...maaf ! "
" ah, tidak apa ! ini hanya cerita lama , saat itu usia ku mungkin baru 3 atau 4 tahun !" kata Hirasaki yang langsung menatap Xuan lembut, disana masih ada bekas air mata yang mengalir dipipinya. HIrasaki mengusap lembut wajah Xuan dan menghapus air mata itu, sedangkan Xuan mulai mengulurkan tangannya.
" ah, kak !" Xuan menghapus air mata Hirasaki, sebuah senyum tulus kembali diukir oleh Hirasaki diwajahnya.
__ADS_1
tidak lama kemudian...
" ah, disini kalian rupanya !" Sora menyela pembicaraan mereka