TIME

TIME
episode 2


__ADS_3

memory


.


.


.


Saat melewati hutan tempat dia dan ibunya sering bermain, xuan teringat akan kenangan indah bersama ibunya, dia pun berhenti dan masuk ke hutan tersebut


srek ....


srek ....


suara langkah kecil yang menerpa rerumputan, menghempas dedaunan dan ranting yang menghalangi jalannya. kicau burung dan deru angin saling bersaut memberikan keindahan, seakan hutan itu ingin manghibur Xuan.


"Mama ...." ucap Xuansambil berkaca-kaca menatap langit


"Apa Mama lihat! Sebenarnya.. hutan ini pun mencoba menghiburku.."


"andai Mama bisa melihat ini bersama dengan ku ........." Xuan menundukkan kepalanya, tetesan air mata mulai mengalir membasahi pipinya. setelah sekian lama Xuan menangis, jiwanya letih angannya hancur, dia pun tertidur di bawah pepohonan begitu saja.


SREK !! ... SREK !! ...


tiba-tiba terdengar suara yang dibuat dari semak-semak membangunkan Xuan.


"SIAPA DISANA ....?"


"KELUARLAH !!" teriak xuan sambil gemetar, sementara tubuh xuan masih dalam kondisi tidak stabil dia tau tidak apa dirinya mampu melawan.


SREKK !! SREKKK !!


"ah..TUAN MUDA !!" teriak salah seorang pengawal yang ditugaskan Alex untuk mencari Xuan


"TUAN MUDA !!! tuan muda, apa anda baik-baik saja? Apa anda terluka?" Tanya pengawal dengan buru-buru, terlihat jelas dari wajahnya dia sangat khawatir pada Xuan.


"huh, aku tidak apa-apa! lepaskan pelukanmu sekarang juga, aku tidak bisa bernafas"


"ah, ma..maaf kan saya tuan muda, saya tidak sengaja!"


"ugh .., bagaimana kalian menemukan tempat ini?" tanya Xuan bingung, karena hanya sedikit orang yang mengerti jalur menuju ke hutan itu.


"Tuan besar yang meminta saya, saya hanya menjalankan perintahnya" kata pengawal itu


"baiklah jika dia yang suruh maka aku akan kembali .." kata Xuan pelan


"ah, Syukurlah tuan muda" kata pengawal itu sambil tersenyum pada Xuan. pengawal itu langsung mengangkat tubuh Xuan dan meletakkannya di gendongannya.


"jimmy!" panggil Xuan yang menyandarkan tubuhnya pada punggung pengawal itu.


" apa ada masalah tuan muda?" tanyanya pada Xuan yang ada di punggungnya


"Sebelum ke rumah bisakah kau membawaku ke makam Mama?" pinta xuan


"baiklah asal tuan muda senang, saya akan melakukan apa saja untuk tuan muda" jimmy mengatakan itu dengan senang, sesampainya dimobil Xuan langsung tertidur, sementaar jimmy mengemudikan mobil dan pergi ke pemakaman.


setibanya di pemakaman...........


" tuan muda kita sampai..."ucap  jimmy mencoba membangunkan Xuan


" ugh, " Xuan yang terbangun langsung menggosok matanya


" tunjukkan tempatnya "


jimmy langsung mengangkat Xuan dan menaikkan nya kepunggungnya....


" ahh, jimmy apa yang kamu lakukan  !!"


" tuan muda baru bangun, pasti lelah, karena itu biar saya yang mengendong tuan muda " Jimmy tersenyum dengan lembut


" terserah dirimu saja " xuan tersipu malu

__ADS_1


TAK ! TAK !!


suara langkah kaki jimmy yang mendaki anak tangga terdengar sangat jelas, mereka berjalan hingga ke puncak. setibanya di puncak.


" tuan muda, kita sudah sampai " jimmy membangunkan Xuan yang baru tertidur sejenak di punggungnya.


" ini...indah sekali !!" mata Xuan langsung terbuka melihat keindahan padang bunga yang terhampar didepan matanya.


" ahh, Jimmy ! "


" apa ada masalah tuan muda ? " tanya jimmy pada Xuan


" apa itu..... makam Mama............ ? " tanya Xuan bingung


jimmy hanya menunduk dan terdiam...


" ugh......" xuan menggigit bibirnya, air mata mulai menetes perlahan dari wajahnya


" mama, maaf kan Xuan" xuan berlari ke arah makam violet


BRUKK!!!


" Xuan minta maaf, ini salah Xuan " Xuan yang tak mampu berdiri terjatuh lemas, air matanya mengalir membasahi wajahnya


" ahhh, Tuan muda !! " jimmy panik karena tiba-tiba Xuan jatuh.


" jangan mendekat " suara lirih Xuan terdengar jelas, terdapat nada kesedihan dan ketakutan dalam suaranya


" mama, maaf .... "


"maafkan xuan.........."


"maaf"


xuan terus mengatakan maaf didepan makam violet. seakan dirinya telah melakukan kesalahan besar, padahal dirinya hanya seorang anak kecil yang tidak tahu apa-apa.


" ah, tuan muda..." dari suaranya jelas sekali, jimmy tengah mengasihani Xuan..


" jimmy ! " Xuan mulai menghapus air matanya dan mulai berdiri....


" ajari aku cara menggunakan senjata ! " jawab Xuan dengan tegas


" kalau itu saya...? " jimmy menjawab xuan dengan ragu-ragu


" tenang saja aku akan bicara pada Papa, aku harus menjadi kuat "


keinginan


.


.


.


"jimmy atur pertemuanku dengan papa, aku ingin bertemu dengannya !"


"baik tuan muda" jimmy menundukkan kepalanya, menunjukkan rasa hormatnya pada Xuan


keesokan harinya ...


"Xuan sayang !!!!"Alex berlari memeluk Xuan.


"hu..hu ... Xuan sayang kamu sudah baikkan bukan? Apa ada yang masih sakit?" Alex memeluk Xuan dengan erat hingga Xuan tidak bisa bernafas.


"ugh ... Pa..Papa .. lepaskan, a..ku ti..dak..bisa..ber..nafas!"


"ah, maaf ...." alex segera melepaskan pelukannya dan mengelus kepala putranya


"ugh ..., sakit .." keluh Xuan pada papanya


"ah, maaf-maaf, papa tidak sengaja ..." Alex yang merasa bersalah menggaruk tengkuknya sambil tersenyum pada Xuan .

__ADS_1


"Syukurlah papa segera melepaskan pelukan papa, jika tidak aku bisa tercekik" kata Xuan dengan kesal


"baiklah maaf, jadi apa yang kamu inginkan?" tanya Alex pada Xuan.


"Karena ayah sudah mengerti arah pertemuan ini, maka langsung saja!"


BRUKKK !!!!


tiba tiba xuan berlutut ditanah dan memohon pada ayahnya


"Aku .., aku mohon ayah, kirim aku ke china ..... izinkan aku belajar di sana, izinkan aku belajar bela diri, dan belajar menggunakan senjata." ucap Xuan sembari berlutut dan membuat Alex terkejut bukan kepalang.


"ah, .." alex hanya bisa terdiam dan melihat


"Aku mohon ayah ..."


"Aku mohon, izinkan aku belajar ilmu beladiri ..."


"Aku mohon, aku sudah bukan anak kecil lagi saat ini ..., aku mohon ...."


"izinkan aku berhadapan dengan kerasnya dunia ini, aku mohon ..... ayah. !!!!"


tanpa sadar air mata-nya mulai mengalir dengan sendirinya. Xuan benar-benar lepas kendali, dia benar-benar tidak bsia menahan kesedihan dan amarahnya lagi.


"hahh ...." alex menghela nafas panjang dia pun turun dan mengangkat tubuh putranya


"sayang lihat mata papa !!"kata alex dengan berat, xuan pun berdiri dan menatap mata ayahnya dalam.


xuan apa pun yang terjadi kamu adalah anak kesayangan papa"


" ugh.." Xuan langsung memeluk Alex.


" papa , hu..hu..., terimakasih pa " Xuan menangis keras dalam pelukan ayahnya


" tidak apa sayang, kamu bisa menangis sepuasmu. Papa akan selalu ada bersamamu !" jawab alex


" ugh.." Xuan menghapus air matanya dan mulai berdiri


" tidak pa, aku janji. Aku tidak akan pernah menangis lagi !"


" aku tidak akan pernah menjadi lemah untuk apapun, sebelum aku menemukan wanita itu aku tidak akan pernah menagis didepan makam mama ! " Xuan yang mengepal tanggannya menunjukkan seberapa kuat tekadnya


" hahh..." alex mengehla nafas panjang


" baiklah kalau begitu, apa sekarang kita bisa makan ? " tanya xuan.


" ah, tuan muda makanannya sudah dingin, saya akan segera mengambilkan yang baru ! " jimmy bergegas memanggil pelayan untuk memberi tahu pelayan dapur


" tidak perlu , jimmy " kata Xuan pelan.


" hm..., kami akan makan ini saja " senyum alex lembut .


" baik tuan , pelayan!" jimmy membungkuk dan mempersilahkan para pelayan untuk melayani kedua tuannya, Para pelayan pun bergegas melayani kedua tuan mereka


" oh ya ayah, aku akan pergi besok ! " ucap Xuan yang membuat Alex tersedak. dia tidak percaya kalau Xuan  adalah putranya jika sifatnya sangat mirip dengan ibunya.


" eh, kenapa kamu terburu-buru sekali ?" jawab alex dengan murung


bagaimanapun Xuan adalah satu-satunya penerus keluarga Stevens, apa lagi setelah kematian violet , alex benar-benar takut kehilangan putranya.


" tidak apa ayah, aku bisa menjaga diriku ..." ucap Xuan dengan penuh harap dan tekad


" baiklah...."


" kamu bisa pergi, ayah memberikan mu sebuah mansion untuk tinggal, tapi kamu tidak boleh membawa pelayan, tidak boleh membawa uang , itu adalah syarat dari papa" kata Alex pada Xuan


Para pelayan dan Jimmy terkejut mendengar ucapan Alex


" tuan besar , maaf saya lancang. tapi bukankah itu terlalu berlebihan untuk tuan muda kecil. "


" Tuan muda kecil baru berusia 7 tahun, bukannya itu saja aja dengan membunuh Tuan muda kecil! " jawab jimmy spontan

__ADS_1


" Jimmy kamu tidak perlu memberi tau ku, aku tau apa yang aku lakukan...." Alex bicara sambil meneguk segelas red wine tahun !1978


VICTOR_WRITE


__ADS_2