
"Lea!!!!" Teriak Rara yang baru saja menginjakkan kakinya di pintu toilet. Rara melihat wajah Lea yang begitu pucat dan tak lama Lea pun jatuh pingsan.
Karena panik Rara pun meminta tolong pada seseorang yang ternyata itu adalah David. Rara sama sekali tidak peduli jika yang ia mintai tolong adalah presiden di perusahaannya sendiri yang Rara pikiran hanyalah menolong Lea.
"Pak tolong, tolong temen saya pak. Saya mohon" mohon Rara sembari menangis takut bercampur cemas.
"Siapa temen kamu? Terus sekarang dia dimana?" Tanya David yang ikut-ikutan panik.
"Lea pak. Dia di toilet. Tolong pak" jawab Rara. Sungguh sekarang perasaan Rara begitu campur aduk. Ada rasa takut, cemas, panik, dan Rara sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa.
David yang mendengar ucapan gadis itu yang mengucapkan nama Lea, tanpa pikir panjang langsung berlari menuju toilet wanita yang tak jauh dari tempatnya berdiri. David berharap dirinya salah yang mengira itu adalah Lea putri kecilnya. Tapi pupus semua harapan David ketika dia melihat Lea putri kecilnya sudah tersungkur tak sadarkan diri di lantai dingin toilet.
"Lea bangun, ini Om David. Lea bangun ya" ujar David sembari berusaha membangunkan Lea yang masih terus menutup matanya rapat-rapat.
"Tolong kamu bilang ke supir di depan buat nyiapin mobil kantor" perintah David pada Rara.
Rara pun berlari sekencang mungkin dari toilet menuju lift untuk turun ke lantai bawah. Ketty yang melihat Rara berlari kencang itupun merasa heran. Tapi Ketty acuh saja, ia berpikir mungkin Rara sedang ingin menemui seseorang.
Di dalam toilet David mencoba menggendong Lea yang masih dalam keadaan pingsan. David membawa Lea keluar dari toilet dan langsung memasuki lift untuk menuju lantai bawah. Lagi-lagi Ketty dikejutkan dengan keadaan Lea yang sudah sangat pucat pasi dan juga pingsan. Ketty ikut cemas ketika melihat keadaan Lea yang seperti itu. Tanpa pikir panjang Ketty pun ikut memasuki lift yang sama dengan David dan Lea.
"Pak Lea kenapa?" Tanya Ketty panik.
__ADS_1
"Dia pingsan di toilet dan tadi teman kamu yang nemuin" jawab David masih dengan pikiran kacau tidak tenang.
Sesampainya di lantai paling bawah, David langsung berlari keluar lobi dan memasukkan Lea ke dalam mobil yang sudah di siapkan oleh supir kantor.
"Kalian tetap di sini. Tolong izinkan Lea ke atasan kalian dan pekerjaan dia tolong kalian handle ya. Urusan Lea biar saya yang selesaikan" jelas David tegas.
Dalam perjalanan David hanya mampu berdoa dalam hatinya untuk kebaikan Lea. David tidak bisa jika harus melihat Lea yang selemah ini. Perjalanan hidup Lea sudah sangat memprihatikan, sekarang kenapa Lea juga harus di hukum atas kesalahan orang tuanya. Pikiran David memang akan sangat kacau jika sudah seperti sekarang ini.
"Pak tolong panggil suster atau dokter untuk bawa brankar ke sini. Tolong cepat ya pak. Saya akan mengeluarkan Lea dulu" pinta David masih dengan rasa cemasnya.
Tak lama beberapa orang berlari menuju ke arah David. Tidak mau membuang waktu lagi David menidurkan Lea di atas brankar rumah sakit.
Saat masuk ke dalam ruangan ICU, David hanya dapat menunggu di luar dan berharap-harap cemas.
"Gimana keadaan putri saya?" Tanya David khawatir.
"Pak David, saya akan melakukan beberapa tes lagi. Dan ada hal yang ingin saya sampaikan. Saat pemeriksaan tadi saya menemukan gejala leukemia limfositik kronis. Saya akan melakukan tes lanjutan untuk memastikannya. Dan jika terbukti, kita akan semakin sulit untuk berjuang agar Lea sembuh. Kangker hati yang kemarin baru memasuki stadium 2 sekarang sudah menjadi stadium 3. Jika benar Lea mengidap leukemia limfositik kronis maka kemungkinan akan sembuh hanya 26%. Ini memang akan sangat sulit untuk kita. Dan untuk hidup Lea selanjutnya kita hanya bisa berserah" jelas dokter Fahri.
Dokter Fahri pun sama terkejutnya dengan David. Bagaimana mungkin dua penyakit mematikan mendekam di dalam tubuh lemah milik Lea. Kesembuhan Lea di perkirakan hanya 26%. Kecil kemungkinan Lea akan sembuh.
"Lakukan yang terbaik dok" pinta David dengan air mata yang sudah meluruh deras. Bagaimana gadis kecil yang memiliki takdir menyakitkan kini harus mendapat kenyataan baru yang begitu menyakitkan. Leukimia bukanlah penyakit yang bisa di anggap remeh sama sekali.
__ADS_1
Penyakit leukimia atau lebih tepatnya leukemia adalah kanker darah akibat tubuh terlalu banyak memproduksi sel darah putih abnormal.
Apalagi yang di derita oleh Lea adalah leukemia limfositik Kronis. Leukemia limfositik kronis adalah jenis kanker darah yang terjadi akibat kelainan pada sumsum tulang. Istilah ‘kronis’ pada leukemia limfositik ini menandakan bahwa penyakit ini berkembang secara perlahan dalam jangka panjang.
Entah apa yang harus di lakukan oleh David sekarang ini. Tidak mungkin jika ia tidak memberitahu pada Lea, seiring berjalannya waktu Lea pasti akan tau kenyataan pahit ini.
David baru akan memberi tahu pada Lea jika benar dirinya terdiagnosis kanker tersebut. Sebelum memastikannya David tidak akan mengatakan pada Lea terlebih dahulu.
Setelah satu jam menunggu akhirnya dokter Fahri keluar bersama seorang dokter lain yang mungkin ahli leukemia. David pun segera beranjak menghampiri dokter Fahri untuk menanyakan keadaan Lea.
"Gimana dok?" Tanya David tak sabaran.
"Sebelumnya perkenalkan ini dokter Rizal. Dia yang menganalisis gejala yang sudah saya temukan sebelumnya. Dokter Rizal juga yang akan menjelaskan kepada anda tentang keadaan Lea" jawab dokter Fahri. David pun otomatis langsung menatap dokter Rizal dengan tatapan bertanya.
"Mari ikut saya ke ruangan saya" ujar dokter Rizal lalu berlalu pergi setelah berpamitan dengan dokter Fahri. David pun mengikuti langkah dokter Rizal menuju ruangan dokter tersebut.
Setelah sampai di dalam ruangannya, dokter Rizal masih diam sama sekali belum mengucapkan satu patah kata pun. Hingga akhirnya David yang memecah keheningan di antara mereka.
"Dokter gimana keadaan Lea?" Tanya David cemas.
"Setelah saya melakukan beberapa analisis dan juga pemeriksaan, pasien di nyatakan mengidap leukemia limfositik kronis. Kangker tersebut telah menyebar di dalam tubuh pasien. Dari hasil pemeriksaan kangker tersebut telah memasuki stadium lanjut. Karena adanya kangker hati yang di derita pasien, kemungkinan untuk sembuh sangatlah kecil. Saya dan dokter Fahri akan berusaha semaksimal mungkin untuk kesembuhan pasien. Anda juga harus membawa pasien untuk cek up rutin setiap bulan agar kami tim medis bisa mengendalikan penyakit itu untuk tidak terus menyebar. Dan ini hasil tes lab yang sudah kami lakukan" jelas dokter Rizal sembari menyerahkan amplop yang berisikan keterangan tentang penyakit baru yang di derita oleh Lea.
__ADS_1
"Dan saya sarankan untuk segera mencari pendonor sumsum tulang belakang. Dan alangkah baiknya jika salah satu keluarga yang mendonorkannya" lanjut dokter Rizal yang semakin membuat David tak berdaya.