
satu bulan berlalu saat nya Grace,Chika, Nessa dan tim mereka yang akan mendampingi dokter koas sedang mempersiapkan segala sesuatu yang akan di perlukan di sana.begitupun dengan Grace dan putra yang akan bersiap untuk pengajuan.
Grace menaruh koper dan semua kebutuhan nya di rumah Chika agar semua orang yang ada di rumah nya tidak curiga dan Grace mendapat izin dari mama Chika karena Grace sudah di anggap seperti anak sendiri oleh mama chika dan mama Nessa begitupun papa papa mereka.
"Grace besok kan Lo sama mas putra pengajuan"kata Chika
"gue tahu tapi gue belum siap"kata Grace
"ya udah kalau itu kemauan Lo gue ikut aja"kata Chika
"makasih udah dukung gue"kata Grace sambil memeluk Chika dan memulai merapikan koper koper mereka yang akan di bawah tiba tiba Nessa datang dan langsung berbicara kepada Grace untuk meyakinkan keputusan nya.
"grace nanti malam kita udah berangkat"kata Nessa
"emang iya terus?"kata Grace
"ya nggak apa sih gue cuma yakini Lo kalau keputusan yang Lo nggak salah?
dan apa pun itu keputusan loh gue sama Chika dukung kok"kata nessa
"makasih"kata Grace dan mereka bertiga langsung berpelukan.
telpon Grace berbunyi siapa lagi kalau bukan putra yang menelponnya untuk
mengingatkan nya mengenai pengajuan mereka besok.grace melihat kedua sahabatnya dan menjawab panggilan dari putra.
"Halo?"kata putra
"ni orang nelpon mulu nggak capek apa?"kata batin grace
__ADS_1
"iya halo mas"kata Grace menjawab panggilan dari putra
"sore nanti setelah pulang kerja aku antar baju PSK Persit ke rumah kamu supaya di pake besok dan jangan lupa kamu pelajari lagi berkas berkas aku agar kamu bisa jawab pertanyaan dari atasan saya"kata putra
"ingetin trus Lo pikir gue selama ini baca berkas Lo nggak pernah sama sekali kasian banget kamu pasti baca berkas aku rasain.
padahal besok pengajuan nya batal"kata batin grace
"iya mas"kata Grace
"kalau gitu saya Matin panggil nya"kata putra kepada Grace dan mematikan panggil telepon nya
"dasar aneh nggak bosan apa ingatin aku dia pikir aku nggak capek apa?"kata Grace emosi karena putra selalu mengingat kan kepada nya mengenai berkas berkas untuk pengajuan mereka berdua.
"yang sabar ya Grace"kata Nessa
"iya sabar dikit Napa sih?"kata chika
"dari pada kalian ngomong sabar sabaran mending kalian bertiga bantuin mama buat masak makan siang kita"kata mama Chika menghentikan perdebatan mereka bertiga.
mereka bertiga kemudian mengikuti mama Chika ke dapur dan membantu menyiapkan bahan bahan yang di perlukan.
masakan mereka telah selesai dan tertata rapi di meja makan.mama Chika memangil papa dan kedua Kaka Chika untuk makan siang bersama
"wangi banget masakan mama"kata Kaka Chika raja
"kak raja"kata Chika,Grace,dan nessa dengan suara rengekan dan muka yang cemberut
"ada apa ini kok anak papa yang cantik cantik muka nya cemberut?kata papa Chika bergabung di meja makan
__ADS_1
"kita bertiga juga yang masak jadi inikan masakan kita juga",kata Nessa
"kalau gitu masakan kalian yang paling enak mama ngalah kalau gitu"kata mama Chika
"nah gitukan adil"kata Grace
"adil apaan?"kata raja
"raja jangan ganggu adik adik kita yang cantik ini"kata Kaka Chika yang bernama sila
"iya kak"kata raja dan kemudian mereka menikmati makan siang mereka dengan nikmat seusai nya makan sang mereka Grace pamit pulang ke rumah nya karena sudah jam 03:00 sore Grace di antar oleh Nessa yang juga berpamitan untuk pulang.
Grace turun dari mobil Nessa kemudian Nessa langsung pergi.
saat Grace akan memasuki rumah nya ada sebuah mobil berhenti.
"Grace"kata putra memanggil Grace
"mas putra"kata putra
"saya mau ngasi ini baju PSK untuk di pakai kamu besok"kata putra sambil menyerahkan pakaian tersebut kepada Grace
"oh makasih mas"kata Grace sambil menerima
"kalau gitu saya permisi"kata putra
"mas putra nggak mampir dulu?"kata Grace
"nggak usah saya langsung pulang aja"kata putra
__ADS_1
"ya udah kalau gitu hati hati mas"kata Grace yang mendapat kan anggukan kepala oleh putra.putra langsung menjalankan mobil nya.