TNI &DOKTER

TNI &DOKTER
BAB 28


__ADS_3

batalyon infanteri 173 Jakarta (asrama)


kediaman keluarga Wijaya


dua keluarga yang sebentar lagi menjadi besan sedang duduk bersama sambil berbincang-bincang mengenai persiapan pengajuan dan pernikahan kedua anak mereka.


Grace Yang duduk tak henti-hentinya mengumpat dalam hati karena sepasang mata yang terus menatap nya seperti ingin memangsa buruannya.


"ngapain si lihatin gue terus mau mata Lo gue masukin cabe"kata batin grace


"ma,pa putra izin mau ngomong sama grace"kata putra kepada kedua orang tua grace


"nak putra Grace inikan calon istri kamu jadi nggak perlu minta izin segala"kata Mama Elvina.putra pun hanya tersenyum dan melihat ke arah Grace agar berdiri


"mendingan kalian ngobrol di kamar grace aja,kita percaya kok putra nggak bakalan melakukan hal yang aneh"kata Mama Elvina dan di setujui oleh pak Herry


"gue nggak salah dengar kan?kata batin grace


ngapain juga si pake ngomong berdua"kata batin grace kesal


"Grace ajak nak putar sana ke kamar kamu"kata mama Elvina


"i,,iya ma"kata grace

__ADS_1


Grace dan putra pun menaiki tangga menuju kamar grace.sekarang mereka berdua berada di kamar grace dan putra lah yang mulai membuka suara untuk berbicara kepada Grace.


"pakaian psk yang saya kasih kamu masih simpan kan??"kata putra kepada Grace


"i,,iya aku masih simpan kok"kata Grace melihat kearah lain


"dua hari lagi kamu pakai kita pengajuan"kata putra


yang membuat Grace membulatkan matanya


tidak percaya


"kamu nggak bercanda kan mas"kata Grace tidak percaya


"saya tidak bercanda"kata putra dingin


"nggak dan menurut saya lebih cepat lebih baik"kata putra


"terserah kamu aja mas"kata Grace


"kalau begitu sekarang kita turun dan beritahu keluarga kita"putra


putra dan grace turun ke lantai bawah dan memberitahukan kepada kedua orang tua mereka mengenai pengajuan mereka berdua yang akan dilakukan dua hari lagi.

__ADS_1


"kalau itu keputusan kalian kami sebagai orang tua hanya merestui dan menyetujui"kata pak Rayhan


"iya kami merestui dan menyetujui"


"terima kasih pa,ma"kata putra kepada kedua orang tua nya dan Grace.


"terus bagaimana dengan pernikahan kalian?


apakah kalian sudah memikirkan mengenai hal tersebut?"kata pak Herry


"sudah pa kami akan menikah dua Minggu berikutnya setelah pengajuan"kata putra yang membuat Grace seperti tertusuk panah.grace hanya diam meskipun ingin sekali dia melawan namu ia teringat akan janjinya untuk menerima perjodohan ini.


"Alhamdulillah"kata semua nya bersamaan kecuali Andra yang hanya duduk tanpa berbicara kepada yang lainya.


"kalau kalian sudah menentukan


kami semua mendukung keputusan kalian berdua".kata mama Elvina


"iya mama dan papa mendukung keputusan kalian berdua"kata ibu Vega


karena semua perihal mengenai persiapan pengajuan dan pernikahan putra dan grace sudah di setujui oleh kedua keluarga dan ditentukan.mereka semua bersama sama menikmati hidangan malam yang sudah di sediakan.


seusai nya makan malam mereka pak Rayhan,ibu Vega dan putra pamit pulang kepada keluarga Wijaya.

__ADS_1


mobil yang di tumpangi keluarga Pratama pun pergi meninggalkan rumah Keluarga Wijaya.


setelah kepergian keluarga Pratama mereka semua memasuki rumah dan kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat.


__ADS_2