
batalyon infanteri 173 Jakarta
(rumah dinas keluarga Wijaya)
"Adrian, Andro apa kalian sudah menemukan
keberadaan Grace?"kata pak Herry
"belum pa"kata Adrian dan Andro bersamaan
"kalau kamu andra?"kata pak Herry
"belum pa"kata andra
udah pa Andra udah tahu grace dimana tapi nggak bakalan di kasih tahu biarin aja grece pergi dia lagi nenangin diri nya jadi aku nggak bakalan KASIH TAHU"kata batin andra
"papa sudah memberikan kalian waktu bahkan ini sudah satu bulan namun kalian belum juga mengetahui keberadaan Grace"kata pak Herry
"maaf pak"kata Adrian, Andro,dan andra bersamaan
__ADS_1
pak Herry yang mendengar perkataan ketiga anak nya hanya menarik napas panjang dan menghembuskan nafas dengan kasar.
sebenarnya Andra sudah mengetahui tentang kepergian grace ke Papua karena teman nya yang bernama Dika bertemu dengan Grace saat mengantar saudara nya ke bandara internasional Soekarno-Hatta dan saudara Dika juga merupakan seorang dokter yang juga termasuk salah satu tim kesehatan
yang akan berangkat ke papau saudara Dika adalah dokter Arya itu lah sebabnya Andra mengetahui kepergian Grace karena Andra di beritahukan oleh dika.
Papua, Wamena
terlihat pandangan yang indah di desa wamaroma dan juga masyarakat nya yang sedang melakukan aktivitas mereka seperti bercocok tanam dilahan perkebunan masing masing.grace, Chika, dan Nessa berada di kebun milik mama Lukas mereka bertiga mengikuti Mama Lukas ke perkebunan nya
di sana mereka juga belajar bercocok tanam.
"ini ubi ungu kalau di Papua nama nya petatas tinta Karen warna ungunya yang kental seperti tinta bolpen"kata mama Lukas
"ooohh cantik sekali warna nya"kata Grace
mereka kemudian melanjutkan pekerjaan mereka yaitu bercocok tanam dan juga memanen tanaman seperti sayuran dan ubi hingga hari menjelang sore akhirnya mereka pulang ke rumah.
tak terasa hari,minggu dan bulan berlalu begitu cepat sudah tiga bulan mereka tinggal dan melakukan tugas mereka di
__ADS_1
Papua,Wamena dan saat nya untuk mereka kembali ke kota Jakarta bertemu dengan keluarga mereka dan melakukan tugas mereka sebagai seorang dokter maupun perawat.
grace,Chika,chika dan lainnya berpamitan dengan semua masyarakat desa wamaroma
meskipun dengan berat hati dan air mata kesedihan mereka harus tetap kembali ke Jakarta.
"terima kasih buat semua masyarakat desa wamaroma yang sudah menerima kami dengan baik disini dan kini saat nya kami akan kembali ke Jakarta karena tugas kami disini telah selesai sekali lagi saya memakili semua tim saya mengucapkan terima kasih dan selamat tinggal".kata dokter Arya kepada seluruh masyarakat desa wamaroma dan berpamitan
"terima kasih dan selamat tinggal sampai jumpan mama,papa,kaka dan adik adik semua nya"kata Chika dengan air mata yang berlinang membasahi pipinya.
"Kaka dokter jangan lupa Lukas dan teman teman" kata Lukas memeluk chika,Grace,dan Nessa sambil menangis.
"iya Kaka dokter tidak akan lupa kok sama Lukas dan teman teman Lukas"kata Chika yang ditangguhkan kepala oleh Grace dan Nessa
sambil mereka memeluk Lukas.
tak lupa juga Grace, chika dan Nessa memberikan bikisa kepada Lukas berupa alat alat belajar agar Lukas semakin rajin belajar
begitupun dengan tim kesehatan mereka juga memberikan kepada anak anak kecil.
__ADS_1
mereka pun pergi meninggalkan desa wamaroma menuju bandara wamena.