
batalyon infanteri 173
Grace terbangun dari tidurnya Karen mencium aroma masakan yang sangat enak
entah siapa yang memasak sarapan pagi.
"hoem,,hoem,, wangi banget siapa yang masak pagi pagi"kata Grace bangun dari tidurnya dan berjalan keluar kamar nya menuju ke arah dapur.grace pun sangat terkejut melihat putra yang sedang berada di dapur memasak sarapan pagi mereka berdua.
"mas putra"kata Grace kepada putra.
"kamu udah bangun"kata putra
"iya,,,,kenapa kamu nggak bangunin aku biar aku yang siapin sarapan buat kita berdua"kata grace
"aku tahu kamu pasti capek karena itu aku nggak bangunin kamu"kata putra
"tapikan tetap aja menyiapkan kebutuhan kamu dan aku adalah tanggung jawab aku sebagai seorang istri"kata grace
"iya aku tahu,dari pada kamu banyak ngomong mendingan kita makan aku udah lapar banget"kata putra
"tapi aku belum mandi mas, kamu aja yang sarapan duluan aku mau mandi dulu minder tahu aku sama kamu mas karena kamu udah mandi aku belum"kata Grace
"kamu nggak mandi juga masih cantik kok,
ayo kita sarapan dan kamu nggak boleh nolak"kata putra sambil menatap Grace.grace yang ditatap oleh putra pun merasa malu dan muka nya mulai memerah.
"gombal"kata Grace tersenyum malu
"aku nggak gombal emang benaran kok"kata putra mendekat ke arah Grace
"mau ngapain kamu mas"kata Grace memundurkan langkahnya namun dengan sigap putra menahan tangan nya.
"kamu cantik kok"kata putra sambil menatap mata Grace.
"mas ayo kita sarapan keburu dingin"kata Grace mengalihkan perhatian
"iya,,,, ayo kita sarapan"kata putra dan mereka berdua pun langsung duduk dan menikmati sarapan pagi nya.
Rumah sakit kasih
__ADS_1
"dret,,dret,,dret,,"suara nada dering yang berasal dari hp milik Nessa
"aduh siap si nelpon gue? nggak tahu apa pagi itu orang kerja"kata Nessa kesal lalu mengambil ponsel yang berada di dalam saku nya tanpa melihat nama penelpon.
"haloooo"kata Nessa kesal
"ehem"suara deheman seorang pria dari seberang telepon.
"haloo"kata Nessa
"ehem"suara deheman seorang pria
"aduh siapa si nggak ada mulut apa atau bisu?mohon maaf saya nggak bisa bahasa isyarat,lain kali aja telpon saya jamin saya akan belajar bahasa isyarat agar saya paham, atau mungkin Anda salah sambung"kata Nessa ingin mematikan panggil telepon nya namun ada suara yang langsung membuat nya terkejut.
"lihat nama siapa yang menelepon kamu"kata pria tersebut kepada nessa. Nessa yang mendengar perkataan pria tersebut langsung melihat nama penelpon yang ternyata adalah.
"k,,kak A,,adrian"kata Nessa terbata bata
"kamu uda tahu kan siapa yang nelpon kamu"kata pria tersebut yang tak lain adalah Adrian Kaka Grace.
"Nessa **** banget si Lo kenapa nggak dilihat siapa yang nelpon kamu"Kata batin nessa
"i,,iya kak Adrian ada apa nelpon Aku"kata Nessa
"adu gue jawab apa yah?gue bilang ada aja"kata batin Nessa
"eeeee a,,ada kak"kata nessa berbohong
"kamu nggak bohongin saya kan?"kata Adrian curiga
"adu dia kok bisa tahu kalau gue bohongin dia?"kata batin Chika
"mana mungkin aku bohongin kak Adrian, tapi kalau kak Adrian memang ada perlu sama aku.aku bisa batalin kok"kata Nessa
"kalau begitu saya mau kamu batalin urusan kamu karena saya mau kita berdua ketemuan jam 07:00malam nanti saya akan menjemput kamu di rumah mu"kata Adrian
"iya kak Kalau begitu aku matikan panggil nya kak"kata Chika.
"oke kalau begitu"kata Adrian kepada Nessa dan nessa pun mematikan panggil telepon nya.
__ADS_1
"cieeeeeeee yang ditelpon kak Adrian"kata chika mengoda Nessa.
"apaan sii"kata Nessa malu dan kesal dengan chika.
"gitu aja ngambek"kata Nessa
"diam nggak"kata Nessa kesal
"iya gue diam janji✌️"kata Chika sambil mangajukan Dua jari nya
"awas kalau kamu godain aku"kata Nessa
Chika dan Nessa melanjutkan pekerjaan mereka lagi mengecek kesehatan pasien mereka.
batalyon infanteri 173.
"mas"kata Grace memanggil putra yang sedang menonton TV di ruang nonton
"iya ada apa?"kata putra sambil melihat ke arah Grace
"kamu mau makan siang nya aku masakin apa?"kata Grace
"terserah kamu aja"kata putra
"kalau masakin racun boleh"kata Grace yang langsung membuat putra melihat ke arah nya
"apa kamu mau racunin aku?"kata putra sambil menatap tajam ke arah Grace
"hahahahha,,,,kata kamu terserah aku berarti boleh dong aku masakin racun buat kamu"kata Grace sambil menertawakan putra
"tapi nggak gitu juga,,awas kamu beraninya masakin racun buat aku"kata putra sambil menggelitik perut grace
"hahahahahaha,,,ampun mas,,,geli tahu"kata Grace sambil terus tertawa dan meminta agar putra berhenti menggelitik perut nya,putra pun berhenti.
"nggak usah masak kita makan siang diluar aja"kata putra
"emang kenapa? tadi aku cuma bercanda doang kok"kata Grace
"nggak kenapa-napa kok, kita makan diluar aja untuk saat ini kamu tolong pijitin kepala aku anggap saja ini hukum buat kamu"kata putra
__ADS_1
"mas kamu itu yah ambil kesempatan banget"
kata grace sambil memijat kepala putra.