TNI &DOKTER

TNI &DOKTER
BAB 30


__ADS_3

jarum jam menunjuk pukul 07:30 pagi hari, Grace terbangun dari tidur nya karena suara nada dering telepon yang mengganggunya.


grace mengambil hp nya yang berada di atas laci sebelah kanan tempat tidur nya dan melihat nama penelpon adalah beruang ijo (putra).


"ngapain lagi ni orang nelpon gue pagi pagi gini"kata Grace kesal sambil mengangkat panggilan dari putra


"halo"kata putra dari sebrang telepon


"iya,halo"kata Grace menjawab panggilan dari putra


"kamu kerja atau nggak hari ini?"kata putra


"ngapain dia nanya gue kerja atau nggak?"kata batin grace


"nggak"kata Grace


"kalau begitu kamu ke rumah dinas saya sekarang"kata putra


"ngapain aku kesana?, lagian ini masih pagi mendingan aku bobo syantik"kata Grace


"saya kasih kamu waktu 15 menit dan saya tunggu"kata putra tegas seperti sebuah perintah tanpa mendengar perkataan grace dan langsung mematikan panggil telepon nya.


"tap_________"kata grace terpotong karena panggil telepon dimatikan oleh putra


"dasar beruang ijo tahu nya perintah doang awas Lo bakalan gue balas nanti"kata Grace kesal dan emosi


Grace bangun dari tempat tidur nya lalu berjalan menuju kamar mandi.Grace lalu mandi setelah selesai Grace mengenakan pakaian,make up tipis dan bersiap siap untuk


turun ke lantai bawah.


"pagi ma,pa"kata Grace menyapa kedua orang tua nya.


"pagi sayang"kata mama Elvina dan pak Herry


"rapi banget mau ke kemana Grace"kata Andra bertanya kepada Grace


"aku mau pergi ke rumah dinas nya mas putra"kata Grace


"baru juga nikah kantor sekarang udah mau ke rumah dinas nya?"kata putra menggoda Grace


"maksudnya kak Andra apa?"kata Grace kesal


"digodain dikit aja kesal tapi kalau digodain calon suami mukanya merah"kata grace yang membuat Grace semakin kesal


"kak andraaaaaa"kata grace kesal sambil merengek.


"Andra jangan godain terus Ade kamu"kata pak Herry


"iya pa,,maafin Kaka"kata Andra


"haiisss yaudah aku maafin"kata Grace


Grace bersama kedua orang tua nya dan Andra menyantap sarapan pagi mereka setelah itu Grace pamit untuk pergi ke rumah dinas putra.grace hanya berjalan kaki karena rumah dinas putra berada di dalam batalyon.Grace telah sampai rumah dinas putra.


"tok,,tok,,tok"suara ketokan pintu rumah putra.


putra membuka pintu rumah nya dan. melihat Grace berdiri di depan pintu rumah dinas nya.


"kalau ke rumah orang biasakan untuk selalu mengucapkan salam"kata putra kepada Grace


"kalau ada tamu yang datang biasakan untuk mempersilakan masuk"kata Grace mengabaikan perkataan putra.


"kalau di nasehati jangan mengalihkan pembicaraan"kata putra


"kalau___________"kata Grace terpotong oleh ucapan putra dan membuat Grace kesal


"kamu mau sampe kapan di luar rumah terus?"kata putra


"siapa juga yang mau berdiri di luar capek tahu"kata Grace sambil menyelonong masuk ke dalam rumah dinas putra tanpa di persilakan masuk oleh putra.putra yang melihat tingkah Grace hanya menghembuskan nafas nya.


"sabar putra kalau nanti kalian sudah menikah kamu pasti bisa mendidik nya menjadi yang lebih baik"kata batin putra


"oh iya kamu nyuruh aku kesini untuk apa mas?"kata Grace bertanya kepada putra


"saya mau kamu melihat dan menentukan kebutuhan rumah tangga kita nanti,


kamu bisa menentukan peralatan dapur, serta kebutuhan rumah dan saya akan memberikan ATM kepada kamu tapi kamu harus ingat jangan BOROS"kata putra


"kesempatan yang berharga ni gue bakalan habisin duit nya hahahaha"kata batin grace sambil tertawa di dalam hatinya


"kalau gitu aku langsung saja menentukan apa yang perlu dan tidak"kata Grace


"sambil kamu lihat lihat saya mau pergi ke barak, karena ada beberapa hal yang mau saya sampaikan kepada anak buah saya mungkin hanya 30 menit saja.dan setelah itu kita pergi ke toko yang menjual perlengkapan rumah tangga dan di situ kamu bisa langsung memilih"kata putra


"oke kalau gitu aku mau lihat lihat apa saja barang barang yang diperlukan"kata Grace sambil melangkah ke arah ruang santai,kamar dan dapur untuk melihat dan begitu juga dengan putra yang juga pamit pergi ke barak


"ini dapur kok nggak ada peralatan masak, terus ini juga kenapa piring makan, sendok dan gelas nya cuma satu satu doang terus kompornya hock kecil kaya nggak ada tanda-tanda kemakmuran banget ternyata benar kata orang penampilan nggak menentukan.irit banget si sampai peralatan dapur aja nggak beli.kata Grace kesal sambil berjalan kearah kamar


"kok kamar nya hanya kasur satu badan,terus nggak tempat tidurnya lagi,awas kamu aku bakalan habis duit kamu hari ini juga"kata Grace sambil terus melihat lihat dan menentukan apa saja yang akan di beli nya.


tiga puluh menit berlalu putra telah kembali dari barak, putra lalu mengajak Grace untuk pergi ke toko yang menjual kebutuhan rumah tangga.mereka berdua telah sampai di toko dan di sambut oleh karyawan yang bekerja di toko tersebut.


"slamat siang"kata karyawan yang bekerja di toko


"siang"kata putra datar


"siang"kata Grace tersenyum


"ada yang bisa kami bantu mba dan mas?"kata karyawan


"kami mau melihat peralatan rumah tangga"kata Grace tersenyum sedangkan putra hanya diam


"kalau begitu saya akan mengantarkan mba dan mas untuk melihat lihat"kata karyawan


mengantar kan putra dan Grace melihat lihat


"kalau kulkas LG dua pintu berapa harga nya mas?"kata Grace


"harga kulkas LG 2,7 juta mba"kata karyawan.


"kalau gitu saya mau beli kulkas nya"kata Grace, putra yang mendengar perkataan Grace yang membeli kulkas dua pintu tanpa membicarakan dengan nya langsung mengajak Grace untuk berbicara.


"kok kamu beli kulkas dua pintu kenapa nggak satu pintu? saya bukan nya nggak mampu, karena menurut saya kita nggak terlalu memerlukan"kata putra


"aduh mas, pokok nya kulkas dua pintu sangat di butuhkan lagian aku bakalan penuhin kulkas dengan berbagai sayuran,buah, daging dll karena aku itu paling malas pergi ke mall,pasar nggak ada waktu jadi aku beli yang dua pintu biar aku penuhi,"kata Grace protes


'baiklah kalau begitu kita beli, terus apa lagi yang mau kamu mau beli?"kata putra memilih untuk mengalah


"aku mau beli semua yang aku butuhkan dan juga kamu"kata Grace


"terserah kamu yang penting nggak boros"kata putra mengingat kan kepada Grace


"kamu dari tadi ngomong nya jangan boros, boros kamu pikir belanja kebutuhan rumah tangga dari A-z nggak pake uang apa?kalau kamu nggak mau uang kamu habis nggak usah di keluarin aku yang bayar gampang kan!"kata Grace yang mulai emosi


"bukan seperti itu maksud saya.saya mau kamu teliti dalam masalah keuangan kita apa lagi setelah kita menikah kebutuhan rumah tangga kita pasti banyak"kata putra mulai emosi karena perkataan grace yang menurut tidak sepantasnya berbicara di tempat umum walaupun hanya mereka berdua dan satu karyawan saja.


"kalau gitu kita nggak usah beli kita pulang"kata Grace meninggalkan Grace namun putra menahan tangan nya,


"kamu jangan seperti anak kecil kamu itu sudah dewasa dan cara berpikir kamu itu seharusnya juga dewasa"kata putra emosi


"kamu bilang cara berpikir aku nggak dewasa?oke aku bakalan tunjukkan cara berpikir aku yang sebenarnya"kata Grace yang sudah mulai muak


"bisa tunjukkan kepada saya barang rumah tangga yang lainnya?"kata Grace kepada karyawan dan menghiraukan putra.


"mari mba"kata karyawan


Grace melihat lihat barang barang dan memilih yang ingin di beli nya Grace sengaja membeli barang barang yang harganya mahal


"berapa total harga semua barang nya?"kata Grace menanyakan kepada karyawan yang berada di kasir


"total semua 35.122juta mba"kata mba kasir kepada Grace sedangkan putra yang mendengar perkataan karyawan tersebut hanya diam menahan emosinya dan mengeluarkan ATM merah putih nya dari dompet untuk membayar.


"nanti diantarkan ke alamat ini mba"kata Grace menyerahkan sebuah kertas berisi alamat dan nomor rumah kepada karyawan tersebut


"baik mba kami akan mengantarkan jam 03:00 sore ke batalyon infanteri 173"kata karyawan


"iya, baiklah kalau begitu kami permisi"kata Grace kepada karyawan.


putra dan Grace keluar dari toko tersebut kemudian memasuki mobil dan putra mengendarai mobil yang ditumpangi oleh mereka berdua.


"mas kita mampir dulu ke minimarket"kata Grace dengan santai


"ngapain?"kata putra tanpa mengalihkan pandangan ke arah Grace


"aku mau beli kebutuhan dapur sekalian, karena hari ini kan barang nya diantar jadi aku mau kerja nya sekalian biar besok aku nggak perlu repot-repot terus nanti aku telpon mama biar suru bibi inem ke rumah dinas kamu agar bantuin aku terus nanti kamu bayar bibi ya sekitar 5 juta yaa"kata Grace


"kita makan dulu di restoran setelah itu kita ke minimarket dan nanti aku yang bayar bibi inem"kata putra


"tap______"kata Grace di potong oleh perkataan putra


"nggak ada tapi tapian"kata putra tegas dan menatap ke arah Grace


"ya,yaudah te,terserah ka,kamu a,aja"kata grace terbata bata Karena tatapan putra yang menurut nya sangat menakutkan


"adu ngapain si dia natap gue seperti itu


apa jangan-jangan dia marah karena gue habisin duit nya?"kata batin grace


putra mengendarai mobil menuju restoran yang akan di datangi boleh kedua nya untuk makan siang bersama.


Di rumah sakit kasih


bruk,,,bruk,,,suara benda yang di pengangi Chika terjatuh


"aduh kalau jalan itu pake mata dong"kata Chika setengah teriak sambil mengumpulkan kertas yang tertulis diaknosa pasien nya


"maaf yah saya jalan udah mata dokter aja yang nggak pake mata"kata seorang wanita muda yang seumuran dengan Chika


Chika yang merasa tidak terima dengan perkataan wanita itu pun berdiri dan melihat siapa wanita tersebut tetapi Chika malah tersentak kaget ternyata wanita tersebut adalah musuh bebuyutan nya bersama Grace dan Nessa sewaktu SMA


"Diva"kata Chika menunjuk ke arah wanita tersebut yang tak lain adalah diva


"chika"kata diva sambil menunjuk ke arah Chika


"ngapain cewek nggak jelas seperti Lo ada di sini?"kata Chika kepada diva


"apa Lo bilang gue cewek nggak jelas Lo thu yang nggak jelas,kok bisa cewek nggak jelas kaya Lo jadi dokter?"kata diva sambil tersenyum sinis


"emang Lo cewek nggak jelas dan karena gue wanita baik baik gue jadi Dokter untuk ngobatin ke tidak jelasan Lo"kata Chika tersenyum manis kepada diva


"awas Lo gue laporin Lo sama direktur rumah sakit ini setelah gue selesain urusan gue"kata diva mengancam Chika


"silakan gue tunggu Lo di ruangan direktur daaaa"kata chika sambil melambaikan tangan ke arah diva


diva yang melihat tingkah laku Chika pun emosi namun ia berusaha untuk mengontrol emosi nya,karena ia akan menjenguk Kaka perempuan nya yang baru saja lahiran.diva pun melangkah kan kaki menuju ke ruang VIP dimana sepupunya nginap.


"tok,tok, tok"suara ketukan pintu


"assalamualaikum"kata diva memberi salam kepada semua orang yang berada di dalam ruang.


"wallaikumssalam"kata semua orang yang berada di ruangan sambil diva mencium punggung tangan mereka


"diva kata kamu sudah sampai dari tadi kenapa baru sampai sekarang?"kata seorang pria yang memakai pakaian loreng bertanya kepada diva


"maaf kak Aldi tadi itu aku ada sedikit masalah kak makanya telat kak"kata diva kepada pria berpakaian loreng yang tak lain adalah Aldi saudara sepupu nya.aldi berada di rumah sakit tersebut karena ia juga menjenguk saudara sepupu nya yang tak lain adalah Kaka perempuan diva,diva dan Kaka nya adalah anak dari saudara perempuan mama nya aldi,.


"baiklah kalau begitu, urusan kamu sudah selesai?"kata Aldi bertanya kepada diva


"udah kok kak"kata diva berbohong


"Bagus lah kalau begitu"kata Aldi


"slamat yah kak Risa,,wah keponakan nya aunty ganteng banget"kata diva kepada kaka nya dan melihat keponakan nya

__ADS_1


"makasih ya De"kata Risa


"sama sama kak,,aunty punya kado Lo buat keponakan ganteng nya aunty"kata diva sambil mencium pipi keponakan nya


"wahh ya makasih aunty"kata Risa sambil meniru suara anak kecil


"sama sama keponakan ganteng nya aunty"kata diva


"diva gimana kerjaan kamu sebagai seorang desainer"kata mama Aldi bertanya kepada diva.diva adalah seorang desainer dia memiliki butik yang cukup terkenal karena desain nya yang bagus dan sangat disukai oleh orang termasuk keluarga nya.


"menyenangkan Tante"kata diva


"pokok nya Kalau kaka kamu Aldi nikah Tante mau kamu yang merancang baju pernikahanya dan kami semua"kata mama Aldi yang membuat Aldi langsung protes kepada mama nya


"ma kok ngomong nya gitu Aldi itu belum berpikir untuk hal hal seperti itu Aldi masih fokus sama karir Aldi"kata Aldi protes kepada mama nya


"sampai kapan kamu belum siap Aldi umur kamu itu sudah 28 tahun pokok nya mama kasih kamu waktu tiga bulan kalau kamu belum punya pacar atau calon biar mama yang cari dan jangan kamu menolak, kalau sampai kamu tolak mama nggak akan pernah ngomong lagi sama kamu"kata mama Aldi geram kepada Aldi


"ma jangan ngomong kasihan Aldi biarin aja dulu ma nanti juga Aldi pasti belum siap ma"kata papa Aldi


"mama kok ngomong nya gitu"kata Aldi


"biarin mama nggak perduli itu kan yang kamu mau"kata mama Aldi


"ma,,,, oke Aldi ikuti apa yang mama mau tapi kasih Aldi waktu tiga bulan biar Aldi berusaha kalau nggak dapat Aldi terima keputusan mama"kata Aldi mengalah kepada sang mama


"mama pengang perkataan kamu"kata mama aldi


"iya ma"kata Aldi


"ya ampun kak, kasihan keponakan ganteng aku"kata mama diva yang tak lain adalah Tante Aldi


"iya loh kak kasihan Aldi"kata papa diva


"kalian ini kenapa sih malah belain biar aja aku juga pengen tahu menimang cucu dari anak ku seperti kalian, dan semua saudara ku sudah menimang cucu, aku yang belum"kata mama Aldi


"hmmmm baik lah terserah kaka saja,"kata mama diva


mereka semua kemudian melanjutkan perbicangan mereka sedang Aldi memilih untuk menggendong keponakan nya yang masih bayi,


"tok,,tok,,tok"suara ketukan pintu


"maaf menganggu sebelum nya,,saya akan memeriksa si bayi dan ibu nya"kata seorang dokter wanita yang tak lain adalah Chika


"silakan dokter cantik"kata mama Aldi sambil tersenyum kepada Chika


"trimakasi Bu"kata Chika


"iya dok"kata mama Aldi tersenyum kepada Chika


Chika melihat ke arah semua orang namun ada seseorang yang tak lain adalah diva yang membuat nya menatap kesal begitu juga dengan diva yang menatap nya kesal


"ngapain si cewek nggak jelas ada disini?dan ini kan Tentara yang waktu itu pas gue,Nessa,Grace dan kak Andra kena razia"kata batin Chika


Chika mulai memeriksa ibu dan bayi yang tak lain adalah Kaka dan keponakan diva.


"apa ini istri dan anak Tentara ini"kata batin Chika,karena sendari tadi Chika melihat Aldi yang menggendong bayi nya.


"ibu dan bayi nya sehat dan besok sudah boleh pulang"kata Chika tersenyum


"alhamdulilah"kata semua orang yang berada di dalam ruangan bersamaan


"makasih ya dokter chika"kata Risa


"terima kasih dok"kata mama dan papa diva


"makasih ya dokter cantik"kata mama Aldi


"iya sama sama semuanya"kata Chika


"dok nanti kalau saya buat syukuran datang ya"kata Risa


"eem,,tap____"kata Chika yang langsung di potong oleh perkataan mama Aldi


"nggak ada tapi tapian ya dok pokok nya harus datang"kata mama Aldi


"baik Bu saya akan datang,,, trimakasih atas undangannya dan boleh saya minta alamat nya?"kata Chika


"sama sama dok dan alamat nya di batalyon infanteri 173"kata risa


"berarti benar kalau Kaka diva adalah istri dari tentara ini"kata batin Chika


"baiklah kalau begitu saya permisi karena saya harus memeriksa pasien yang lain"kata Chika pamit


"baiklah dok"kata diva dan Chika pun pergi meninggalkan ruang tersebut menuju ruangan lainnya.


"ngapain cewe tadi lihatin saya sampai seperti itu"kata batin Aldi sambil menggeleng kan kepalanya.


"kak Aldi kenapa kepalanya di geleng Kaka sakit"kata diva bertanya kepada Aldi yang sedari tadi menggeleng kan kepalanya


"emmm nggak kok Kaka nggak sakit"kata Aldi cepat


"kak Aldi yakin"kata diva


"kamu yakin Aldi"kata mama dan papa diva


"Aldi baik baik aja kok Tante,om"kata aldi


"iya kamu yakin nak"kata mama dan papa Aldi


"iya ma,pa Aldi nggak kenapa Napa kok"kata Aldi


"gara gara cewe itu"kata batin Aldi


"syukurlah kalau begitu mendingan kamu pulang terus istirahat besok kamu harus dinas"kata mama Aldi


"iya ma, kalau begitu aldi pamit"


kata Aldi pamit kepada kedua orang tua nya dan semua keluarga nya


Aldi berjalan meninggalkan ruangan tersebut dan berjalan keluar rumah sakit menuju parkiran untuk mengambil mobil nya namun disaat yang bersamaan Aldi melihat Chika yang berada di tempat parkiran.


"kamu dokter yang tadi kan"kata Aldi bertanya kepada chika


"eh,,iya benar! maaf apa ada yang ingin Anda tanyakan?"kata Chika


"oh nggak ada,,, saya cuma memastikan saja seperti nya ada sedang dalam masalah?"kata Aldi


"i,,,iya benar sekali ban mobil saya sepertinya kempes"kata Chika


"oh apa anda butuh batuan"kata Aldi


"memangnya saya boleh"kata Chika


"tentu jika saya bisa membantu anda"kata Aldi


akhirnya Aldi memutuskan untuk mengantarkan Chika pulang dan mengenai mobil chika, Aldi akan meminta montir untuk menambah angin di ban mobil nya setelah itu diantarkan ke rumah Chika


"kamu tinggal nya dimana"kata Aldi kepada chika sambil mengendarai mobil nya


"saya tinggal nya di paskhas batalyon kamando 463"kata chika


"kamu tinggal nya di paskhas berarti papa kamu TNI AU?"kata Aldi


"ngapin siii nanya mulu kaya ibu ibu rempong"


kata batin Chika


iya benar papa saya seorang komandan"kata Chika


mereka terus mengobrol sampai tak terasa bahwa mereka telah sampai di depan rumah Chika.


"huuf akhirnya sampai juga"kata batin Chika


"terima kasih sudah mengantarkan saya"kata Chika sambil tersenyum


"sama sama kalau begitu saya pamit"kata Aldi


"nggak mampir dulu"kata Chika


"nggak usah lain kali saja"kata Aldi


"apa lain kali emangnya kapan Lo mau kerumah gue kenal aja enggak? entar Dikirain gue pelakor lagi,, bisa ****** gue sama kedua singa gue"kata batin Chika


"ehe baiklah kalau begitu"kata Chika kepada Aldi kemudian Aldi berpamitan kepada Chika dan mengendarai mobil nya meninggalkan rumah chika.


batalyon infanteri 173


semua barang barang yang dibeli oleh Grace dan putra telah di antarkan begitu juga dengan bibi inem yang sudah berada di rumah dinas putra sedang kan putra telah pergi mengikuti apel siang di lapangan


"bibi tolong bantuin Grace pindahin kasur dan lemari nya mas putra ke luar,, soal nya Grace mau masukin dua kasur dan dua lemari pakaian ke dalam masing masing kamar"kata Grace karena kamar yang di miliki hanya ada dua kamar saja.


"baik non" kata bibi inem


Grace dan bibi inem mengeluarkan lemari dan kasur putra dan memasukan lemari 3 pintu dan kasur 3 badan yang baru begitu pun juga dengan kamar kedua.


"akhirnya masalah kamar beres,,, bibi tolong pasangi gorden warna hijau yang di beli tadi yaa untuk pintu dan jendela terus Grace mau pindahkan pakaian mas putra ke lemari yang baru dan Grace mau pasangi seprei baru karena udah di cuci tadi pas Grace beli"kata Grace


"oke non"kata bibi inem


Grace dan bibi inem melakukan pekerjaan mereka setelah selesai dengan bagian kamar dan gorden mereka kemudian menata ruang nonton,ruang tamu,dapur dan mengisi semua bahan bahan,daging yang di beli grace ke dalam kotak kotak lalu memasukkan ke dalam kulkas.sesudah itu Grace dan bibi inem menaruh bunga di depan rumah dinas putra dan menaruh dua kursi teras.


"akhir nya selesai juga kerjaan nya"kata Grace


"iya non alhamdulilah selesai juga kerjaan nya"kata bibi inem.


"wah rumah nya om putra bagus banget rapi"kata ibu ibu yang sedang menemani anak anak mereka


"iya rumah nya om putra indah"kata seorang ibu


"ternyata calonnya om putra hebat untuk urusan rumah"kata ibu ibu


"trimakasi ibu ibu"kata Grace


"iya sama sama De,,, cepat nikah yaa biar bisa bergabung bersama kami"kata ibu ibu


"insyaallah Bu"kata Grace


"Amin"kata ibu ibu bersamaan


"saya masuk dulu ibu ibu"kata Grace pamit dan masuk ke dalam rumah menemui bibi inem


"bibi sekarang istirahat dulu biar Grace yang buat minum"kata Grace


"baik non,,,tapi nggak papakan non"kata Grace


"ya ampun bibi enggak lah"kata Grace


"makasih non"kata bibi inem


Grace membuat minuman untuk dirinya dan bibi inem setelah itu mereka minum bersama setelah itu Grace membayar bibi inem dan memberikan semua barang barang lama putra seperti lemari,kasur,sofa yang hanya 4 buah kursi,dll namu masih layak di pakai


"memang nya nggak apa non?kalau den putra marah gimana?"kata bibi inem


"aduh bibi mas putra nggak bakalan marah"kata Grace


"Kalau dia marah bodoh amat lagian siapa juga yang mau pakai mending dikasih orang biar bermanfaat"kata batin grace


"yaudah non bibi pulang dulu makasih udah sewa mobil pick up buat angkut barang barang nya"kata bibi inem


"iya sama sama bi makasih juga udah bantuin Grace"kata Grace sambil melambaikan tangan kepada bibi inem dan mobil pick up yang di tumpangi oke bibi inem pun meninggalkan pekarangan rumah dinas putra.


"siapa yang pindahan ya"kata Aldi bertanya kepada putra sambil melihat ke arah pick up yang mengangkut barang

__ADS_1


"iya siapa yang pindahan?kalian tahu siapa yang pindahan?"kata putra bertanya kepada anggota yang berada di pos kebetulan setelah melakukan apel sore semua tentara sudah pulang dan hanya beberapa anggota yang sedang mengobrol santai di pos


"siap, tidak"kata anggota yang berpangkat dibawah putra dan Aldi


"putra itu seperti nya bibi inem yang duduk di kursi depan pick up!"kata aldi melihat bibi inem dan kebulatan Pick up tersebut melewati pos penjagaan batalyon


"iya kamu benar berati semua barang barang itu punya aku"kata putra


"iya seperti nya itu punya kamu dan itu lemari dan kasur kamu"kata Aldi yang mengenali barang barang milik putra karena Aldi sering tidur di rumah dinas putra


"iya berarti Grace yang ngasih semua barang barang aku"kata putra


"izin kapten berarti itu barang barang nya kapten? ternyata calonnya kapten______"kata anggota yang langsung di potong oleh perkataan putra


"mau saya suruh kalian sikap tobat 100×?"kata putra yang membuat semua anggota terdiam


"siap,,,tidak"kata semua anggota serentak


putra kemudian mengeluarkan hp dari sakunya untuk menelpon Grace dan menanyakan alasan Grace memberikan barang barang nya kepada bibi inem.


"halo" kata putra


"halo mas"kata Grace


"kasih alasan kenapa kamu kasih barang barang saya ke bibi inem tanpa meminta persetujuan dari saya?"kata putra bertanya kepada Grace dengan nada suara yang agak meninggi


"kok kamu ngegas sih mas"kata Grace terdengar mulai emosi dari telepon


"saya bukan nya ngegas tapi, saya nanya alasannya kamu kasih apalagi itu barang barang saya dan kamu salah karena ngkmgak ngomong sama saya"kata putra yang juga mulai emosi namun ia berusaha untuk mengontrol emosi nya


"aku kasih karena Kamu udah nggak membutuhkan lagian kan kita udah beli yang baru jadi untuk apa kita simpan barang yang nggak kepake mending di kasih orang biar bermanfaat"kata grace yang mulai mengontrol emosi nya karena menurutnya ia juga bersalah karena tidak meminta izin kepada putra.


"kalau itu alasannya nggak masalah tapi lain kali kamu ngomong sama saya biara kita sepakati"kata putra


"iya mas maaf"kata Grace


"hmmm"kata putra tanpa mengeluarkan kata


"kok kamu jawab nya hmmm?kamu marah"kata Grace


"siapa yang marah"kata putra


"kamu,,,habisnya kamu ngomong nya cuma hmmm"kata Grace


"nggak kok,,,ya sudah saya matiin panggilan nya"kata putra


"iya mas"kata Grace dan panggilannya dimatikan oleh putra


"gimana udah tahu alasan calon istri nya kasih barang barang nya Lo putra"kata Aldi bertanya


"udah"kata putra sambil menceritakan alasan Grace memberikan barang barang nya kepada bibi inem.


"gue setuju sama sama calon istri Lo lebih baik barang yang nggak kepake di kasih sama orang yang membutuhkan"kata Aldi


"iya gue juga setuju,mending kita pulang udah mau magrib"kata putra kemudian mengajak Aldi untuk pulang.sesampainya di rumah putra dan Aldi melihat banyak perubahan yang terjadi di rumah dinas putra bahkan suasana rumah nya pun berbeda mereka bahkan mencium aroma masakan yang sangat enak.


"assalamualaikum"kata putra dan Aldi mengucapkan salam bersamaan


"wallaikumssalam,,, udah pulang mas? wah ada mas Aldi juga nih kebetulan aku lagi masak ayo silakan masuk setelah itu kita makan malam bersama"kata Grace menjawab salam dan menyambut kedatangan putra dan Aldi


"kamu lagi masak"kata putra tidak percaya jika cewe seperti Grace bisa masak apalagi grace adalah wanita berkarir


"iya mas udah selesai kok kita makan yuk"kata Grace


"kamu masak apa"kata putra


"aku masak sayur sup, dan ayam goreng"kata Grace


"kalau begitu kami berdua akan mencuci tangan dulu setelah itu kita makan"kata putra


"iya mas aku juga mau siapin piring"kata Grace


putra dan Aldi mencuci tangan mereka sedangkan grace menyiapkan piring untuk mereka bertiga dan mereka makan bersama.


"ternyata enak juga ya masakan nya"kata batin putra


"gimana masakan aku mas putra dan mas Aldi enak nggak?"kata Grace bertanya kepada putra dan Aldi


"enak kok"kata Aldi samabil melanjutkan makannya


"irit banget si ngomong nya sama cuma enak doang nggak ada pujian lain gitu,,dasar saudara sepupu Sama aja ngomong nya IRIT"kata batin grace


"lumayan"kata putra sambil melanjutkan makannya


"kok lumayan sih? kalau tahu kaya gini mending nggak usah aku masak"kata Grace kesal


"kok kamu ngambek?"kata putra


"karena kamu bilang masakan aku lumayan berarti nggak enak,,, mendingan aku pulang malas tahu ngomong sama kamu"kata Grace kesal dan berdiri dari tempat duduknya namun dengan cepat putra menahan tangan nya


"lumayan bukan berarti nggak enak, masakan kamu enak kok malah saya mau nambah lagi"kata putra yang membuat Grace langsung tersenyum dan melanjutkan makannya


"ehem,ehem"suara deheman Aldi yang langsung mendapat tatapan mata dari putra


"trimakasi atas makan makan malam nya saya pamit pulang"kata Aldi pamit kepada putra dan Grace


"mas Aldi mau pulang kalau gitu hati hati"kata Grace


"rumah nya nggak jauh kok cuma sebelahan doang kok"kata putra


"ada yang cemburuan nih kalau gitu saya pamit"kata Aldi pamit dan langsung pulang ke rumah dinas nya


"gue punya ide ni kerjain mas putra"


"kamu cemburu ya mas"kata Grace kepada putra


"siapa bilang saya cemburu?"kata putra menyembunyikan kecemburuan nya


"yakin nggak cemburu"kata Grace


"yakin lah"kata putra


"kalau gitu kamu jangan marah ya kalau aku godain tentara tentara yang bujangan semua"kata Grace yang langsung mendapat kan teriakan putra yang emosi


"Grace Wijaya"kata putra kepada Grace dengan emosi sambil putra mencekal lengan grace


"mas lengan aku sakit,,,ngapain kamu teriakin aku"kata Grace yang meringis kesakitan karena lengan tangan nya yang dicekal oleh putra


"kamu sadar sama perkataan kamu"kata putra yang masih emosi


"aku cuma bercanda kok,,kenapa kamu jadi marah"kata Grace


"kamu bilang bercanda? saya paling nggak suka dengan yang namanya bercanda"kata putra menatap tajam ke arah Grace


"aku minta maaf mas aku nggak bermaksud buat kamu marah"kata Grace


"lain kali kamu jangan sampai keluarin perkataan kamu seperti tadi"kata putra dingin sambil melepaskan lengan grace yang dicekal nya


"iya mas"kata Grace sambil mengelus lengan tangan nya yang sakit


putra yang melihat grace mengelus lengan tangan nya pun merasa bersalah karena tindakan nya kepada Grace.


"duduk"kata putra pelan dan merasa bersalah


"ngapain?"kata Grace


"Grace duduk"kata putra seperti sebuah perintah


"i,,iya mas"kata Grace sambil duduk di sofa ruang tamu


"masih sakit lengan tangan kamu?"kata putra sambil mengolesi minyak pada lengan grace


"iya"kata Grace


"maaf saya nggak bermaksud untuk keras sama kamu tapi saya nggak suka sama perkataan kamu dan mungkin ini bisa di bilang kalau saya cemburu"kata putra sambil menatap Grace dan mencium kening grace dengan lembut.grace yang mendapat kan perlakuan dari putra pun merasa sangat senang namun grace berusaha untuk menyembunyikan nya.


"iya mas,, maafin aku juga udah mancing emosi kamu"kata Grace dan putra kembali mencium kening grace


"kamu tunggu disini aku mau mandi dulu setelah itu aku anterin kamu pulang"kata putra kepada grace


"gue nggak salah dengar dia barusan bilang aku kamu.biasa nya saya kamu sekarang aku kamu entar kalau udah nikah gue ubah sayang sayangan"kata batin grace tersenyum


"iya mas aku juga mau beresin meja makan dulu"kata Grace


"nggak usah nanti biarin aku yang beresin lengan kamu kan masih sakit"kata putra


"udah nggak sakit kok mas kan kamu udah polesin minyak,biar aku yang beresin terus kamu mandi"kata Grace tidak menerima penolakan


terserah kamu kalau gitu,,,aku mau mandi dulu"kata putra meninggalkan Grace untuk membersihkan dapur begitu pun dengan putra yang pergi ke kamar mandi.setelah selesai membersihkan meja makan Grace memasuki kamar putra dan menyiapkan pakaian yang akan dipakai oleh putra.putra yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melingkar di pinggang nya pun terkejut melihat grace yang sedang menyiapkan pakaian nya


"ngapain kamu report report siapapun pakaian aku,biarin aku aja yang siapkan sendiri kamu nggak malu apa lihatin CD aku"kata putra


"nggak papa kok mas sekalian aku belajar siapin keperluan kamu dan masalah CD kamu nggak masalah kok nanti juga kalau kita udah nikah aku yang bakalan mencuci dan menyiapkan semua pakaian kamu kalau gitu aku tunggu kamu di luar ya mas"kata Grace walaupun ada rasa malu namun ia berusaha untuk menepisnya dan keluar dari kamar agar putra dapat mengenakan pakaian yang disiapkan oleh Grace


putra telah selesai mengenakan pakaian nya


dan keluar dari kamar nya untuk menemui Grace dan mengantar nya pulang.


"kamu udah selesai mas"kata grace terpana melihat putra yang mengenakan pakaian yang disiapkan oleh nya.


"udah kok,,, ayo aku antar kamu pulang"kata putra


Grace dan putra pun keluar dari dalam rumah putra.putra kemudian mengeluarkan motor dinas nya dan mengantar kan gerce pulang, sesampai nya di rumah Grace putra pun mampir agar ia dapat berpamitan dan menjelaskan kepada kedua calon mertua nya meminta grace menemui nya.


"assalamualaikum"kata putra dan grace bersamaan mengucap kan salam


"wallaikumssalam"kata kedua orang tua dan ketiga Kaka grace


"pasangan berbahagia ni"kata Andra menggoda Grace dan putra


"Andra"kata pak Herry, Mama Elvina, Adrian dan Andro bersamaan sambil menatap tajam ke arah Andra


"hehehe Andra permisi ke kamar ma,pa"kata Andra merasa dalam bahaya dan langsung pamit kepada semuanya


"maaf ma,pa tadi putra nyuruh Grace buat menentukan apa yang mau dibeli sekali tadi Grace beresin rumah"kata putra


"nggak masalah kok mama senang kalau kalian udah persiapan dari sekarang agar setelah kalian nikah nggak usah repot-repot ngurusin rumah"kata mama Elvina


"papa setuju"kata pak Herry


terima kasih kalau begitu putra pamit pulang pa,ma"kata putra pamit


"iya hati hati ya nak"kata mama Elvina dan pak Herry


"iya ma,pa"kata putra


"adrian, Andro gue pamit"kata putra


"iya hati hati"kata Adrian dan Andro bersamaan


"Grace anterin menantu mama ke depan"kata mama Elvina


"iya Grace permisi anterin mas putra"grace pun mengantar kan putra ke depan


'aku pamit pulang kamu istirahat ya"kata putra


kepada grace sambil mencium kening grace


"iya,,kamu juga jangan lupa istirahat"kata Grace tersenyum


putra kemudian mengendarai motor dinas nya. meninggalkan rumah grace.setelah putra pergi grace memasuki rumah nya dan berpamitan kepada kedua orang tua nya dan kedua kakak nya untuk beristirahat di kamarnya.


______________________________________________

__ADS_1


mohon maaf 🙏 kepada semua pembaca karena udah lama banget Thor nggak up cerita nya, karena Thor sangat sibuk dan Thor baru membuat kelanjutan ceritanya


__ADS_2