
Tiba-tiba kaca mobil nya ada yang mengetuk..
"toktoktok"
Prita terkejut sambil menoleh ke arah kaca..
Ia kira Andi ternyata revan..
Prita mengerutkan kening nya..
Ia pun tidak menggubris revan..
"prita.. Tolong keluar dari mobil.." kata revan
Prita terdiam
"pritaaa..." teriak revan..
Prita membuka kaca mobil nya setengah
"apa lagi..! Kamu mau apa lagi"
"kita ke dokter ngobatin pipi kamu yang habis di tampar tadi"
"enggak perlu.. Aku ada temen dokter..!enggak usah repot-repot.."
"ya udah keluar dulu dari mobil..!"
Lagi-lagi prita terdiam sambil menutup kaca nya
"pritaaa.. Keluar duluuuu..." teriak revan
Prita pun keluar dengan muka kesal
"apa lagi seeh.. Udaaahh jangan ganggu aku..! Stop.. Stop revan! Berapa kali aku bilang jangan deketin aku..! Benarkan filling aku.. Pasti bakalan begini"
"prit.. Please prit.. Aku minta maaf.."
"ngapain kamu yang minta maaf..! Aku cuma pengen kamu jauhin aku..!aku enggak nyalahin siapa pun, kalau aku di posisi mba sisi, aku pun akan sama revan.. Aku bakal kaya mba sisi...! Sekarang tinggal bagaimana cara nya kamu jauhin aku.. Udaaah simple"
"ok.. Ok fine! Sekarang kamu ikut aku.. Kita ke dokter yaa..!" revan mulai menarik tangan prita dengan paksa.. Sampai prita kesakitan
"revan.. Apa-apaan seh kamu..! Stop revan...."teriak prita..
Tiba-tiba andi datang melepaskan genggaman tangan revan..
" lepasin.. " andi terlihat marah..
__ADS_1
Prita langsung berlindung di belakang badan andi..
Revan menatap andi.." jangan ikut campur"
"saya berhak ikut campur"
"siapa seeh lo.. Udah deeh enggak usah sok jadi pahlawan..!"
Andi mendorong revan.. "jangan ganggu pacar saya..!"
Revan tersenyum sinis.. "enggak peduli gw..mo lo pacarnya kek.. Siapa nya kek! Gw enggak peduliiii" revan mulai memancing amarah andi..
"terserah.. Yang pasti jangan ganggu dia"
Tiba-tiba "BUUUUKKKK"
Tinju revan melayang ke muka andi..
Andi pun tak mau kalah, ia tinju lagi muka revan..
Prita mulai panik.. Ia kesulitan memisahkan andi dan revan...
Prita memeluk andi dari belakang
"stopp andi stooppp" suara prita bergetar..
Andi pun menghentikan perkelahiannya..setelah mendengar suara prita..
Prita melepaskan pelukkannya
Prita pergi meninggalkan revan sambil menarik tangan Andi..
Melihat itu revan hanya terdiam.. Dan harus menerima nya.. Ia cukup kesal.. Muka nya maraaahh..
Prita terus menggenggam tangan andi.. Tidak di lepaskannya..
Andi pun terdiam karena masih menahan amarahnya..
Sesampainya di dalam apartemen prita..
Prita langsung duduk di sofa.. Sambil menutup muka nya.. Ia menangis sejadi-jadi nya..
Andi yang melihat itu merasa kasian kepada prita..
Ia pun memeluk prita...
Sambil menepuk-nepuk pundak prita
__ADS_1
"sabaarrr.. Aku di sinii! Nangis ajah yang kenceng, kalau bikin kamu lega.."
Prita pun memeluk andi.. Ia menangis di dada andi.. Sampai-sampai baju andi yang berwarna putih basah oleh air mata prita dan ada bercak lipstik prita di situ...
Setelah selesai menangis..
Prita mengusap airmata nya.. Ia pun sadar kemeja andi kotor oleh bercak lisptiknya..
"ndi.. Maaf yaa..." muka prita enggak enak
Andi melihat ke arah dadanya.. Dan tersenyum.. "enggak apa-apa kok..! Ntar kamu beliin lagi ya kemeja nya" ledek andi
Prita tersenyum sambil memeluk andi lagi..
"andi.."
"ehmmm.."
"jangan tinggalin aku ya"
"iyaa.."
"aku sayang sama kamu"
andi terdiam.. Ia kaget dengan ungkapan perasaan prita yang tiba-tiba..
"ndii.. Kok diem" prita masih memeluk andi
"iyaa.. Aku juga sayang sama kamu"
Prita memeluk erat andi..
Dan andi pun mengecup kepala prita
"mungkin aku enggak kerja 1 tempat sama kamu.. Tapi aku tau apa yang sebenarnya terjadi..! Maafin aku ya.. Aku belum bisa ngelindungin kamu..! Maafin aku.. Suka telat kaya pahlawan kesiangan! Tapi aku berusaha memberikan yang terbaik buat kamu"
Prita melepaskan pelukkannya..
"andi.. Aku tuh nyaman sama kamu! Kamu enggak perlu selalu dekat sama aku..! Dengan kamu hadir ketika aku butuhkan.. Aku tuh udah seneng banget..!jangan minta maaf lagi yaa..."
Andi pun tersenyum manis ke arah prita..
.
.
.
__ADS_1
😍🥰😍🥰😍🥰😍🥰
Jangan lupa like vote and comeennt