
Mendadak prita grogi.. Tangan nya dingin..
Jantung nya terus berdetak kencang..
Ia terus menenggak air minum nya
"pelan-pelan minum nya" ucap chen sambil mendekati prita..
Prita hanya terdiam..sambil melirik ke arah chen..
"kamu nervous yaa"
"biasa ajah"
"ehmmm.. Pasti sekarang lagi deg.. Deg an"
Prita terdiam dan langsung pergi, duduk di sofa..
Chen tersenyum melihat tingkah prita..
"aku pulang yaa" kata prita
"iiihh buru-buru amat.. Santai ajah seh prit.."
Prita hanya diam.. Sambil melirik ke arah chen
"orang tuh kalau nervous.. Tarik nafas.. Minum pelan-pelan... Enggak grasak grusuk enggak jelas.. Kelola emosi kamu dengan baik"
"aaahh biasa ajah, perasaan kamu ajh itu mah"
Chen tersenyum..
"kalau emang selalu nervous pas sama kamu..ya aku pasti enggak mau lah ngelakuin pas kita di hotel bogor kemarin.."
Chen mendekati prita
"itu yang mau aku tanya sama kamu.."
Prita menatap chen
"kenapa kamu mau ngelakuin itu sama aku"
prita terdiam, ia bingung harus jawab apa..
"kamu suka sama aku"
Prita tidak menjawab
"kamu enggak jawab..bingung!"
"nyaman"
"nyaman...??"
"iya.. Aku ngerasa nyaman ajah sama kamu"
"cuma itu.."
"iyaa.. Nyaman itu ngalahin rasa suka atau cinta loh"
Chen tersenyum.. "kenapa kamu nyaman sama aku"
"enggak tau aku juga.. Setiap sama kamu aku merasa nyaman"
"kamu merasa kita pernah bertemu sebelumnya"
"entah lah...!kamu merasa seperti itu memang nya"
"kadang... Kaya pernah ketemu sama kamu.. Tapi entah dimana.. Entah kapan"
Prita terdiam..
"enggak cinta cinta an ya sekarang tuh... Yang penting kita nyaman satu sama lain"
Prita mengangguk "iya.. Itu yang aku bilang.. Kita jalanin ajah"
"iya... Walaupun tanpa ikatan!! Kamu yakin mau seperti itu sama aku.. Yakin enggak akan sakit nanti nya"
"berat seh memang.. Tapi sebisa aku! Aku mau enggak saling genggam takut ada yang terluka nanti nya"
"jadi pas butuh ajah kita ketemu"
"iya...! Soalnya ketika kita saling genggam nanti salah satu dari kita pasti ada yang sakit! Naahh itu yang aku enggak mau"
Chen dan prita sama-sama terdiam..
"kamu pernah trauma sebelumnya" ucap chen
__ADS_1
Prita menoleh ke arah chen, ia menghela nafas sejenak
"iya"
"kapan"
"sudah lama.. Rasanya sakit banget.. Di buang gitu ajah"
"kamu enggak nyari orang itu"
"aku sudah nyari tapi enggak ada hasil.. Kaya di telan bumi.. Tenggelam gitu ajah.."
"yakin kamu sudah nyari kemana-mana"
"iyaa... Yakin aku mah! Tapi ya sudah lah.. Aku enggk bisa maksa juga kan..! Enggak bisa maksa seseorang buat hidup sama aku kalau orang itu enggak mau"
"mungkin ada suatu hal yang bikin kamu enggak bisa ketemu sama dia.."
"entah lah"
"kamu masih berharap dia dateng lagi ke kamu"
"enggak.."
"someday kalau dia dateng lagi sama kamu..! Gimana"
"yaa enggak gimana-gimana! Kalau memang dia buat aku ya pasti bakalan buat aku.. Tapi kalau enggk buat aku.. Mau aku sekuat tenaga maksa dia buat kembali yaa enggak bakalan bisa"
Chen terdiam..
"kenapa tiba-tiba kamu nanya begitu"
"enggak apa-apa... Nanya ajah"
Prita tersenyum...
"enggak apa-apa kan aku nanya"
"enggak apa-apa.. Toh aku enggak masalah.. Aku jawab sebisa aku.."
"masih suka ingat orang nya"
"sudah enggak.. Enggak mau ingat juga"
Chen terdiam
"kalau kamu.. Pernah trauma kaya aku"
"so..."
"so... Yaa sudah lah! Aku jalanin yang ada di depan mata aku ajah sekarang"
Prita terdiam..
"aku enggk mau maksa seseorang untuk sama aku kalau orang itu enggak mau sama kita.. Iya enggak"
"iyaa... Bener banget.."
"enggak akan bisa mau di paksa kaya apapun.. Yang ada kita sakit"
"ya sudah sekarang kita jalanin ajah"
"iyaaa... Toh kita kalau memang takdir kita bersama yaaa bakalan bersama.. Walaupun kita pisah kaya gimana pun"
Prita terdiam..
Chen pun mendekati prita.. Dan menggenggam tangan prita..
"rasa sakit yang dulu mungkin enggak bisa hilang gitu ajah.. Tapi yang pasti selama kamu nerima nya dengan sukarela dan nerima semua sebagai takdir dari Tuhan.. Pasti kamu enggk akan ngerasa sakit.. Yang ada lebih ke yang pasrah.. Terserah skenario Tuhan seperti apa.. Bakalan kamu terima semua nya.. Apapun resiko nya "
Prita menatap chen..
Dan perlahan prita memeluk chen..
"udah lama aku enggak meluk kaya gini.."
"enggak apa-apa.. Sekarang kamu puas-puasin deh meluk aku.."
"iya...! Ternyata kamu tuh hangat ya"
"hehehehehe... Masa"
"iya... Wangi badan kamu khas..!"
"kamu suka"
"apa nya"
__ADS_1
"wangi badan aku"
"banget.. Suka bikin kangen"
Chen tersenyum sambil membalas pelukkan prita..
Di hati prita sudah timbul rasa sayang kepada chen...
Walaupun chen sudah tau siapa prita itu.. Tapi ia masih menahan nya untuk enggk menceritakannya kepada prita..
Biarlah waktu yang menjawab...
Prita melepaskan pelukkannya..
"kenapa..?" tanya chen
"enggak apa-apa...! Aku takut kebablasan lagi sama kamu"
"hehehehhe bukannya sudah ya"
Prita tertawa...
"mau makan apa"
"enggak lah... Aku masih kenyang"
"ya sudaahh kalau gitu"
Chen menaruh kepala nya di paha prita..
Prita pun terkejut..
"sudah lama aku enggak kaya gini"
Prita terdiam..
"enggak apa-apa kan aku begini"
"enggak apa-apa.."
Perlahan prita membelai kepala chen...
Ketika itu terlihat di kening sampai kepala chen ada bekas jahitan..
"ini bekas apa" tanya prita
"bekas operasi dulu"
"yang kecelakaan itu"
"iyaa... Parah berarti ya"
"iya.. 2bulan aku koma"
"untung kamu selamat"
"kalau enggak selamat yaa aku enggak ketemu kamu lah sekarang"
"iya juga yaaa..! Sekarang masih suka sakit atau pusing"
"kadang kalau terlalu maksa mikir.. Atau kecapean"
"ehmmmm..." prita membelai kepala chen
"jangan kasihan sama aku.. Nanti kamu enggk mau ninggalin aku karena kasihan"
Prita terdiam..
Chen melihat ke arah prita..
Dan mereka pun saling bertatapan..
Prita mencium bibir chen dengan lembut..
Chen pun membalas ciuman prita dengan lembutt juga..
"aku suka bibir kamu.. Bibir kamu lembut" ucap chen
"sama aku juga.. Bibir kamu tipis.. Seneng ajah aku"
Chen tersenyum, begitu pun prita..
.
.
.
__ADS_1
😍🥰😘🥰😍🥰
Jangan lupa like vote and coment