To Be With You

To Be With You
Epson 84


__ADS_3

chen mendekati prita


karena merasa ada yang mendekatinya , prita pun langsung menoleh ke arah chen dan langsung tersenyum manis.


chen pun membalas senyuman prita


" kok kamu ke sini , enggak bilang sama aku " kata chen seraya duduk di samping prita


" harus nya aku yang nanya , kamu kok enggak ada kabarnya"


" iya ya, maaf ya aku lupa"


" gimana urusan kamu udah beres"


" sedikit lagi " ucap chen seraya mengangguk


" ehmmm, semangat ya ! maaf aku enggak bisa bantu kamu"


" enggak apa-apa, toh ini masalah aku kok"


prita tersenyum seraya memandang mesra chen


ingatan chen mulai terbuka sedikit demi sedikit , muka prita senyumannya iya senyumannya yang selalu ia rindukan


chen pun memeluk erat prita, prita membalas pelukan chen


" semua akan baik-baik saja An.." ucap prita berusaha membuat chen tenang.


setelah lama mereka berbincang di taman, prita dan chen pun masuk ke dalam apartemen chen.


prita langsung duduk di sofa yang menghadap ke jendela..


pemandangan itu yang membuat prita mengingat masa lalu nya dengan andi


prita terus melihat ke arah jendela


" kamu suka sama pemandangannya" ucap chen


prita menoleh ke arah chen dan tersenyum


" kamu mau tinggal di sini?"tanya chen


prita terdiam


" aku kaya nya enggak bisa deh ,kalau enggak cinta - cintaan sama kamu! aku enggak bisa ngebohongi perasaan ku prit"


prita masih terdiam , cara chen mengungkapkan perasaannya begitu persis dengan andi


"kamu masih belum siap prit, kamu masih merasa takut?"


" perasaan seperti itu tidak akan pernah bisa hilang dengan mudah chen "


" aku harus seperti apa , supaya kamu mau membuang jauh-jauh perasaan itu"


" enggak harus seperti apa , tidak harus pembuktian yang di luar kemampuan kamu! kasih aku waktu An"

__ADS_1


chen terdiam


prita memeluk chen " aku berusaha untuk tetap berbaik sangka dengan semua nya , aku sayang sama kamu An ! tapi rasa takut membuat aku menepis perasaan itu berkali-kali"


" mau sampai kapan?"


" apa kamu mau menunggu"


" jujur aku laki-laki biasa prit, harus nunggu semua ketidakpastian dari kamu buat aku seperti menunggu hal yang tidak mungkin" chen mulai kesal


prita hanya terdiam ,sambil terus memperhatikan muka chen


prita merasa ada yang di sembunyikan oleh chen


" An, aku mau nanya"


chen menoleh ke arah prita


" itu foto pernikahan siapa"


chen terdiam


" ehmm, aku lihat itu seperti kamu"


" iya itu aku"


" dan wanita itu"


chen diam


" maafin aku prit"


" aku bingung harus seperti apa ke kamu"


" kamu bebas kok untuk marah sama aku, tapi satu hal jangan tinggalin aku"


" aku ninggalin kamu, bukannya kamu yang ninggalin aku"


"maafin aku atas semua nya "


prita mengerutkan dahi nya , ia merasa bingung dengan chen


bingung harus bagaimana ke chen


mereka pun terdiam


"aku tahu prit perasaan kamu"


" tahu apa kamu tentang semua nya, bagaimana frustasinya aku.. nyari-nyari kamu !hampir gila aku"


chen terdiam


" aku bingung sama keluarga kamu An , kok tega gitu sama aku"


" mama ku sudah meninggal prit"

__ADS_1


prita terdiam


"atas nama keluarga ku , aku minta maaf prit"


tak terasa air mata prita jatuh , ia teringat betapa perihnya hatinya


masih melekat di ingatannya, ia berusaha bangkit


" dulu aku biasa ada kamu, mendadak kamu pergi dan aku di paksa untuk ngelepasin kamu , di paksa untuk tetap bertahan"


chen hanya diam


" bukan kamu yang minta maaf sama aku , tapi keluarga kamu yang harus minta maaf sama kita berdua"


" aku tahu keluarga aku salah, tapi mau sampai kapan kamu simpan rasa dendam itu prit?"


" entah lah "


"aku pun marah ke keluarga aku, aku seperti orang bodoh selama ini! tapi mau bagaimana lagi , nasi sudah jadi bubur prit! mama ku sudah meninggal , ade ku pun sudah mengakui kesalahan dia dan mama! semua itu karena ingin terbaik buat aku"


" iya aku ngerti, tapi ada anak orang juga yang mereka korbankan!"


setelah debat, mereka terdiam kembali


chen mengambilkan minum untuk prita


prita melihat ke arah chen , perasaannya benar bimbang


satu sisi ia sayang, ia senang akhirnya ia menemukan suami nya yang selama ini ia rindukan tapi satu sisi ia takut, rasa ketakutannya di tinggalkan oleh Andi masih terus terbayang


"aku sayang sama kamu"


prita hanya diam, ia tak dapat berkata apa-apa lagi


prita benar-benar di buat bingung dengan perasaannya yang campur aduk.


" aku pulang ya" ucap prita


"mau aku antar"


"enggak usah. aku naik taxi ajah"


chen hanya diam, tak bisa memaksa


dengan berat hati prita pun pergi dari apartemen chen


prita ingin dirinya di beri ruang untuk berfikir.


.


.


.


🥰😍🤩

__ADS_1


jangan lupa vote, like and coment


__ADS_2