
Di dalam taxi
prita menghela nafas sambil memejamkan matanya
LELAH
iya Lelah , itu yang ada di benak prita saat ini.
ia ingin kembali ke masa lalu, ia ingin menghindari bertemu dengan andi dengan semua nya
tapi itu semua tidak mungkin.
#dengan Chen
Chen masih terpaku
ia berdiri di balkon ,sambil merasakan desiran angin
Chen memejamkan matanya ,mencoba berfikir
ia berfikir bagaimana meyakinkan prita lagi
keesokan hari nya
prita masih menikmati cuti nya , ia membereskan semua barang-barang yang kemarin ia bawa ke yogya.
semua barang-barang itu mengingatkannya pada chen , pikirannya mulai campur aduk enggak karuhan.
seperti orang gila.
itu yang ada di benak nya saat ini.
#dengan chen
Chen masuk kerja seperti biasa, ia tipe yang tidak bisa libur lama-lama kalau masalah pekerjaan.
" pagi pak" sapa bimo
" hai bim.. ada schedule apa hari ini"
bimo terdiam.
" kok lo diem seh"
" pak, bapak lupa kan hari ini masih cuti pak!jadi enggak saya bikinin schedule dengan klien."
Chen terdiam
ia menyenderkan kepalanya di kursi, seraya melihat ke arah langit-langit kantor.
" mau saya suruh Astri bikin kopi pak" ucap bimo
" enggak usah"
" ok, saya tinggal ya pak! kalau ada apa-apa panggil saja pak"
Chen hanya mengangguk.
akhirnya ia membuka laptop nya mencoba mencari kesibukan. walaupun pikiran nya campur aduk.
#dengan prita.
__ADS_1
setelah membereskan semua barang-barang nya, ia pun merebahkan dirinya di atas sofa
lagi-lagi bayangan chen datang lagi
"aaaarrrgh apa kali" teriak prita
prita bingung harus cerita ke siapa masalah ini.
lama ia berfikir ,akhirnya ia mencoba menghubungi sahabatnya desi.
" uuuyy ,kenaposeee" jawab desi
" bisa ketemu hari ini"
" bisa, mau jam berapa?"
prita melihat ke arah jam, "jam 11 ajah ya"
"ok , lo yang mau ke sini atau gimana neh"
" gw yang ke tempat lo , lo enggak kerja"
" gw shift malam"
" ok, gw mau mandi dulu ya "
" iyaaa, jangan lama-lama "
" enggak iiihhh"
dengan semangat prita mandi dan bersiap-siap pergi.
#dengan chen
dan bayangan muka prita datang
Chen terdiam.
ia pun melihat ke arah ponselnya ternyata prita sama sekali tidak menghubunginya.
Chen pun kembali terdiam, ia bingung harus bagaimana.
"tok, tok,tok" pintu ruangan chen di ketuk
"masuk" ucap chen
ternyata bimo
"iya, kenapa bim?"
" loh bukannya bapak manggil saya ya"
Chen mengerutkan dahi nya seraya melihat ke arah bimo
" ya sudah kalau tidak mah"
" eehh sebentar, duduk dulu di sini"
"iya pak"
bimo duduk di depan chen
__ADS_1
" bim, ternyata prita itu mantan istri gw"
bimo terdiam, bingung
"beberapa hari yang lalu gw nemu foto nikahan yang di simpen sama almarhum mama, dan gw tanyain kemarin ke anggi masalah foto itu dan benar dia prita yang selama ini gw cari"
"sebentar, sebentar ! kok bisa seh"
" yaaa bisa ajah"
" terus prita sudah tahu berarti"
"sudah"
bimo terdiam sejenak " terus kelanjutannya gimana pak, gimana respon prita pak?"
Chen hanya diam , ia pun bingung.
# dengan prita
ia bertemu dengan desi
melihat prita dengan raut muka yg tak biasa , desi sudah bisa menebak kalau sahabat nya ini tidak sedang baik-baik saja.
" lo mo cerita apa" tanya desi
" gw bingung harus cerita dari mana des"
" ya sudah, sekarang lo minum dulu biar agak tenang "
mereka terdiam sejenak.
" ternyata chen itu andi " ucap prita
desi yang sedang minum hampir saja menyemburkan minuman nya dari mulut nya.
" emang gw sudah mulai curiga dari awal bertemu sama dia"
desi serius mendengarkan
" dan yang lebih bikin aku yakin, dia masih nyimpen foto nikahan kita"
" serius "
prita mengangguk " dia dapat pas lagi beres-beres kamar mama nya, dia nemu foto itu "
" terus "
" yaa nama nya lupa ingatan , dia masih meraba-raba di tambah foto itu agak blur , jadi pas muka gw nya kurang jelas des."
" berarti selama ini keluarga nyembunyiin"
" entahlah , gw bener-bener bingung"
desi menyentuh tangan prita " ikuti kata hati kamu prit, gw sebagai sahabat ngedukung semua keputusan yang menurut lo terbaik "
prita menatap pilu kearah desi , muka bingung nya sangat terlihat jelas.
.
.
__ADS_1
jangan lupa vote, like, and coment
🥰🥰