
Revan datang dengan tergesa-gesa ke ruang rapat..
Ketika ia masuk ke ruang rapat, semua mata tertuju. Pada nya..
Revan pun tertunduk malu...
Bu angel pun hanya melirik kesal ke arah revan..
Sesudah rapat selesai..
Ketika Tamu semua sudah pulang.. Tinggal revan dan bu angel
" kemana ajah kamu.."
"maaf tante aku kesiangan.."
"emang nya sekretaris kamu enggak ngingetin kamu kalau hari ini ada rapat"
Revan terdiam..
"jangan kaya gini lagi revan..! Bosen tau enggak lihat kelakuan kamu kaya gini mulu enggak ada perubahan.."
"iya tante.."
Bu angel pun pergi meninggalkan revan
Tak lama kemudian prita masuk ke ruang rapat untuk membereskan ruangan kembali.. Karena mau ada meeting lagi..
Prita terkejut ternyata ada revan yang sedang duduk..
Prita hanya tertunduk dan revan melirik ke arah prita...
"prit.. Nanti kamu kirimin ya jadwal perhari selama 1 minggu"
"iya mas..."
Revan mendekati prita..
"mulai sekarang kamu enggak boleh menghindar dari aku.."
"aku enggak menghindar kok"
"kata siapa?? Kelihatan banget kok kamu menghindar"
Prita terdiam sambil, sibuk membereskan gelas..
Revan memegang tangan prita..
Prita dengan cepat melepaskan nya..
Revan tersenyum melihat tingkah prita..
"mba prita... Kaku banget seehh! Sloowww ajahh seh"
Prita menatap revan dengan tatapan sinis
"ok ok. Fine... Aku enggak ganggu..! Silahkan lanjutin pekerjaan kamu.."
Akhirnya revan pun meninggalkan prita sendiri di ruang rapat..
__ADS_1
Hari demi hari, prita hadapi dengan tekanan dari revan
Revan selalu minta sesuatu yang di luar nalar. Prita..
Sampai-sampai minta antar beli sepatu basket..
Memang hobi revan dari dulu senang olahraga basket.. Maka nya tubuh revan lumayan tinggi dan bentuk nya proporsional..
Hari itu.. Hari minggu.. Prita sudah bersiap-siap untuk bertemu dengan orang tua andi..
Ketika sedang asik dandan..
Ponselnya berdering..
Di lihat ternyata dari revan
Dengan berat hati prita mengangkatnya
"halo"
"prit.. Bisa ke rumah enggak"
"ada apa mas.. Ini kan hari minggu"
"kamu mau pergi gitu"
Prita terdiam
"ini obat papa ada yang habis..aku enggak ngerti inii.. Bisa minta tolong beliin"
Kalau menyangkut dengan pak suryo pasti prita tidak bisa menolak..
"harus pakai resep kan prit.. Kamu ke rumah dulu ajah deh"
Prita menghela nafas "ok.. Aku ke sana"
Prita pun segera menelpon Andi
"andi.. Kamu sudah dimana.."
"baru mau on the way.."
"maaf sayang.. Aku ke rumah boss aku dulu ya"
"hah.. Ini kan hari minggu prit.. Lagian kamu udah ada janji"
"iyaa.. Maaf..! Aku cuma sebentar kok..! Nanti aku kabarin kalau sudah selesai.."
"ehmm ok.."
Telpon pun di tutup.. Prita langsung pergi ke rumah pak suryo
Sesampai nya di rumah pak suryo..
Prita dengan langkah setengah berlari, langsung masuk ke rumah pak suryo..
"mba prita.. Ada apa" kata bi darmi
"di suruh beli obat buat bapak.. Kata nya habis"
__ADS_1
"oowh biasa nya ibu yang beli.. Tumben nyuruh mba"
Prita terdiam, perasaan nya mulai enggak enak..
"kaya nya si revan ngerjain gw iniii! Ampuun yaaa tuh orang.. Harus di apain kali" kata prita dalam hati
Dan revan pun datang menghampiri prita..melihat revan datang bi darmi pun pergi ke dapur
"wiihh mantab.. Langsung datang" kata revan
"enggak ada yang di butuhkan lagi kan.. Saya pamit"
Revann menarik tangan prita, dan mendarat di dada revan..
"kamu cantik banget.. Mau kemana"
"lepasin revan.. Banyak orang di sini..! Jangan sampai aku teriak"
Revan mencium pipi prita..
Spontan prita menampar nya..
Revan tersenyum mendapat tamparan dari prita
"sakit juga tamparan kamu"
Prita terdiam..
"kamu akan aku dapatkan.. Ingat itu prita" bisik revan..
Prita menatap marah ke arah revan..
Dan pergi meninggalkan revan..
Prita kembali apartemen nya..
Ternyata di sana sudah ada andi yang menunggu..
Prita berlari ke arah andi dan memeluknya..
"are you okay"
Prita menatap andi sambil tersenyum manis
"jadi ke rumah orang tua ku"
"ehmm hayu.."
Dan mereka pun pergi ke rumah orang tua andi..
.
.
.
😘🥰😍🥰😍🥰😍🥰😍🥰
Jangan lupa like vote and coment
__ADS_1