TOPENG SETAN

TOPENG SETAN
DIKIRIM KE SEBUAH PULAU.


__ADS_3

Setelah mendapat pencerahan dari seorang petapa, Arka berencana akan kembali ke tempat persembunyianya.


Akan tetapi ia melihat ada yang tidak beres.


Tiba-tiba saja ia merasakan firastat buruk, seperti akan terjadi sesuatu hari ini.


Tiba-tiba saja pergerakan orang-orang di sekelilingnya terhenti, seperti Seakan-akan dunia berhenti bergerak.


Hanya dia saja yang bisa bergerak, semua orang di sekelilingnya seperti terlihat jadi patung.


Di hari ini, akan terjadi penomena Alam. Yang bernama Gerhana Bulan.


Penomena tersebut adalah sistem yang di ciptakan oleh Dewata. Dimana itu akan menciptakan kegelapan di Alam Dunia.


Ketika Matari, bulan dan Dunia, berada dalam posisi sejajar. Membuat cahaya matahari yang menyinari Alam Dunia di tutupi oleh bulan. Dan dunia berada dalam kegelapan total.


Tapi itu tidak akan berlangsung lama, hanya beberapa saat saja.


* Kini golok yang Arka miliki tiba-tiba saja mengeluarkan asap. Lalu topengnya seperti magnet yang langsung menempel ke arah Wajahnya.


Mulai bergerak bulan menutupi setengah dari cahaya matahari.


*Kadita yang sedang berada di dalam kemarnya. yang sedang duduk di kursi.


Tusuk konde yang sekarang sedang ia pakai, yang terdapat batu permata hijau di tusuk konde tersebut. Kini tiba-tiba saja bisa menyala secara berkedip-kedip.


"Apa yang terjadi dengan tusuk konde ini." Ucapnya Kadita merasa heran.


[Kini bulan sudah menutupi sepermpat cahaya matahari.]


Setelah Sang Surya telah di tutupi oleh rembubulan secara total, dan kini Dunia Sekarang berada di kegelapan total.


Lalu Gerbang dimensi kehidupan di Dunia lain terbuka oleh Sang Dewata.


Dunia mulai melakukan putaran pada porosnya. Membuat Arka dan Kadita di kirim Dewata ke Dunia lain.


Setelah kegelapan tersebut sudah menghilang. Kini Kadita dan Arka Sudah bukan lagi berada di dunia mereka biasanya. Melainkan mereka telah di kirim ke sebuah Pulau yang hampir terlupakan. Pulau tersebut bernama Pulau Papua.


* "Dimana Aku." Ucapnya Kadita setelah gerhana bulan selesai. [Di tempatnya berada]


*"Apa yang telah terjadi" Ucapnya Arka setelah gerhana bulan selesai. [Di tempatnya berada]


Belum terlihat ada kehidupan di pulau tersebut oleh Arka ataupun Kadita.


Mereka hanya melihat pepohonan yang masih sangat amat banyak.


Tidak ada satu pun terlihat olehnya ada sebuah desa ataupun rumah di Pulau tersebut.


* Arka sekarang berada di pinggiran sebuah pantai. Lalu dia sedang berjalan masuk kedalam hutan, terlihat olehnya masih banyak hewan-hewan hutan di sana.


Diantaranya monyet, burung dan ular.[Hewan-hewan umumnya yang tinggal di hutan]


Lalu tiba-tiba saja seperti ada sebuah pergerakan yang mencurigakan di dekat tempatnya berada sekarang.


Muncul seseorang di hadapannya, yang berpenampilan seperti orang dayak.

__ADS_1


"Hublabla hubla." Ucapnya orang tersebut kepada Arka.


"Apa yang kau ucapkan, aku tidak mengerti." Saut Arka pada orang tersebut.


"Hubla hubla hubla." Ucapnya lagi orang tersebut kepada Arka.


"Akh. tidak tau lah, kau itu bicara apa." Sautnya Arka pada orang tersebut.


Lalu datang lagi beberapa orang yang berpenampilan serupa dengan orang yang mendatangi Arka tersebut.


Mereka menodongkan tombak mereka ke arah Arka. Lalu Arka mengangkat kedua tangannya.


Salahsatu dari mereka mendekatinya lalu mengikat kedua tangannya dengan tali.


Dibawalah Arka oleh kelompok orang dayak tersebut ke suatu tempat.


*Sementara itu, di tempatnya Kadita berada sekarang.


Kadita berada di dalam hutan, berjalan dan melihat-lihat keadaan di sekitarnya.


"Sebenarnya aku ini sekarang berada di mana sih." Ucapnya Kadita.


Terdengar olehnya, ada gerak-gerik mencurigakan di sekitaran tempat Kadita berada.


Muncul seseorang dari arah belakangnya.


"Hublabla hubla."Ucapnya orang tersebut yang mendatangi Kadita dari belakang sambil menodongkan tombak.


"Siapa kau ini, dan apa yang kau ucapkan itu, aku tidak mengerti." Saut Kadita sambil mencoba menengok ke belakang.


Dibawah Kadita oleh orang tersebut kesuatu tempat.


Setelah mereka tiba di suatu tempat, dimana orang-orang dayak itu tingal.


Arka di masukan kesebuah kandang yang terbuat dari kayu oleh orang-orang dayak tersebut.


Lalu di susul dengan Kadita yang baru tiba di tempat tersebut.


Mereka berdua di jadikan satu kandang.


"Tuan Putri Kadita, kenapa kau ada di sini." Tanya Arka pada Putri Kadita yang baru tiba di tempat tersebut.


"Entahlah, tiba-tiba saja aku sudah ada di sini setelah selesainya gerhana bulan." Saut Kadita kepada Arka.


"Lalu kau sendiri, bagaimana bisa ada disini." Tanya balik Kadita kepada Arka.


"Sama halnya dengan mu." Saut Arka pada Kadita.


Tidak lama kemudian Kadita dan Arka di bawa oleh orang dayak itu ke hadapan kepala suku mereka.


Mereka berdua di ikat kembali di tiang secara berdiri. Di depan Api unggun yang telah mereka persiapkan.


Salah seorang dari mereka membunyikan sebuah alat musik yang di namakan tifa.


Mereka semua mengelilingi Arka dan kadita, Sambil menghentak-hentakan kaki.

__ADS_1


Mereka sedang melakukan sebuah tarian yang di namakan Tarian Musyoh.


Dengan Tarian tersebut. Arka dan Kadita akan di persembahankan untuk jadi tumbal mahluk setan. Untuk bisa menenangkan apra mahluk-mahluk Gaib lainnya.


Mereka melakukan itu karena mereka semua dalam memiliki penyakit aneh. Seperti kulit mereka menjadi merah dan sangat gatal.


Mereka mengira itu adalah kutukan yang di ciptakan Dewata untuk desa mereka.


Tidak lama kemudian, datang Mahluk Alam bagib ke tempat mereka berada.


Orang-orang dayak sangat ketakutan oleh mahluk-mahluk Alam Gaib tersebut.


Kepala Suku mereka mendekat ke pada mahluk tersebut.


"Hubla bla hubla hubla hubla." Ucapnya Kepala Suku tersebut pada Mahluk Gaib itu.


Jika di artikan adalah, dia akan memberikan persembahan tumbal kepada mahluk tersebut, yaitu Arka dan Kadita.


Topeng Arka menempel secara tiba-tiba, Lalu tubuhnya pun di ambil alih Mahluk Setan.


Lalu ikatan pada tubuhnya di hancurkan olehnya.


Dari tempatnya berada, Arka langsung melompat dan menghajar seluruh mahluk-mahluk Gaib tersebut.


"SAT SIT SUT" Suara pertarungan Arka dengan mahluk gaib tersebut.


Setelah berhasil mengalahkan semua mahluk-mahluk Gaib tersebut.


Arka menatap tajam keseluruhan orang dayak tersebut.


"Kalain manusia lemah, Karena kalian memperlakukan ku seperti orang rendahan, kalian akan mendapat hukuman dari ku." Ucap Arka yang di rasuki Setan, sambil menodongkan golognyanya pada orang dayak tersebut.


Arka langsung berada di depan kepala suku mereka, menatap tajam ke kepala suku tersebut, mengangkat goloknya itu dan akan Menghabisi kepala suku tersebut.


Sangat-sangat ketakutan kepala suku tersebut.


Ketika hampiri saja Arka membunuh kepala suku tersebut, Kadita berteriak Denga sangat keras.


"Tidak..... jangan." Ucap teriakan Kadit.


Lalu Arka menengok ke arah tempat Kadita berada.


Arka melihat batu hijau yang menyala secara berkrdip-kedip, yang ada di tusuk konde Kadita.


Batu tersebut mampu menangkal mahluk setan yang ada di tubuh Arka.


Arka tersadarkan oleh batu tersebut. Lalu topengnya terlepas.


"Ampun. ampuni kami tuan." Ucapnya Kepala Suku pada Arka.


"Aku bisa mengerti ucapnya." Ucap Arka setelah kesadaranya kembali, sebahis kerasukan, dan orang-orang dayak itupun mengerti ucapnya Arka.


"Ampun tuan setan, kami terpaksa melakukan ini untuk menghilangkan kutukan di desa kami ini." Ucap lagi Kepala Suku pada Arka.


"Memang apa yang terjadi di desa ini." Tanya Arka pada Kepala Suku.

__ADS_1


__ADS_2