TOPENG SETAN

TOPENG SETAN
BAB 8


__ADS_3

BAB 8


DI BAWA KEPADA SUATU KEJADIAN.


Selama Arka menjalani kehidupan ini, hatinya selalu tidak mendapatkan ketenangan/ketentraman batin, dan selalu di selimuti kegelisahan.


Dia tahu kalo jalan yang di tempuhnya itu adalah salah. Tapi hanya itu yang bisa ia perbuat untuk bisa membantu rakyat kecil yang menderita, ia tidak tahu harus berbuat apa untuk bisa membantu rakyat kecil, hanya cara seperti itulah yang ada di pikirannya.


Dia sudah bertekad pada dirinya sendiri, walau Tuhan harus menghukum perbuatannya itu, dia menerima segala konsekuensinya.


Setiap kegelisahan yang melanda hatinya Arka selalu pergi sendirian ketepian sungai yang terdapat air terjun dan kehijauan dedaunan yang membuat dia merasa sedikit mendapatkan ketenangan hati.


Tapi itu hanya bertahan beberapa saat saja.


Pepatah mengatakan setiap awal tujuan harus di mulai dari niat, karena di hatinya ada niat baik, walaupun jalan yang di laluinya itu salah.


Dari niat baik yang di milikinya itu, selang waktu beberapa saat kemudian muncul sebuah cahaya di hadapan Arka berada.


Entah dari mana asal cahaya tersebut datang. Ketika Arka melihat cahaya itu, tiba-tiba saja Arka merasakan tubuhnya merinding dan tiba-tiba saja kepalanya merasa sangat pusing dan akhirnya Arka jatuh pingsan.


Arwahnya di bawa kesuatu tempat, tapi tubuhnya masih pingsan di sana.


Setelah ia tersadar dari pingsannya, dan mulai membuka mata. Ia di hadapkan kesbuah cerita kehidupan seseorang yang hapir kisah cerita kehidupannya sama dengannya.


(Ini adalah Alam mimpi, arwah Arka hanya bisa menyaksikannya saja❗️)


(Arka sedang menyaksikan.)


Sunan Kalijaga.


(Sebelum menjadi Walisongo)


Raden Said adalah salah seorang anak Raja.


Didalam kerajannya, Para Wali di bebaskan untuk mengajarkan agama Islam di dalam wilayah kerajan itu.


Bahkan Raden Said sendiri yang anak Raja juga di perintahkan untuk mengaji kepada salahsatu orang yang menjadi penganut Agama Islam.


Walaupun gitu, akan tetapi di masa itu, Raja masih memegang teguh peraturan kerajaannya.


Raja selalu meminta upeti pajak melebihi hasil bumi yang ada.

__ADS_1


Dikala musim panen tiba, hari ini hasilnya padi tidak terlalu banyak seperti panen waktu lalu.


Tetapi Raja tidak memperdulikan itu, bahkan Raja memerintahkan petugas pajaknya untuk memaksa orang-orang harus bayar pajak dengan jumblah yang telah ia tetapkan sendiri.


Semakin hari semakin menderita saja keadaan penduduk desanya karena permasalahan pajak yang sangat amat memberatkan mereka itu.


Orang-orang desa tidak bisa berbuat apapun karena di masa itu minim sekali pendidikan, hanya orang-orang kaya saja yang bisa mendapatkan pendidikan.


Banyak terjadi busung lapar di desa tersebut.


*Di suatu ketika Raden Said datang berkunjung ke Desa.


Raden Said melihat ada dua anak kecil kakak adik yang sedang mencari bahan makanan, tapi anak tersebut tidak menemukan makanan, keadan mereka sungguh sangat memperhatinkan sekali.


Mereka terlihat sangat kelaparan. Haya seekor binatang tikus yang mereka lihat, karena tidak menemukan bahan makanan lainnya, pada akhirnya tikus tersebut di tangkap oleh Sang Kakak itu kemudian tikus tersebut di sembelih dan di masak oleh kakak adik itu untuk di jadikan bahan makanan mereka.


Setelah daging tikus itu matang dan siap untuk di makan, mereka berdua masuk kedalam rumah dan memberikan makan itu kepada ibu mereka yang sedang sakit.


"Ibu ini ada makanan, makananlah ini." Ucap Anak itu pada ibunya yang sedang tidur karena sakit.


"Kau mendapatkan makanan itu dari mana." Tanya Ibu kepada anaknya itu.


"Ini di kasih orang bu." Saut anak itu berbohong kepada ibunya.


"Tidak bu, kami tidak mencuri." Saut Anaknya.


"Kalian bohong, ibu tidak mau makan makanan haram, kita ini Islam, mencuri tidak di perbolehkah anak ku. Lebih baik mati kelaparan dari pada harus makan makanan haram." Ucap Ibunya menasihati anaknya.


Raden Said yang mengintip dari pintu rumah anak kecil itu, kemudian ia masuk kedalam rumah tersebut.


"Mereka berkata benar, itu bukan hasil dari mencuri dari orang lain." Ucapnya Raden Said kepada ibu itu.


Raden Said yang merasa sangat kasihan melihat keadan keluarga itu, lalu ia berinisiatip untuk menolong mereka.


"Tunggu lah di sini, kakang akan kembali." Ucapnya Raden Said kepada mereka.


Setelah itu Raden Said pergi dari rumah tersebut menuju ke dalam kerajaannya.


Setelah ada di dalam kerajannya, ia pergi kedalam gudang penyimpanan makanan. Di dalam gudang itu ia mengambil beberapa buah-buahan dan juga membawa sekantung beras.


Setelah itu ia pergi dari gudang tersebut memakai kudu miliknya.

__ADS_1


Seorang pelayan kerjan melihat Radin Said pergi membawa makanan tersebut dari gudang, lalu pelayanan itu melaporkan hal tersebut kepada ibundanya Raden Said.


*Setelah sudah di dalam Rumah Anak itu lagi, raden Said memberikan makanan yang telah di curi dari gudang makan milik Kerajannya sendiri itu.


Dari kejadian tersebut kini Raden Said adalah seorang perampok yang selalu mengambil hasil bumi di gudang penyimpanan Hasil Bumi di kerajaannya.


Selain itu, dia juga merampok orang-orang yang kaya.


Hasil curiannya, dan rampokanya itu akan ia bagikan kepada orang-orang yang miskin lainya.


Dari tindakannya tersebut, ternyata telah di ketahui oleh Ayahanda dan juga ibundanya Raden Said.


Ayahandanya sangat marah mengetahi hal tersebut kemudian dia memanggil seorang kiai yang menjadi guru ngajinya dan bertanya kepada kiai itu. "Apa hukuman untuk seorang pencuri." Tanya Raja kepada Kiyai itu.


"Dalam ajaran Islam, orang yang mencuri hukumannya adalah di potong tangannya." Saut dari Sang Kiyai itu.


"Aku menerima hukuman tersebut Ayahanda." Saut Raden Said yang mendengar hal itu kepada Ayahandanya.


Raja sangat terkejut mendengar hal tersebut, dia tidak mau kalau tangan anaknya harus di potong. Raja mengubah hukumanya itu dengan menyambuk kedua tangan Raden Said.


Kemudian Raden Said menaruh kedua tangannya di menja yang ada di hadapan Ayahandanya kemudian di cambuklah kedua tangan Raden Said oleh Ayahandanya.


Raden Said menahan rasa sakit dari cambukan bertubi-tubi ketangannya itu.


*Di kesokan harinya, Di malam hari.


Raden Said mendatangi desalagi untuk melakukan pencurian lagi kepada orang kaya menggunakan topeng.


Secara kebetulan dia melihat ada seseorang yang terlihat mencurigakan, masuk kerumah seorang wanita, orang itu memperkosa wanita yang ada di dalam rumah tersebut, kemudian terdengar suara minta tolong dari dalam rumah tersebut.


Tetangga dan warga yang ada di sekitar rumah itu mendengar teriakan tersebut.


Mendengar suara tersebut Raden Said lalu masuk kedalam rumah tersebut untuk menolongnya. Akan tetapi orang itu berhasil melarikan dari jendela.


Para Warga yang masuk kedalam rumah tersebut melihat keadaan wanita yang pakaiannya rusak dan Ada Raden Said di dalam rumah itu.


Raden Said di tuduh telah melakukan pemerkosaan kepada wanita itu kemudian dia di tangkap oleh para warga tersebut, kemudian di bawa kedalam kerajaan untuk dilaporkan kepada kerajan.


Setelah dia di bawa ke dalam kerajannya dan di ketahui oleh kedua orang tuanya.


Raden Said di usir dari kerajaan oleh ayahandanya.

__ADS_1


Dan Raden Said akhirnya pergi meninggalkan kerajan.


*Raden Said berada di hutan, ia melihat seseorang kakek tua yang bertongkat.


__ADS_2