TOPENG SETAN

TOPENG SETAN
BAB 10


__ADS_3

BAB 10


INGIN PERGI MENUJU KERAJAN DEMAK.


Setelah melihat sendiri kejadian yang di lakukan Sunan Kalijaga.


Cara pikirk dan sudut pandang Arka mulai berubah.


Ada cari lain tampa perlu memberontak kepada kerajan atau dengan cara berperang.


Tapi pengetahuan Arka untuk bisa melakukan hal seperti itu sangatlah jauh.


Dia berpendapat bahwa suatu usaha keras akan membuahkan suatu ke ajaiban yang sangat luar biasa.


Hidup saling tolong menolong dengan sesama, itu adalah suatu kepuasan hati tentang rasa kemanusian yang harus di miliki semua orang.


Kita di takdirkan oleh Allah S.W.T untuk saling membutuhkan satu sama lainnya.


Ketika hati dan pikirannya bersatu, arwah Arka di tarik kembali oleh cahaya ilahi.


Tidak lama kemudian Arka terbangun dari mimpi panjangnya itu.


"Akh, aku dimana. Oh benar aku ada di Sungai ini, mimpi itu terasa nyata sekali ku rasakan." Ucapnya Arka setelah sadar kembali.


Dari mimpi yang di alaminya itu, kini ia merasa harus menimba ilmu di suatu tempat.


Dulu Arka pernah mendatangi sebuah kerajaan bersama kakeknya semar untuk di undang membawakan acara kesenian golek.


Kerajaan tersebut bernama Kerajaan Demak yang Rajanya bernama Raden Fatahillah, biasa di panggil Raden Patah. Penduduknya rata-rata banyak kaum muslim. Itu tidaklah heran karena di kerajaan tersebut pernah berdiri sebuah kelompok yang bernama Walisongo.


Akra memutuskan ingin pergi kekerajaan Demak dan sekaligus mencari pengalaman baru di kerajaan Demak itu.


Kerajaan Demak atau Kesultanan Demak didirikan oleh Raden Patah. Pusat Kerajaan Demak berada di Demak, Jawa Tengah. Dalam hal penyebaran agama Islam, Kerajaan Demak dibantu oleh Wali Songo.


Kehidupan Ekonomi Kerajaan Demak


Letaknya sangat strategis di pesisir pantai Jawa, membuat Demak menjadi bandar perdagangan yang maju bersama Surabaya, Madura, Tuban, Semarang, Jepara, Cirebon dan Sunda Kelapa.


Selain perdagangan, Kerajaan Demak juga didukung komoditas ekspor seperti beras dari pedalaman yang dihasilkan dari kadipaten – kadipaten seperti Madiun, Kediri, Malang, Pati dan Pajang.


Komoditas ini diekspor melalui jalur perdagangan internasional di Nusantara.


Setelah berdiri sendiri, Kerajaan Demak menempatkan adipati – adipati di daerah – daerah sebagai perpanjangan tangan Sultan.

__ADS_1


Daerah tersebut seperti Surabaya, Tuban, dan Madiun yang memiliki adipati yang sangat berpengaruh.


Kehidupan Sosial Kerajaan Demak


Berbeda dengan kerajaan Hindu maupun Buddha, di agama Islam tidak terdapat kasta dalam kehidupan sosialnya.


Pada agama Islam juga tidak terdapat ritual – ritual yang mengeluarkan biaya layaknya yang dilakukan di agama Hindu.


Sistem sosial Kerajaan Demak bersifat egaliter, artinya terdapat kesetaraan antara rakyat dan pemimpin yang dapat dilihat ketika pelaksanaan sholat.


Arka mulai berdiri dari tempat kediamannya, lalu pergi menuju tempat tinggalnya di kedai makan.


Setelah tiba di dalam tempat tersebut.


"Kakang Arka kemana saja kau selama ini, pergi lama sekali sampai 3 hari, aku sampai berpikir kau itu sudah mati di bunuh kerajaan Majapahit.


Aku sangat mengkhawatirkan mu tahu.


Bahkan Mbak Sari sampai tidak bisa istirahat, selalu memikirkan mu." Ucap Dik Aini yang melihat Arka masuk.


"Apa, tiga hari. Selama itukah aku pergi, aku tidak menduga sampai selama itu aku pergi." Saut Arka sangat terkejut, tanpa ia sadari bahwa dia pergi sampai 3 hari.


"Memangnya kau itu dari mana sih sebenarnya." Tanya Aini.


"Dimana Sari" Tanya Arka.


"Mbak Sari ada di kamarnya, cepat kau temui dia." Saut dik Aini.


Kemudian Arka dan Dik Aini pergi ke kamar Sari berada.


Setelah tiba di dalam kamar Sari, terlihat olehnya Sari sedang tertidur karena sakit.


"Mbak lihatlah siapa yang aku bawa." Ucap Aini yang baru tiba di dalam kamar Sari.


Lalu Sari membuka matanya, dan melihat ada Arka.


"Apa aku tidak salah lihat." Ucap Sari setelah melihat Arka ada di hadapannya.


"Tentu saja kau tidak salah lihat, kau sakit karena merindukanku, apa itu benar." Ucap Arka kepada Sari.


"Hem, siapa bilang. Aku sakit bukan karena kamu tahu, jangan salah sangka ya lelaki berengsek tak tahu diri...." Saut Sari sambil menarik hidung Arka.


"Aduduh..., ya, ya. Aku hanya bergurau saja, Sakit tahu." Saut Arka.

__ADS_1


"Kau pergi kemana selama ini, aku sudah mencari mu kemana-mana tapi tidak bisa menemukan mu." Tanya Sari.


"Panjang ceritanya, tapi yang terpenting aku sudah ada di sini." Saut Arka.


"Terserah kau saja lah, jika tidak mau menceritakannya. Tapi lainkali kalo pergi kau harus bilang dulu kepada ku, apa kau paham lelaki berengsek." Ucap Sari menegaskan kepada Arka.


"Iya, iya. Aku salah, aku minta maaf sudah membuat kalian hawatir." Saut Arka.


"Bagaimana aku harus mengatakannya kepada mereka sekarang. (Untuk pergi ke Kerajan Demak.)" Ucap Arka dari dalam hati.


"Sudahlah, mungkin besok saja aku mengatakannya." Ucap lagi Arka dalam hatinya.


*Sementara itu di tempat kediaman Pitaloka berada.


Pitaloka sedang ada di dalam sebuah Gua yang terletak tidak jauh dari pesisir pantai laut Selatan.


Di dalam Gua tersebut ia sedang melakukan suatu pemujaan dan persembahan untuk memanggil seorang monster dari Alam Gaib, yaitu Mahluk Siluman Ular Naga. Yang di juluki orang Ratu laut Kidul atau Ratu pantai laut Selatan.


Pitaloka mulai melakukan pertapaan dan mengucap sebuah mantra dalam hatinya.


"Camkuprit simanikutil kecepirit ." Ucap 3× Suan membaca sebuah mantara dalam hatinya.


Kemudian muncul Sebuah Pintu yang menuju ke dimensi Alam Gaib di dalam gua tempat Pitaloka bersemedi.


Ada tiga mahluk penghuni Alam gaib, yaitu kaum dedemit, kaum setan, dan yang terakhir adalah kaum siluman.


Dan kini Pitaloka sedang melakukan pertapaan untuk membuka pintu gerbang Alam Gaib yang di huni oleh mahluk kaum siluman.


Kaum siluman di kenal memiliki sosok seperti manusia yang bisa berubah wujud menjadi seekor binatang. Seperti yang kita kenal, yaitu buaya putuh, siluman harimau, siluman ular dan sebagainya.


Rencananya Pitaloka akan memanggil Siluman Ular Naga tersebut untuk membantunya menghancurkan kerajan Majapahit, karena perajuritnya (Dedemit) tidak bisa mengalahkan seorang pendekar bertopeng.


Kemungkinan jika dia meminta bantuan kepada seseorang Ratu Siluman (Ratu kidul), tujuannya bisa segera tercapai (Menghancurkan kerajan Majapahit.)


Tapi pintu gerbang tersebut masih belum bisa terbuka lantaran ia harus terlebih dahulu memenuhi beberapa Syarat untuk bisa membuka pintu gerbang tersebut.


Syarat untuk bisa membuka gerbang itu, Pitaloka di perintahkan untuk mencari 1000 tumbal mahluk Alam dunia atau manusia, untuk di tukarkan kehidupannya dengan Mahluk siluman itu yang ada di Alam gaib tersebut.


Dan Syarat terakhir dia harus bisa mendapatkan Putri Raja yang bernama Mutia untuk sayarat persembahan yang akan menjadi Wadah untuk Ratu kidul nanti.


Mutia adalah anak dari Raja Demak yang bernama Raden Patah. Raden Patah pernah memiliki seorang istri dari dunia kayangan yang bernama Purbasari seorang bidadari kayangan. (Ini hanya karangan belaka.)


Sebab Mutia memiliki darah keturunan dari seorang Dewi Kayangan. Maka dari situlah Ratu kidul ingin memiliki tubuh kusus seperti Putri Mutia.

__ADS_1


__ADS_2