TOPENG SETAN

TOPENG SETAN
BAB 4


__ADS_3

BAB 4.


PERTEMUAN ORANG KE DUA.


Sekarang Arka percaya dengan semua cerita yang di bilang oleh Sari kepadanya.


Arka merasa hatinya seperti tercabik-cabik oleh sesuatu yang sangat tajam, melihat keadan penduduk desa yang sangat memperhatinkan ini.


Dengan rasa kasihan dan jiwanya juga merasakan emosi kepada orang kerajan Majapahit, Arka melakukan sumpah yang bernama sumpah TERI SATYA.


"DEMI KEHORMATANKU AKU BERJANJI AKAN BERSUNGGUH-SUNGGUH:


Untuk menjalankan kewajibanku terhadap Tuan yang esa.


Untuk menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat.


Dan akan menepati Dasadarma." Ucap sumpah Arka pada dirinya sendiri.


Setelah Arka melakukan sumpahnya itu, tiba-tiba saja ia mendapatkan sebuah benda yang berbentuk bintang di tangan kanannya itu.


Kemudian golok pusaka miliknya itu tiba-tiba saja mengeluarkan sebuah cahaya, dan di sarung goloknya itu terdapat gambar perisai yang memiliki lima lambang yang membentuk berada-beda. Lima lambang itu menggambarkan Bintang, Rantai, Kepala banteng, Pohon beringin dan padi.


"Kenapa Golok ini bersinar dan ada sebuah gambar perisai yang memiliki lima gambar yang tidak ku mengerti.


Apa maksudnya ini semua, sepertinya benda yang berbentuk bintang ini memiliki bentuk yang sama yang di gambarakan oleh sarung golok ini." Ucapnya Arka sambil memasang lambang bintang yang ia dapatkan itu ke sarung goloknya.


Dan setelah Arka memasang benda bintang itu kepada sarung goloknya, kini ia di nyatakan memiliki jiwa panca dan mendapatkan sebuah kekuatan setengah Dewa atas seizin dari Tuhan yang esa.


Untuk menolong orang-orang desa dan bisa bertahan hidup. Kini Arka akan melakukan hal yang sama yang di lakukan Sari. Mereka berdua kini menjalin hubungan kerja sama.


*Sekarang Arka dan Sari sedang memakai jubah hitam dan memakai topeng golek yang memiliki expresi lucu tapi menyeramkan.


Di saat ini mereka sedang berada di rumah seorang juragan yang sangat kaya.


Juragan tersebut adalah seorang yang memiliki profesi sebagai seorang rentenir yang selalu memberi tipuan muslihat kepada para penduduk desa.


Arka dan Sari menghampiri rumah tersebut.


Sari mengetuk rumah juragan itu, kemudian setelah dibuka pintu rumah oleh pemiliknya tidak ada satupun orang terlihat.


Dengan keahlian silat Arka, ia mampu masuk kerumah tersebut dengan sangat cepat.


Setelah pemilik rumah menutup kembali pintu rumahnya dan berbalik kebelakang, ia melihat Arka yang memakai topeng. Sebelum pemilik rumah berteriak, Arka sudah membungkam mulut pemilik rumah tersebut lalu mengikatnya dengan tali.


Di buka lagi pintu rumah oleh Arka dan kemudian Sari masuk kerumah tersebut.


Segeralah mereka mengambil harta benda yang ada di rumah Juragan tersebut sampai tidak ada yang tersisa.


Setelah berhasil mengambil semua harta Juragan tersebut, pergi lah mereka dari tempat itu, menuju target rumah berikutnya.


Sudah 3 rumah yang mereka curi.


Setelah rumah terakhir yang mereka datangi sekarang.

__ADS_1


Isteri dari pemilik rumah yang baru saja pulang kerumahnya. Ketika wanita tersebut membuka pintu rumahnya, dia melihat suaminya di ikat dan di bungkam mulut. Selain itu dia juga melihat rumahnya berantakan sekali.


Lalu Sari dan Arka baru saja keluar dari kamar pemilik rumah, mereka habis mengambil harta benda yang ada di dalam kamar tersebut, Kemudian wanita pemilik rumah tersebut melihat mereka berdua.


"Tolong.. tolong... ada pencuri." Teriak wanita tersebut.


Terdengar oleh Perajurit Kerajaan yang kebetulan sedang patroli di dekat rumah tersebut.


Segera Perajurit Kerajan itu menghampiri rumah tersebut, kemudian mereka Arka dan Sari terlihat oleh perajurit tersebut.


"Hei siapa kalin." Tanya salah seorang perajurit kepada mereka.


"Kami adalah PATRIOT BERTOPENG,(Patriot\= Pejuang) ingat nama itu bakik-baik." Saut dengan lantang Arka pada perajurit tersebut, lalu mereka segera melarikan diri dari tempat itu.


Di kejarlah mereka berdua oleh perajurit tersebut, para perajurit tidak sanggup mengejar mereka berdua karena mereka berlari dengan sangat cepat.


Karena tidak sanggup mengejarnya, paraperajurit itu memutuskan untuk kembali ke kerajan dan melaporkan hal tersebut kedalam kerajan.


Terbentuk lah sebuah poster yang menggambarkan penampilan mereka yang menggunakan topeng.


Dan di sebarlah poster tersebut ke seluruh pelosok kerajan.


Poster tersebut menyebutkan.


"Di cari pencuri yang menjuluki diri PATRIOT BERTOPENG."


*Sementara itu, di tempat Arka dan Sari sekarang yang jauh dari Ibukota Majapahit.


"Yohoo.." Ucap Arka gembira.


"Kita berhasil Arka." Ucap sari pada Arka.


"Tentu saja, aku ini pintarkan." Saut Arka pada Sari.


"Kau bukan pintar, tapi kau itu licik." Saut Sari sambil tersenyum kepada Arka.


Setelah itu mereka berdua pergi ketempat di mana rakyat-rakyat kecil itu berada.


Setibanya mereka di desa tersebut, lalu mereka berdua mendatangi rumah-rumah warga desa dan membagikan beberapa koin emas kepada mereka.


"Siapa Tuan ini sebenarnya, kenapa mau menolong orang-orang kecil seperti kami." Tanya salahsatu penduduk desa pada Arka.


"Saya seorang Patriot yang di utus Dewata." Saut Arka pada orang tersebut.


"Entah apa yang di bicarakan tuan ini, tapi saya sangat berterimakasih banyak kepada Tuan." Ucap orang tersebut pada Arka.


"Baiklah kek, gunakan hata itu dengan baikya." Ucap Arka pada orang tersebut.


Setelah membagikan harta tersebut, mereka pergi dari tempat itu. Kemudian masuk kedalam Ibukota untuk membeli beberapa pakaian.


Setelah mereka masuk kedalam Ibukota dan sudah ada di toko baju.


"Buatkan wanita ini pakaian yang mewah, dan aku tidak perlu terlalu mewah yang penting terlihat elegan jika di pakai." Ucapnya Arka pada pemilik toko pakaian tersebut.

__ADS_1


Setelah keluar dari toko pakaian, dan sudah memakai pakaian baru.


Sekarang mereka berdua kini terlihat seperti saudagar kaya, dengan penampilan baru mereka itu.


Mereka berdua berpisah di tempat itu, untuk mencari rumah yang bisa mereka sewa untuk menjadi tempat tinggal mereka berdua.


Arka pegi ke arah Barat dan Sari ke arah Timur.


*Sementara itu di desa lain, yang masih di wilayah tanah kekuasaan Majapahit.


Tinggal seorang anak perempuan yang bernama Aini, ia tinggal berdua dengan ayahnya.


Dikala itu seorang petugas pajak datang kerumahnya ingin meminta uang pajak kepada ayahnya Aini. Akan tetapi ayahnya sedang sakit-sakitan.


Perajurit tidak mau tahu, ayah Aini di paksa untuk segera membayar pajak, akan tetapi apa daya, ayah aini tidak sanggup membayar pajak itu. Dan pada akhirnya Aini di tangkap oleh perajurit tersebut dan di bawa kedalam kerajaan dan di penjarakan di penjara bawahtanah.


Selang beberapasaat, ada seorang petugas kerajaan datang kedalam penjara bawahtanah tanah. Dan petugas itu memilih para wanita cantik yang ada di dalam penjara tersebut, di antara mereka Aini pun terpilih.


Di bawah mereka semua ke suatu tempat, kemudian mereka di serahkan kepada dayang istana untuk di bersihkan tubuhnya dan di dandani secantik mungkin.


Mereka akan di jadikan wanita penghibur untuk para Juragan-juragan bejad.


Datanglah mereka semua para Juragan-juragan kaya. Di antara juragan tersebut, Arka juga ada di tempat itu.


Berbaris lah mereka semua para wanita-wanita yang sudah di bersihkan dan di dandani secantik mungkin.


Mereka semua para Juragan, berebut ingin memiliki Aini.


Lalu Arka datang membawa satu kotak peti berisi emas untuk bisa membeli Aini.


Karena para saudagar tidak ada yang bisa membeli Aini dengan harga yang lebih tinggi darinya, akhirnya Aini terjual kepada Arka.


Lalu dibawalah Aini oleh Arka sekarang.


Di perjalanan Arka bersama Aini, Arka melihat wajah Aini yang masih murung dan tidak mengatakan apapun.


"Aku tidak ingin melihat wajah seperti itu. Aku ini sekarang Tuan mu, jadi kau harus turuti keinginan ku." Ucap Arka pada Aini yang tangannya masih terborgol oleh rantai.


Aini sangat marah, ia sudah tidak memperdulikan apa yang akan terjadi kepadanya jika melawan Tuanya.


Aini melakukan perlawanan kepada Arka, kemudian Arka bergerak menghindari perlawanan yang di berikan Aini kepadanya.


Terjadi pertarungan diantara mereka berdua.


Aini mematahkan batang pohon kecil yang ada di dekatnya, lalu melempar kan batang pohon tersebut ke arah Arka berada. [Layaknya seperti melempar anak panah.]


Arka menghindari batang pohon tersebut, kemudian batang pohon itu tertancapkan ke pohon yang berada di belakang Arka.


Setelah melihat kemampuan Aini itu, Arka sangat kagum dengan Aini.


"Tidak percuma aku membeli mu. Kau memiliki keahlian hebat, aku kagum dengan keahlian mu itu." Ucapnya Arka memuji Aini.


Arka bergerak dengan cepat, sekejap mata dia ada di belakang Aini.

__ADS_1


Setelah itu Arka menodongkan golognya yang di sembunyikan di pakainya, goloknya itu ia todongkan ke leher Aini.


"Tenanglah, aku membeli mu ada maksud lain, bukan untuk menjadikan mu pelayan untuk memuaskan nafsu ku." Ucap Arka sambil menodongkan golognya ke leher Aini.


__ADS_2