TOPENG SETAN

TOPENG SETAN
BAB 6


__ADS_3

BAB 6


BAB 6


MULAI MELAKUKAN TUJUAN.


Sari dan Dik Aini pergi kesuatu tempat untuk mengganti pakain mereka dan berdandan cantik


Setelah selesai, mereka berdua kini terlihat sangat cantik nan anggun. Kini penampilan Sari dan Dik Aini terlihat seperti seorang sinden jaipong.


Lalu mereka bertiga pergi dari tempat kediamannya sekarang menuju ke dalam Ibukota.


Mereka bertiga menuju tempat yang telah di persiapkan oleh Arka.


Tempat tersebut Arka sewa dari salah seorang pedagang, dan di jadikan tempat hiburan oleh Arka sekarang.


Setibanya mereka di dalam rumah tersebut.


Arka memerintahkan Sari dan Dik Aini untuk keluar mencari target orang kaya, lalu goda dia dan bawa dia kedalam kamar.


Setelah mereka masuk kedalam kamar, nanati Arka akan keluar dari dalam lemari untuk menghajar mereka, kemudian mereka akan rampas semua harta bendanya orang tersebut.


[JANGAN DI CONTOH YA ADIK-ADIK]


Terlihat oleh mereka berdua ada seorang juragan, yang terlihat berpenampilan mewah. Sedang melewati tempat mereka berada.


Sari dan Dik Aini menghampiri orang tersebut.


"Hai juragan, apakah anda mau mampir dulu ketempat saya. Saya akan memberikan servis yang sangat memuaskan." Ucap Sari pada juragan tersebut.


Datang Dik Aini menambah hasrat juragan tersebut.


"Hai Tuan, kami sedang mengadakan promosi, beli satu dapat dua servis sekaligus. Apa Tuan tertarik." Tanya Dik Aini pada Juragan tersebut.


"Ah.. benar kah itu, mantap jika seperti itu, aku mau dong di servis oleh dua wanita cantik ini." Saut dari Juragan tersebut.


Di ajaklah orang tersebut kedalam rumah dan lalu di bawa kedalam kamar.


Setibanya mereka di dalam kamar.


"Aku sedikit malu Tuan. Tolong Tuan pejamkan mata dulu, biar aku mempersiapkannya." Ucap Sari pada Juragan tersebut.


"Dia malu-malu kucing, aku sudah tidak sabar ayo cepet layani aku." Ucap juragan tersebut sambil menutup mata.

__ADS_1


Lalu Arka keluar dari dalam lemari yang ada di kamar tersebut, kemudian Arka mengikat tangan juragan itu lalu Dik Aini mengikat kakinya.


"Hei apa yang kalian lakukan." Ucap Juragan tersebut setelah merasakan kedua tangan dan kakinya di ikat.


"Ini kami sedang melakukan servis terbaik kami tuan." Ucapnya Dik Aini pada Juragan tersebut.


"Hahaha, Rasakan itu lelaki tolol. Semoga kau dapat pelajaran dari ini semua, dan ma'af, harta mu kami ambil." Ucap Arka pada juragan yang sedang di ikat tersebut.


Lalu Arka membawanya dan menaruh Juragan tersebut kedalam kamar kosong lain.


Lalu mereka kembali ke rencana awal mereka, Kemudian melakukan hal yang sama berikutnya.


Hingga sekarang mereka sudah mendapatkan target 10 orang hidung belang, yang berhasil mereka tipu.


"Hahaha, kita berhasil membodohi orang-orang tolol itu." Ucap Sari kepada Arka dan Dik Aini.


"Yey, hore."Ucap Dik Aini.


"Sudah jangan berisik, ayo kita pergi dari tempat ini, sebelum ketahun para perajurit kerajan." Ucap Arka pada mereka berdua.


Pergilah mereka bertiga dari tempat itu, Dan kemudian mereka akan pergi ke kedai makan.


Setibanya mereka di dalam kedai makan. Arka, Sari, dan dik Aini memesan makanan sesuai keinginan mereka.


"Apa kau tertarik untuk menangkap pencuri bertopeng itu, ku dengar hadiahnya sangat besar jika bisa menangkap pencuri bertopeng itu." Ucap orang A.


"Kau kira gampang untuk menangkap orang itu, sebelum kau menangkapnya kau pasti sudah di bunuh olehnya. Kau kan tidak memiliki keahlian pancaksilat." Saut orang B.


Lalu sesaat kemudian Saudagar kaya datang ke dalam kedai makan tersebut. Dan meminta di bawakan makan yang enek-enak dengan cara yang sangat kasar kepada pemilik kedai makan tersebut.


"Bawakan makanan yang paling enak cepat, tidak pakai lama." Ucap salahsatu orang itu kepada pemilik kedai.


"Ba, baik Tuan." Saut pemilik kedai makan.


Lalu salahsatu orang lainnya dari orang tersebut menghampiri tempat duduk Arka dan Sari.


"Widih hebat sekali kau mendapatkan dua gadis yang sangat cantik ini, biarkan aku memilikinya juga." Ucapnya orang tersebut kepada Arka.


"Oh silakan, tinggal pilih mau yang mana." Saut Arka.


"Kau baik sekali rupanya, ku kira kau akan melawanku." Ucapnya orang tersebut.


"Tenang saja aku tidak akan melawan jika kau memberi ku sekantung emas." Saut Arka.

__ADS_1


"Kau mau memeras ku rupanya, jika aku memaksa membawanya pergi bagaimana." Ucapnya orang itu.


"Tentu saja aku akan menghajar mu, pake nanya lagi." Saut Arka.


"Wow, ucapan mu blak-blakan sekali rupanya, aku suka itu." Ucapnyalagi orang tersebut.


Orang tersebut menarik tangan Aini dengan paksa, lalu Sari menghajar orang tersebut yang menarik tangan Dik Aini.


Kemudian teman dari orang itu segera langsung melakukan perlawanan kepada mereka bertiga.


Terjadi pertarungan di dalam kedai makan tersebut.


"Kau tidak perlu turun tangan Sari, haya untuk menghajar orang-orang bedebah ini cukup aku sendirian saja." Ucap Arka pada Sari.


Dengan keahlian silatnya Arka melakukan serangan kepada orang-orang tersebut.


"Bak bik buk" Suara pertarungan.


Dan akhirnya Arka berhasil mengalahkan mereka semua. Setelah itu Sari membayar makanan mereka secara lebih kepada pemilik kedai makan, untuk sekalian mengganti rugi atas kekacauan yang terjadi.


Setelah itu mereka bertiga pergi dari kedai makan tersebut.


Dan di perjalanan berikutnya mereka bertiga pergi ke tempat penjualan perlengkapan senjata. Untuk membeli beberapa alat dan juga senjata.


Setibanya mereka di dalam tempat tersebut, mereka mulai melihat-lihat senjata dan perlengkapan lainnya.


Dan telah di pilih oleh mereka, Sari memilih senjata pedang, Dik Aini mengambil senjata panah, Arka hanya mengambil sebuah sabuk hitam untuk menempatkan golok miliknya itu di pinggang. Dan menggantungkan topeng miliknya.


Setelah selesai memilih senjata yang mereka butuhkan, mereka segera pergi dari tempat tersebut. Menuju tempat tinggal mereka.


*Di Malam hari.


Salahsatu seorang juragan kaya yang sangat berpengaruh di kerajan Majapahit.


Dia bernama Bando, yang memiliki banyak perdagangan di kerajaan Majapahit, dari mulai pertanian, perkebunan, dan juga peternakan.


Dari kekayaan yang di milikinya, dan memiliki pengaruh besar di dalam kerajan, membuatnya seakan -akan Merasa dia adalah orang yang sangat penting di kerajan. Membuatnya sombong dan memperlakukan orang kecil dengan sangat tidak pantas. Dia adalah orang pertama yang menjadi target mereka bertiga, Arka, Sari, dan Aini.


Aini memiliki keahlian memanah yang sangat hebat, dia di perintahkan Arka untuk bertugas menjadi ke amanan di luar, jika mendapat bahaya dia akan mengirim sebuah pesan isyarat berupa bom asap.


Sari dan Arka akan menjadi eksekutor pembunuhan Bando.


Semua sudah bersiap di tempat mereka masing-masing.

__ADS_1


Arka dan Sari mulai menyelinap masuk kedalam rumah pengusaha besar tersebut.


__ADS_2