TOPENG SETAN

TOPENG SETAN
BAB 3


__ADS_3

BAB 3.


PERTEMUAN.


Setelah kejadian semalam, tersebar berita ke seluruh pelosok kerajan Majapahit. Bahwa ada seorang pendekar bertopeng aneh yang melindungi penduduk desa dari serangan mahluk-mahluk Alam Gaib yang bernama dedemit.


Para penduduk Majapahit membicarakan pendekar bertopeng itu, dan bertanya-tanya "sipa orang di balik topeng itu."


Ada yang berpendapat dia itu adalah dewa yang di utus dari langit untuk menolong orang-orang, ada juga yang berpendapat dia itu pendekar yang memiliki kekuatan sakti mandraguna, dan masih banyak pandanganlain terhadap pendekar bertopeng itu.


Siapa pun orang di balik topeng itu, yang terpenting dia telah menolong para penduduk Ibukota Majapahit dari serangan mahluk dedemit tersebut dan penduduk sangat berterimakasih kepada orang bertopeng itu. (Itulah pandangan mereka sekarang kepada Arka.)


*Setelah kejadian semalam, sekarang Arka berada di dalam sebuah Gua yang entah apa sebutan Gua tersebut, di dalam sana Arka masih tertidur.


Ketika setelah bangun dari tidurnya itu, di tangan kanannya ia menggenggam golok pusaka itu.


"Apa yang terjadi denganku, aku dimana sekarang ini. Golok ini kan yang ada di mimpiku itu, kenapa bisa ada di sini." Ucapnya setelah bangun dan merasa kejadian itu adalah mimpi.


Arka mulai berdiri dan berjalan pergi dari Gua tersebut.


Arka berjalan terus di dalam hutan hinga ia melihat ada sebuah sungai yang terdapat di dalam hutan tersebut.


Arka mendekat ke arah sungai yang di lihat olehnya itu kemudian ia membasuh mukanya dengan air sungai tersebut. Tidak lama kemudian perutnya mulai keroncongan lapar, dan ia berencana untuk menangkap beberapa ikan di sungai tersebut untuk menjadi bahan makanannya.


Arka mulai melepaskan pakainya, setelah itu ia langsung melompat masuk kedalam sungai tersebut dan menangkap beberapa ikan yang ada di sungai itu dengan keahlian pancaksilatnya, hanya menggunakan telunjuk jarinya saja ia mampu melempar ikan-ikan itu ke daratan.


Setelah lumayan banyak hasil tangkapnya ikannya itu, dan kemudian ia kembali ke daratan dan mengumpulkan kayu kering untuk di jadikan kayu bakar untuk menggoreng ikan yang telah dia tangkap olehnya.


"Akhirnya perutku kenyang juga." Ucapnya setelah memakan ikan bakar itu.


Tidak lama kemudian ada seorang yang memakai jubah hitam yang menutupi seluruh tubuhnya, layaknya seperti seorang ninja Jepang. Orang berjubah hitam itu sedang di kejar oleh perajuritkeran kerajaan.


Orang jubah hitam itu tersandung akar pohon dan terjatuh ke tanah.


"Mau pergi kemana kau pencuri, kau tidak bisa melarikan diri lagi." Ucap perajurit itu pada orang jubah hitam itu.

__ADS_1


"Kita habisi saja pencuri ini sekarang juga, tidakakan ada orang yang tahu jika kita menghabisinya di dalam hutan ini." Ucapnya perajurit kepada teman-temannya.


"Aku tidak takut pada kalian semua." Ucap tegas Orang berjubah hitam itu kepada semua perajurit yang mengejarnya.


Para perajurit kerajaan mulai melakukan serangan kepada orang berjubah hitam itu, dan bertarunglah mereka.


Orang berjubah hitam itu terjatuh ketanah kerana tidak sanggup menahan serangan para perajurit yang banyak itu.


Ketika hendak salah seorang perajurit kerajan akan membunuhnya dengan pedang.


Lalu Arka muncul dengan menggunakan topeng miliknya itu, dan menepis serangan pedaang itu dengan golok miliknya. (Jika di siang hari topeng tersebut hanyalah topeng biasa.) Setelah itu Arka memukul wajah perajurit tersebut.


"Berengsek, siapa kau ini bajingan." Ucapnya perajurit tersebut pada Arka.


"Hei ayolah itu tidah seimbang, masa beraninya keroyokan. " Ucap Arka pada perajurit tersebut.


"Banyak cingcong kau." Saut perajurit itu dan langsung menyerang Arka.


"Bak Big Buk" Suara pertarungan tersebut.


Dengan keahlian silatnya ia mampu mengalahkan para perajurit yang jumlahnya ada 10 orang.


"Aku baru ingat, topeng yang di pakainya itu persis seperti orang yang di kabarkan itu." Ucapnya salah seorang perajurit lalu mereka ketakutan dan langsung melarikan dari.


"Dasar berengsek, lari sana seperti ayam." Ucapnya Arka setelah para perajurit itu pergi.


Setelah itu orang berjubah hitam itu, yang ada di tempat tersebut menghampiri Arka.


"Terimakasih Tuan bertopeng." Ucap Orang berjuh hitam itu pada Arka.


"Ya,ya. Tidak perlu berterimakasih." Saut Arka.


Orang berjubah hitam itu melepas kain yang menutupi wajahnya itu. Setelah di buka ternyata orang berjubah hitam itu adalah seorang wanita.


"Perkenalkan aku adalah Sari, dan siapakah tuan ini sebenarnya. Apa tuan tidak ingin melepaskan topeng itu." Ucapnya Sari memperkenalkan diri kepada Arka.

__ADS_1


"Jadi kau ini adalah seorang wanita. Kenapa kau di kejar perajurit kerajanan itu." Tanya Arka pada Sari.


"Aku habis melakukan pencurian di dalam Ibukota Majapahit." Saut Sari pada Arka.


"Apa, kau adalah seorang pencuri." Ucapnya Arka terkejut mendengar ucapan Sari.


Dengan pergerakan cepat, Arka mengunci kedua tangan sari dan memeluknya sambil menodongkan golognya ke leher Sari. Dan Sari tidak bisa bergerak ataupun melawan Arka.


"Kenapa kau melakun hal itu." Tanya Arka pada Sari sambil menodongkan golognya ke leher Sari.


"Siapa sebenarnya kau ini, kukira kau ini memiliki tujuan yang sama seperti ku." Ucapnya Sari pada Arka.


"Jangan mengalihkan pembicaraan, jawab pertanyaanku itu, atau batang lehermu akan putus oleh golokku ini." Saut tegas Arka pada Sari.


Sari menceritakan perilaku ketidakadilan tentang kerajan Majapahit kepada rakyat kecilnya. Tentang menaikkan pajak yang sangat memberatkan penduduk desa, dan tentang perbudakan juga.


"Memang dimana salahku, aku hanya mengambil kembali hak mereka yang telah di rebut oleh kerajan." Ucapnya Sari setelah menceritakan ketidakadilan yang di lakukan kerajan Majapahit selama ini kepada rakyat kecil.


"Apa ucapanmu itu dapat di percaya." Tanya Arka kepada Sari.


"Aku bisa membuktikannya, jika aku berbohong kau boleh membunuhku." Saut Sari menegaskan pada Arka.


Karena merasa ucapan Sari itu meyakinkan, kemudian Arka melepaskannya. Setelah itu Sari mengajaknya ke suatu tempat dimana para penduduk rakyat kecil itu berada.


"Apa yang mau kau tunjukkan kepada ku, kita akan pergi kemana." Tanya Arka di tengah perjalanannya bersama Sari.


"Ikut saja, nanti juga kau akan tahu sendiri." Saut Sari pada Arka.


Setibanya mereka berdua di sebuah desa kecil yang terletak di belakang tembok perbatasan Ibukota Majapahit.


Arka melihat sendiri dengan mata kepalanya, para penduduk desa tersebut keadaannya sangatlah memperhatinkan sekali.


Arka melihat ada anak yang sedang bersedih karena orang tuanya sakit-sakitaan, ada juga orang yang sedang merasa kelaparan, ada yang sedang melamun dan masih banyak hal lainnya.


"Apa sekarang kau percaya denganku." Tanya Sari menegaskan kepada Arka.

__ADS_1


"Bagaimana bisa ini terjadi." Saut Arka pada Sari.


"Setelah pembangunan Ibukota itu, kini para rakyat kecil tesisihkan di tempat ini." Saut Sari pada Arka.


__ADS_2