
Seseorang anak kecil yang sedang di ungsikan ketempat aman oleh jaka, Ia melihat ada seseorang di atas rumah yang berada tepat di hadapan buto ijo.
"Hei kalian semua lihat itu. Ada pendekar bertopeng yang ada di poster itu." Ucap anak kecil tersebut pada semua orang.
"Siapa orang yang di balik topeng itu sebenarnya." Ucap salahsatu penduduk.
Arka dengan sikap patriotnya, yang melipat kedua tangannya di depan dada. lalu membusungkan dada kedepan.
"Rupanya kau lagi kunyuk." Ucap boto melihat arka dihadapannya.
"yoho, Itu benar!. Apa kau rindu dengan ku." Saut arka pada buto.
"Ya aku sangat merindukan mu, karena aku sudah gatal ingin menghabisi mu." Saut lagi dari buto lalu segera ia maju untuk menghajar Arka.
Arka menghindar dengan menghilang. tidak dia tidak menghilang, tapi berlari dang cepat.
"Kemana dia pegi, cepat sekali dia menghilang." Ucapnya buto ketia mengarahkan pukulannya itu ke depan arka.
Buto dengan kekuatan ajian semarnya itu, kecepatannya seimbang dengan arka.
Dengan postur tubuhnya buto yang sangat besar itu, sudah jelas terlihat tenaga buto lebih besar dari Arka.
Buto memukulnya deng senjata yang ia gunakan. Arka menahannya deng golok pusakanya itu, akan tetapi ia terlempar oleh tenaga yang begitu besar dari buto.
Arka sadar, dia tidak dapet menandingi kekuatan buto. Walo dia memiliki kecepatan itu, buto sanggup mengimbanginya.
Dengan kekuatan cahaya ilahi yang di dapapatkannya itu, Dalam mode teri satya ia mengeluarkan energi cahaya yang berwarna emas.
[Layaknya goku yang dalam mode super saiya.]
Dalam cahayanya itu, yang dia keluar kan, membentuk sebuah bayangan sang garuda.
[Layaknya seperti naruto yang dalam mode kyubi untuk pertama kalinya.]
Tubuh arka tidak membesar, tapi otot dan tenaganya yang membesar.
Sekarang tenaganya sama dengan Buto.
Bahkan sekarang Arka bisa terbang dalam mode teri satyanya itu, dari bayangan cahaya yang ia buat itu.
Bertarunglah mereka dengan kekuatan besar mereka masing-masing.
Dengan keahlian dan kepintarannya silat, Araka bisa menyerang buto secara bertubi-tubi. Sampi buto kewalahan dan akhirnya buto bisa di tumbangkan oleh Arka.
Ketika buto terkalahkan. Tubuh buto terpecah belah menjadi mahluk-mahluk dedemit. [Seperti layaknya Uciha Hitachi, yang dalam mode menjadi burung gagak hitam.]
Seperti itulah tubuh buto sekarang.
__ADS_1
Lalu Arka membakar boneka barong itu, [Pusat dari kemunculan mahluk dedemit]
Dengan goloknya yang mengeluarkan api neraka.
Lalu orang-orang desa yang melihatnya berhasil mengalahkan monster itu, bersorak.
"Hore.., Hebat.., Mantap.." Soraakan orang-orang desa.
Setelah di selesaikan semuanya oleh Arka, tersisa hanya lampir saja sekarang.
Karena ia sudah tidak memiliki bala-bantuan lagi dan pada akhirnya ia menyerah dan di tangkap atas perintah komandan pitung.
Dan di bawalah lampir kedalam penjara istana.
Lalu semua pasukan pitung mendekat kepada Arka, kemudian mereka mengepung Arka.
"Kau adalah pencuri bertopeng tersebut yang di cari kerjajaan selama ini." Ucap Pitung pada Arka.
"Apa kalian yakin ingin melawan ku. Melawan monster jelek itu saja kalian tidak mampu, apalagi melawan ku." Ucap Arka Menegaskan pada pitung.
Arka berputar, menciptakan putaran angin yang membuat ia tidak terlihat, tertupi oleh angin tersebut, kemudian setelah aing itu berhenti Arka sudah menghilang dari hadapan pasukan pintung.
Arka bersembunyi di suatu tempat yang tidak terlihat olehnya siapa pun, dan kemudian ia melepaskan topengnya itu, lalu penampilannya sekarang menjadi normal kembali.
Lalu ia keluar dari tempat persembunyiannya tersebut, berjalan santai, layaknya orang biasa saja.
Dia hanya melihat kekacauan yang telah terjadi di dalam desanya itu.
Pengeran sudah tidak melihat moster besar tersebut lagi.
Pitung dan para konco-konconya penghampiri pangeran Arjuna. Lalu melaporkan kejadian yang telah terjadi di desnya itu.
Pangeran terkejut setelah mendengar bawa orang yang menyelamatkan ibu kota dari ke hancur adalah orang yang di cari-cari kerajan selama ini.
"Kenapa dia mau melindungi ibu kota kerajan." Tanya Pangeran pada komandan pitung.
"Sayapun menanyakan hal yang sama." Jawab pitung pada pangeran.
Lalu mereka semua kembali ke istana kerajaan.
Setelah kejadian ini, orang-orang mulai mengakui kehebatan dan niat bagik dari si pendekar bertopeng.
Bukan hanya rakyat kecil para saudagar kayapun berpikir sama.
*Di perjalanan Arka kembali kedalam markas.
Ternyata Sari belum kembali kemarkas selama ini dia terus mengikuti Arka.
__ADS_1
Dan sekarang Sari menghampirinya yang sedang berjalan santai, layaknya manusia yang tidak memiliki beban hidup.
"Sari, ku kira kau telah kembali ke dalam Markas. Kenapa kau sulit sekali untuk di kasih tahunya." Ucap Arka melihat sari lagi.
Dengan raut wajah yang penuh keseriusan, Sari memegang tangan Arka lalu menariknya dan membawa Arka ke suatu tempat.
Di sebuah gudang padi yang sudah di tinggal pemiliknya, karena semua orang habis di ungsikan oleh pasukan pintung.
Setelah mereka berdua ada di dalam tempat tersebut.
Sari mendorong Arka jatuh ke tanah yang ada jerami di tempat tersebut.
"Kau ini kenapa sari." Tanya Arka karena heran tiba-tiba sari mendorongnya.
"Kau adalah mahluk setan itu. Aku benar kan." Ucapnya Sari sambil menodongkan pisau ke arah arka yang sedang ada di tanah.
"Kau ini kenapa, kau kan sudah tahu hal itu." Saut Arka kepada Sari.
"Aku akan membunuh setan yang ada di tubuhmu itu." Ucapnya Sari pada Arka.
"Itu yang berarti kau ingin membunuh ku juga." Saut Arka kepada Sari.
Arka berdiri lalau memegang tangan sari yang memegang pisau itu, lalu ia mengarahkan tangan sari tersebut ke depan lehernya.
"Jika kau ingin membunuhku lakukan saja, aku takkan melawan mu." Ucap Arka menegaskan pada sari.
Tubuh sari bergemetaran.
"Ha ha. Sudahlah jangan bercanda, Ayo kita kembali ke markas." Ucap arka yang di pikir sari itu sedang bercanda.
Arka memegang tangan saru lalu menariknya dan pergi keluar gudang.
Mengajaknya untuk kembali kemarkas.
"Lepasakan tangan ku."Ucap tegas sari pada Arka lalu pergi meninggalkannya.
"Sari kau mau pergi kemana, kau ini kenapa sih. Apa kau lagi kurang sehat, jangan lama-lama perginya dan cepat kembali ke markas." Ucap teriak Arka ketika sari pergi begitu saja darinya.
Lalu Arka meneruskan perjalanan kembali ke markasnya.
Sedangkan sari pergi kesuatu tempat yang hanya ada dia sendirian di sana.
Sari berada di sungai yang terdapat di tengah hutan.
"Apa yang ku lakukan, kenapa aku melakukan itu pada Arka." Ucapnya Sari di tempat tersebut.
Perasaannya yang tidak sanggup melihat Arka selalu bersama Kadita.
__ADS_1
Ia tidak sanggup bicara, selama ini dia memendam rasa pada Arka. Sari takut jika ia mengakuinya, itu akan berdampak pada hubungan persaudaraannya dengan Arka dan juga kadita.