TOPENG SETAN

TOPENG SETAN
BAB 5


__ADS_3

BAB 5


MENDAPATKAN BATUAN KE DUA.


*Di dalam sebuah Gua tempat kediamannya Pitaloka.


Setelah mendapatkan laporan dari perajurit/bawahannya (mahluk dedemit) terdapat seorang pendekar bertopeng yang memiliki kekuatan hebat yang mampu mengalahkan semua pasukan dedemit.


Pitaloka ingin mencari tahu sendiri sipa orang di balik topeng itu yang mampu mengalahkan semua pasukannya. Dengan kekuatan yang di milikinya, kini Pitaloka mengubah penampilannya menjadi seorang wanita biasa.


Pitaloka mulai berjalan pergi dari tempatnya berada menuju kedalam Ibukota Majapahit.


Setibanya ia di dalam Ibukota Majapahit. Pandangan orang-orang yang ada di sekitarannya terutama para kaum lelaki, mata semua orang tertuju padanya dan terpesona kecantikan Pitaloka.


"Siapa wanita itu, apakah dia adalah bidadari kayangan yang turun kedunia." Ucap orang yang melihatnya.


"Apa dia itu Putri sinderela yang ada di kisah dongeng itu." Ucapnya lagi oranglain yang melihatnya.


Semua orang terkagum-kagum dengan kecantikan Pitaloka, kemudian Salah satu perajurit kerajan menghampiri Pitaloka.


"Siapakah adinda ini sesungguhnya, dan apa ada yang bisa sayah bantu." Ucap Perajurit itu pada Pitaloka.


"Aku bernama Pita, aku kesini ingin mencari seseorang." Saut Pitaloka kepada Perajurit itu.


"Siapa orang yang anda cari itu." Tanya perajurit itu pada Pitaloka.


"Orang itu adalah orang yang memakai topeng aneh." Saut Pitaloka.


"Ada dua orang yang memakai topeng, yang satu pendekar misterius dan yang satunya lagi seorang pencuri yang menjadi buronan kerajan. Tapi kabarnya keduanya menggunakan topeng yang sama, kami pun sedang mencari tahu siapa orang bertopeng itu sebenarnya." Ucap Perajurit itu kepada Pitaloka.


Lalu secara kebetulan Arka yang membawa Aini, dia melewati tepat Pitaloka berada.


Pitaloka merasakan ada sebuah energi yang sangat kuat, tapi dia tidak mengetahui asal energi itu dari mana.


"Dari pada mencari orang yang tidak jelas lebih baik ikut bersama kakang saja, kakang akan memberikan apapun yang adinda inginkan." Ucapnya perajurit itu kepada Pitaloka.


"Benarkah itu, kalo begitu baiklah." Saut Pitaloka kepada Perajurit itu.


Kemudian Pitaloka dan orang tersebut pergi dari tempat itu, kemudian Pitaloka mengajak orang tersebut pergi kesuatu tempat tersembunyi yang tidak ada orang yang bisa melihat mereka berdua.


Setelah mereka berdua berada di tempat yang sangat sepi.


"Kenapa kita ada di tempat sepi seperti ini." Tanya Perajurit itu Pada Pitaloka.

__ADS_1


"Kita akan melakukan itu dan melakukan sesuatu yang sangat menakjubkan." Saut Pitaloka kepada Perajurit itu.


"Benarkah, kau langsung paham apa yang ku inginkan, aku semakin menyukai mu saja." Ucapnya Perajurit itu kepada Pitaloka.


Di tempat sepi itu Pitaloka menampakan wujud aslinya yang memakai jubah putih rambutnya sangat panjang kebawah dan bolamatanya memakai sedo hitam, dan memiliki gigi runcing. (Layaknya mahluk dedemit)


Perajurit sangat ketakutan melihat wujud asli Pitaloka, kemudian Pitaloka memangsa perajurit tersebut.


Setelah memangsa dan membunuh orang itu kemudian Pitaloka keluar dari tempat itu dan merubah wujudnya menjadi seperti wanita biasa lagi.


*Sementara itu di tempat kediaman Arka bersama Aini.


"Apa tujuan mu sebenarnya." Tanya Aini pada Arka.


"Aku hanya ingin memanfaatkanmu." Saut Arka pada Aini.


"Aku tidak mengerti maksudmu itu." Ucap Aini pada Arka.


"Jangan banyak tanya, ikut saja dengan ku, Jika kau banyak tanya aku akan benar-benar membunuhmu, apa kau paham" Ucap lantang Arka pada Aini.


Arka akan mengajak Aini pergi ke tempat persembunyianya yang telah di janjikannya bersama Sari.


Setelah tiba Arka di tempat tersebut.


"Kau itu cerewet sekali sih, banyak tanya." Saut Arka pada Aini.


Tidak lama kemudian Sari datang ke tempat tersebut.


Ketika Sari melihat Arka membawa seorang wanita yang kedua tangannya sedang di ikat rantai.


"Siapa wanita ini, kenapa kau membawanya ke sini." Tanya Sari pada Arka.


"Aku akan memanfaatkannya untuk menjadi wanita penghibur." Saut Arka pada Sari.


"Apa, dasar lelaki bedebah. Ternyata kau lelaki hidung belang, akan ku bunuh kau." Ucap Sari kepada Arka.


Sari mencabut pedangnya dari sarungnya, dan menyerang Arka.


"Hei hei hei, tenanglah, biar ku kejelasan dulu maksud ku." Ucap Arka sambil berlari menghidari serangan Sari.


"Memang apalagi maksud mu, kau hanya ingin memuaskan nafsu bejad mu itu kan." Saut Sari sambil mengejar Arka.


"Tidk begitu, aku ingin memanfaatkan wajahnya untuk membodohi orang-orang yang memiliki nafsu bejad, untuk merampas harta mereka." Ucap Arka pada Sari.

__ADS_1


"Apa maksud mu, aku tidak mengerti. " Saut Sari pada Arka.


"Makanya dengarkan dulu penjelasan ku." Saut Arka pada Sari.


"Jadi begini. Kita akan memanfaatkan wajah anak perempuan ini untuk menarik orang-orang berengsek itu kesuatu tempat, lalu di tempat tersebut kita akan menghajarnya dan merampas harta milik mereka, apa kau paham sekarang." Ucap Arka menjelaskan pada Sari.


"Aku mengerti maksud mu itu." Saut Sari pada Arka.


"Apa kau juga paham bocah." Tanya Arka pada Aini.


"Aku mengerti maksud mu, yang jadi pertanyaan. Kalian ini siapa, dan untuk apa melakukan semua itu." Saut dan tanya balik Aini pada Arka dan Sari.


"Kami adalah seorang patriot, yang sedang menegakan keadilan." Saut Arka pada Aini.


"Jadi kalian ini seorang pahlawan." Ucap Aini pada Arka.


"Tidak bisa di sebut seperti itu juga sih, kami ini adalah seorang penjahat. Mungkin lebih cocok di sebut penjahat penegak keadilan." Saut Arka pada Aini.


"Hahahaha." Tertawa mereka berdua atas ucapan konyol Arka tersebut.


"Aku baru dengar ucapan konyol macam itu." Ucap Sari


"Apa kau itu orang tolol, ada-ada saja ucapan mu itu." Ucap Aini pada Arka.


"Aku tidak paham untuk apa kalian melakukan kejahatan itu, jika tujuan kalian memang untuk menegakan keadilan ini." Tanya Aini pada mereka berdua.


"Untuk sebuah tujuan perlu rencana, dan untuk menjalankan rencana butuh biayaya besar, apa kau mengerti." Ucap Arka menegaskan kepada Aini.


"Memang apa rencana kalian." Tanya Aini pada Arka.


"Akh payah, kau saja yang menjelaskan Sari." Saut Arka.


Lalu sari menjelaskan kepada dik Aini.


"Kita ingin memberontak kepada Kerajan Majapahit, maka dari itu kita butuh banyak pasukan untuk memberontak kepada kerajan.


Untuk bisa menegakan keadilan bagi rakyat-rakyat kecil dan bela bla bla."


Setelah di jelaskan oleh Sari akhirnya Aini mengerti tujuan baik mereka, menurut Aini dia juga harus melakukan hal yang sama yang di lakukan Arka dan Sari saat ini.


Pada akhirnya Ainipun mau menjalin kerjasama dengan mereka berdua.


Setelah itu Sari mengajak mereka berdua pergi dari tempat tersebut dan akan membawa mereka ke Rumah yang telah Sari sewa di dalam Ibukota Kerajaan Majapahit.

__ADS_1


Dan Sekarang mereka bertiga tinggal di rumah tersebut.


__ADS_2