
BAB 9
KELANJUTAN CERITA.
*Raden Said berada di hutan, ia melihat seseorang kakek tua yang bertongkat.
Orang itu adalah Sunan Bonang. Karena tongkat itu jika dilihat seperti tongkat emas, ia merampas tongkat itu. Dia berpikir Sunan Bonang itu adalah juragan kaya, Karena tongkat emas yang di miliki kakek tua itu.
Katanya, hasil rampokan itu akan ia bagikan kepada orang yang miskin.
Tetapi, Sang Sunan Bonang tidak membenarkan cara itu. Ia menasihati Raden Said bahwa Allah S.W.T tidak akan menerima amal buruk itu.
Kemudian atas seizin Allah S.W.T Sunan Bonang membuat pohon aren menjadi emas dan mengatakan bila Raden Said ingin mendapatkan harta tanpa berusaha, maka ambillah buah aren emas yang ditunjukkan oleh Sunan Bonang.
Setelah keajaiban yang di buat oleh Sunan Bonang tersebut, Raden Said ingin menjadi murid Sunan Bonang.
Raden Said lalu mengikuti terus Sunan bonang sampai Sunan Bonang ke tepian sungai.
"Terima aku menjadi murid mu." Ucap Raden Said kepada Sunan Bonang.
Sunan Bonang lalu menyuruh Raden Said untuk bersemedi sambil menjaga tongkatnya yang ditancapkan di tepi sungai tersebut.
Di perintahkan oleh Sunan Bonang Raden Said tidak boleh beranjak dari tempat tersebut sebelum Sunan Bonang datang.
Raden Said lalu melaksanakan perintah yang di berikan oleh Sunan Bonang kepadanya.
Raden Said menunggu sambil bertapa di pinggiran sungai tersebut.
*Setelah Tiga tahun kemudian.
Saking lamanya Raden Said menunggu, sampai ia tertidur, bagaikan seperti mati suri. Tanpa disadari akar dan rerumputan telah menutupi dirinya.
Lalu sesaat kemudian Sunan Bonang datang dan membangunkan Raden Said yang sedang bertapa di pinggiran sunagai itu.
Karena ia telah menjaga tongkatnya yang ditanjapkan ke sungai, Sunan Bonang menjuluki Raden Said dengan Nama Kalijaga.
*Setelah berada di dalam Masjid tempat ibadah sekali gus perkumpulannya para Wali.
Kalijaga lalu diberi pakaian baru dan diberi pelajaran agama oleh Sunan Bonang.
*Kalijaga lalu melanjutkan dakwahnya dan dikenal sebagai Sunan Kalijaga oleh penduduk desa.
Raden Said atau sekarang di sebut Sunan Kalijaga ia sangat toleran pada budaya lokal.
__ADS_1
Ia berpendapat bahwa masyarakat akan menjauh jika langsung diserang pendiriannya/keyakinannya. (Dalam artian langsung di ceramahi dan di suruh masuk Islam.)
Kalijaga berpikir, harus terlebih dahulu ada pendekatan kepada mereka secara bertahap, mengikuti aktivitas kebiasaan yang mereka lakukan sambil mempengaruhi.
Sunan Kalijaga berkeyakinan jika Islam sudah dipahami, dengan sendirinya kebiasaan lama hilang.
(Itulah pemikirannya sekarang.)
Ajaran Sunan Kalijaga terkesan sinkretis dalam mengenalkan Islam.
Karena Kalijaga toleran pada kesenian lokal, Ia kemudian berdakwah menggunakan seni ukir, wayang golek, gamelan, serta seni suara suluk sebagai sarana dakwah.
Beberapa lagu suluk ciptaannya yang populer adalah Ilir-ilir dan Gundul-gundul Pacul. Dialah menggagas baju takwa, perayaan sekatenan, garebeg maulud, serta lakon carangan Layang Kalimasada dan Petruk Dadi Ratu ("Petruk Jadi Ratu"). Lanskap pusat kota berupa kraton, alun-alun dengan dua beringin serta masjid diyakini pula dikonsep oleh Sunan Kalijaga.
Metode dakwah tersebut sangat efektif.
(Arka yang menyaksikan hal tersebut.)
("Ide yang sangat hebat." Ucapnya Arka melihat hal yang di lakukan Kalijaga itu. (Dalam modenya menjadi Arwah.))
Arka mulai mendapatkan inspirasi melihat kejadian yang di lakukan Sunan Kalijaga.
Selain itu, dia juga menyadari bahwa selama ini jalan yang di tempuhnya itu adalah salah.
Mengikuti kebiasaan sehari-hari yang di lakukan masyarakat.
Sekarang sedang ada cara pameran kudalumping di alun-alun desa.
Banyak penduduk desa sedang menyaksikan pameran tersebut.
Di acara itu, ada seorang periayang memakai kuda, tapi bukan kuda asli, hanya kuda buatan yang terbuat dari papan kayu yang di bentuk menyerupai kuda.
Peria yang meunggangi kayu itu dalam mode kerasukan setan. Sambil di aluni musik tradisional orang tersebut menari menggunakan kuda kayu tersebut.
Selang beberapa waktu kemudian, orang itu di berikan sebuah pecahan kaca dan orang tersebut yang menari menggunakan kayu itu, ia memakan beling kaca itu tapa merasakan sakit pada mulutnya, bahkan mulutnya tidak mengeluarkan darah sedikit pun.
Para penonton takjub melihat kehebatan orang tersebut.
Setelah acara tersebut selesai, datang seorang lelaki di tengah-tengah acara itu, yang merasa dirinya lebih hebat dan lebih sakti dari orang yang menggunakan kuda tersebut yang memakan pecahan beling itu.
"Itu tidak seberapa, aku bisa lebih hebat dari itu, Coba kau cambuk kaki ku ini." Ucapnya orang sombong tersebut kepada perwakilan dari orang yang membuat acara kudalumping itu.
Kemudian dicambuklah kaki orang sombong itu.
__ADS_1
Orang sombong itu menunjukkan tampang sombongnya itu kepada para warga yang melihatnya.
Kalijaga yang menjadi penonton, ia sangat tidak suka melihat orang tersebut, kemudian di dalam hatinya dia do'a kepada Allah S.W.T.
Atas doanya itu dari seizin Allah S.W.T, kini orang sombong itu merasakan kesakitan kakinya di cambuk dan mulai menimbulkan memar di kakinya.
*Ada seorang juragan yang membawa beras dengan gerobak yang di tenagai seekor kuda. Yang di datangi seorang pakir miskin.
"Tuan, tolong beri aku beras. Kami sangat lapar" Ucapnya pakir miskin itu kepada Juragan beras tersebut.
"Aku membawa pasir bukan beras." Saut juragan berbohong kepada pakir miskin itu.
Kalijaga yang menyaksikan hal tersebut, dia do'a dalam hatinya.
Atasan sizin Allah S.W.T. Akhirnya beras yang di bawa juragan itu benar-benar menjadi pasir atas ucapannya sendiri.
Juragan itu panik ketika mengetahui kalo beras yang di milikinya semua jadi pasir, bahkan di gudang penyimpanan berasnyapun semuanya berubah menjadi pasir.
"Aduh aku bisa jatuh miskin kalau gini caranya." Ucapnya juragan tersebut.
Kemudian pakir miskin itu datang lagi dan memintalagi pertolongan kepada Juragan tersebut. Lalu Juragan itu memarahi pakir miskin tersebut.
Juragan tersebut sangat panik dan kebingungan sekali tentang berasnya yang menjadi pasir.
Setelah itu tidaklama kemudian Kalijaga datang menghampiri mereka. (Juragan dan pakir miskin)
"Jika Tuan iklas memberikan pasir itu kepada orang ini (pakir miskin)" Ucap Kalijaga yang baru tiba di hadapan mereka berdua.
"Tapi ini hanya pasir." Saut juragan itu.
"Jika Tuan iklas memberikan pasir itu, insyaallah atas seizin Allah S.W.T, pasir itu bisa di makan oleh dia." Ucapnya lagi Kalijaga kepada Juragan tersebut.
"Ambil, ambil saja aku sang iklas, bahkan yang ada di gudang bawalah semuanya aku sangat iklas." Ucapnya juragan tersebut dengan nada amarahnya.
Setelah Kalijaga mengambil pasir yang ada dikarung dengan tangannya, tiba-tiba saja keajaiban muncul, pasir tersebut berubah menjadi beras lagi.
Juragan itu terheran setelah melihat keajaiban tersebut.
"Akan ku bagikan setengah dari hasil beras ku kepada mu jika kau bisa mengubah berasku kembali seperti sedia kala." Ucapnya juragan itu pada Kalijaga.
"Aku tidak bisa mengubah apapun, semua yang terjadi atas kehendak Allah S.W.T. Jika kau mau bersedekah kepada pakir miskin lainya, insyaallah pasir itu akan kembali menjadi beras."
"Iya aku kan melakukannya aku janji, aku tidak akan mengingkarinya." Saut juragan itu.
__ADS_1
Kemudian secara ajabib pasir itu berbuah menjadi beras kembali.