TOPENG SETAN

TOPENG SETAN
BAB 7


__ADS_3

BAB 7


TARGET PERTAMA.


Ketika malam hari tiba.


Pukul 20:00 wib.


Mereka bertiga sedang menggunakan jubah hitam dan memakai topeng golek.


Lalu mereka pergi dari tempat kediaman mereka sekarang menuju Ibukota.


Setelah mereka didalam Ibukota.


Yang menjadi Target pertama mereka adalah juragan yang memiliki pengaruh besar di kerajaan Majapahit, dia juga yang selalu memperlakukan pekerjanya dengan semena-mena dan juga tidak adil.


Aini berda di balik tempat persembunyiannya yang berada tidak jauh dari rumah yang menjadi target mereka. Karena Dik Aini memiliki keahlian memanah, ia ditugaskan Arka untuk menjaga keamanan di luar. Jika ada orang yang terlihat mencurigakan atau mengganggu rencana mereka, Dik Aini akan memanah orang tersebut.


Arka dan Sari menjadi eksekutor pembunuhan juragan tersebut.


Akan tetapi kali ini banyak perajurit yang menjaga keamanan rumah tersebut. Itu tidaklah heran dia mempersiapkan itu semua, sebab dia adalah orang penting di kerajan Majapahit.


Tapi itu tidak menyurutkan niat mereka. Perlahan Arka mendekat kerumah tersebut, lalu mereka mendekat kepada penjaga rumah tersebut menghajar penjaga tersebut satu-persatu. Ada seorang penjaga yang melihat mereka berdua.


Penjaga itu mendekat kepada Arka dari belakangnya, berniat untuk memukulnya dengan sebuah senjata tombak. Hendak akan mengarahkan tombaknya itu kepada Arka, Aini yang melihatnya itu dari tempat persembunyiannya, ia langsung mengarahkan anak panah ke orang tersebut. Dan akhirnya Arka terselamaatkan oleh Dik Aini.


Setibanya mereka di dalam rumah juragan tersebut, mereka masuk secara perlahan-lahan.


Dan tidak sengaja mereka melihat banyak wanita di dalam ruangan yang di dekat mereka sekarang ini.


Terlihat oleh Arka dan Sari, wanita yang ada di ruang tersebut sedang di perlakuan tidak pantas oleh tiga orang lelaki yang berada di ruangan tersebut.


Sari menjadi sangat marah melihat hal tersebut.


"Tenang dulu Sari, jangan gegabah ok." Ucap Arka pada Sari dengan nada kecil.


"Bagaimana aku bisa tenang melih perlakuan mereka itu." Saut Sari dengan suara kecil.


Dari keributan mereka berdua, tidak sengaja Sari mendorong Arka masuk Kedalam ruangan tersebut.


"Hai, halo. Apa aku mengganggu pesta kalian." Ucap Arka setelah berada di dalam ruangan tersebut kepada orang-orang yang ada di dalam sana.


"Siapa kau berengsek, berani sekali kau masuk ke tempat ini." Ucap dari seorang laki-laki yang ada di dalam ruang tersebut pada Arka.


"Santailah, tidak perlu semarah itu padaku." Ucap Arka kepada mereka semua.

__ADS_1


Kemudian orang-orang yang berada di dalam ruangan tersebut, segera mengambil pedagang mereka dan mencabut pedangnya itu dari sarungnya, untuk bersiap menyerang Arka dan Sari.


Arka pun mengambil goloknya itu yang ada di ikat pinggangnya.


"Apa kau mau melawan kami dengan pisau dapur itu. Jangan bercanda kau." Ucap orang tersebut pada Arka.


"Kita buktikan saja senjata siapa yang lebih hebat, pisau dapur ku ini, atau pedang kalian yang seperti tusuk gigi itu." Saut Arka kepada mereka semua.


[Hanya sebuah hiburan semata, tidak ada maksud untuk menjelek-jelekan.]


Terjadi pertarungan di Antara mereka dan orang-orang tersebut.


"Tirng, tring, tring." Suara mengadu senjata.


"Bak, bik, buk." Suara perkelahian.


Dengan kemampuan sialat yang di miliki Arka dan kecepatan pergerakan. Akhirnya Arka berhasil mengalahkan mereka bertiga.


Lalu Arka menyuruh semua wanita yang ada di ruang tersebut, segera meninggalkan tempat tersebut.


Setelah selesai, mereka pergi ke ruangan berikutnya untuk mencari Juragan Bando.


Setelah menyelesaikan misi mereka.


Mereka Sari, Arka dan Dik Aini pergi meninggalkan rumah tersebut, menuju tempat persembunyian mereka.


*Di kesokan harinya.


Salah seorang petugas kerajaan yang bertugas patroli di Ibukota, melihat Rumah Juragan Bando telah hancur.


"Sepertinya semalam telah terjadi sesuatu di sini." Ucapnya Perajurit tersebut.


Lalu perajurit tersebut melaporkan hal tersebut kepada kerajan.


Setelah Raja Hayam Wuruk mendapat laporan tentang hal itu, dia sangat marah.


"Siapa yang berani melakukan hal seperti itu di dalam wilayah kekuasaanku." Ucapnya Raja.


Raja


*Di tempat tinggal baru Arka bersama Sari dan Aini.


Sekarang tempat mereka tinggal akan di jadikan tempat makan, untuk menjadi kedok tempat persembunyiannyaan mereka.


Arka sededang merapihkan meja dan kursi-kursi.

__ADS_1


Sari mempersiapkan makanan, dan Dik Aini bertugas untuk menjadi SPG di luar, untuk menawarkan dan mengajak oranglain untuk datang ke kedai makan mereka yang sekarang.


Dengan sapaan dan senyuman manis yang di buat oleh Aini, kini mulai banyak orang-orang yang berdatangan mengunjungi kedai makan miliknya.


Arka menyambut kedatangan para pelanggan dengan sopan santun dan ramah, membuat pelanggan merasa nyaman berada di dalam kedai makan miliknya.


Semua orang yang ada di dalam kedai Makanan mereka puas dengan pelayanan yang di buat oleh Arka, Karena selain ramah, makan yang di sajikan sangat enak dan juga tempatnya bersih dan nyaman, membuat para pelanggan betah di dalam kedai makan tersebut.


Selang beberapa saat kemudian di kedai makan Arka kedatangan seorang pendekar legendaris penglana, yang di sebut Pendekar Buta dari Gua Hantu.


Dia di kenal memiliki kekuatan sakti mandraguna, walaupun dia buta, dia mampu mengatasi kekurangannya itu dengan berlatih sangat keras dan suatu keajaiban datang menghampirinya, ada seekor monyet datang dari Alam gaib, monyet tersebut mampu berkomunikasi dengan si Buta dan sekarang monyet itu seakan menjadi mata bagi si buta.


Setelah Buta masuk, ia memesan segelas besar arak murni dan memesan beberapa makan kepada Aini yang sekarang bertugas melayani pelanggan.


Setelah Aini mengantarkan pesan si buta.


"Ini Tuan pesanan anda, silakan di nikmati. Jika ada yang kurang mohon di beritahukan, terimakasih." Ucapnya Aini setelah menaruh pesanan Buta.


"Maaf apakah aku boleh bertanya." Saut Buta.


"Ya, apa yang mau anda tanyakan tuan." Saut dari Aini.


"Apa anda mengetahui tentang pencuri bertopeng tersebut yang selalu di bicarakan orang-orang." Ucap Buta.


"Ma'af Tuan saya tidak mengetahui tentang penjahat itu." Saut Aini.


"Oh baiklah, terimakasih, hanya itu saja yang mau ku tanyakan kamu boleh pergi." Saut Buta.


"Baik Tuan, silakan di nikmati makanan dan minumannya." Ucap Aini lalu pergi.


Selesai berjualan dan sekarang waktunya untuk menutup kedai Makanan miliknya.


Arka merapihkan kursi dan meja makan.


Sari menyimpan bahan makanan yang tersisa.


Aini menyapu halaman depan.


Setelah semuanya selesai, Sari membawakan segelas minuman untuk Arka.


"Untuk tindakan selanjutnya, apa yang akan kita lakukan Arka." Ucap Sari sambil memberikan segelas minuman buah kelapa kepada Arka.


"Hei ayolah, santailah sedikit. Aku baru saja selesai membereskan semuanya, tidak perlu terburu-buru." Saut Arka.


"Jika melakukan hal terburu-buru itu hanya akan membuat semuanya kacau. Apa kau paham." Saut lagi Arka.

__ADS_1


__ADS_2