TOPENG SETAN

TOPENG SETAN
BAB 2.


__ADS_3

BAB 2.


PENYERANGAN MAHLUK ALAM GAIB.


Di desa kecil yang bernama desa Pewayangan, ada seorang Pemuda yang tinggal di sana yang bernama Arka Satya. Dia tinggal berdua bersama kakeknya yang bernama Abah Semar sunandar.


Abah Semar sunandar adalah seorang yang memiliki profesi menjadi dalang wayang golek, sekaligus pengrajin boneka golok, selain itu dia juga membuat topeng golek yang memiliki expresi seram tapi lucu, dia juga ahli pancaksilat.


Sudah sangat banyak sekali boneka kayu yang sudah di buat olehnya, dari berbagai macam boneka yang telah di buatnya. Ada tiga karakter boneka yang sangat di kenal di seluruh pelosok dunia, yaitu karakter yang bernama Cepot, Dawala, dan Gareng. Karakter tiga boneka itu di kenal menjadi 3 bersaudara, anak tertua yaitu Cepot.


Setiap ada acara pementasan wayang golek, tidak terlepas membawakan karakter golek yang bernama cepot. Boneka cepot adalah karakter utama di dalam setiap adegan cerita yang di bawakan oleh Dalang Abah Semar sunandar.


Abah Semar sunandar, memiliki ciri suara khas yang menggelegar, seakan ia seperti memiliki suara seperti seorang monster. Itulah mengapa membuatnya sangat di kenal di seluruh pelosok dunia.


*Sekarang Arka berada di dekat sebuah sungai yang terdapat air terjun di sungai tersebut.


Di pinggiran sungai tersebut Arka sedang memahat kayu dan akan membuat topeng dari karyanya sendiri.


"Lihat saja Abah Semar, aku akan membuat topeng persiku sendiri, yang akan membuat dunia bergemetar melihat pesona expresi wajah topeng ini.


Dan kau akan takjub dan bangga denganku. Aku ingin membuat dunia ini tercengang melihat topengku ini." Ucapnya Arka sambil membuat sebuah topeng golek.


Tidak lama kemudian Arka mendengar sebuah suara yang entah darimana asal suara tersebut.


Suara tersebut mengatakan "Datang. Datang. Datanglah kepada ku."


Arka menengok kanan dan kiri, depan dan belakang, tapi tidak ada sosok apapun yang dia lihat.


"Siapa kau, Dimana kau berada."Ucapnya mencari asal suara tersebut datang dari arah mana.

__ADS_1


Lagi-lagi suara itu muncul di telinganya.


Tiba-tiba saja Arak merasakan sakit kepala, lalu muncul sebuah bayangan pemakaman seseorang di ingatannya.


Bayangan tersebut, yang ada di ingatannya adalah pemakaman Sang Mahapatih Gajah Mada.


Arwah dari Sang Mahapatih Gajah Mada memanggil-mangilnya untuk datang ke pemakamannya.


Tiba-tiba saja dia terperosok kedalam lubang dimensi gelap, dari lubang itu mengirimnya ke pemakaman Sang Mahapatih Gajah Mada.


Setelah berada di tempat tersebut, Arka melihat ada sebuah golok yang terdapat di pemakaman tersebut. Dia penasaran dengan golok itu.


"Kuburan siapa ini, dan kenapa ada sebuah golok di kuburannya." Ucapnya Arka.


Setelah Arka mengambil topeng tersebut, tiba-tiba saja muncul ukiran tulisan di batu nisan tersebut.


"Aku menerima segala kekuatan. Aku bertekat untuk mengirim mereka yang bersalah ke dalam Neraka ku, Dan aku bersedia menjadi wadah untukmu." Ucap dari ukiran tulisan tersebut yang di baca oleh Arka.


Lalu tiba-tiba saja mata dari topeng miliknya itu menyala secara berkedip-kedip, dan muncul asap hitam dari topengnya sambil bergetar.


"Apa yang terjadi, kenapa topeng ini bergetar." Ucapnya.


kini topeng tersebut seakan memiliki energi magnet yang langsung menarik ke arah wajahnya.


Setelah topeng tersebut menempel pada wajah Arka, bibir dari topeng tersebut tiba-tiba saja bisa bergerak dan melakukan senyuman yang sangat lebar, tapi alis dari topeng itu mengkerut seperti seseorang yang sedang marah. Topeng tersebut memadukan expresi wajah Senyuman dan Amarah, itu terlihat sangatlah gagah dan menakutkan, juga terlihat keren abis.


"Huahahaha." Tertawa menakutkan Arka setelah menggunakan topeng tersebut.


*Sekarang di istana Kerajaan Majapahit, sedang di selenggarakan acara perayaan terbentuknya Ibukota di kerajaan Majapahit.

__ADS_1


Di perayaan itu ada acara pementasan tari jaipongan, penari jaipong yang sedang menari legngak-lenggok di aluni dengan alat musik tradisional.


Penari tersebut memainkan jari jemarinya dengan sangat indah, di barengi goyangan pinggul dengan santai, sangat terlihat anggun sekali penari jaipong itu berjoget. Kemudian ada sinden lelaki yang memakai topeng barong singa, ia menari patah-patah terlihat sangat menyeramkan sekali tarian tersebut. Tapi setelah di padukan dengan penari jaipong wanita, itu terlihat sangat Anggun dan luarbiasa.


Ada juga pasar yang memamerkan berbagaimacam perodak tradisional, di antaranya, kain yang bercorak batik, anyaman bambu yang berbentuk meja dan kursi dan masih banyak lainnya. Bertujuan untuk sekalian mempromosikan produk tradisional yang di miliki kerajan Majapahit.


Para Saudagar kaya sangat takjub dan terpesona oleh kebudayaan yang di perkenalkan kerajan Majapahit.


Selang beberapa waktu kemudian tiba-tiba saja muncul para makhluk dedemit yang langsung datang mengacaukan acara perayaan itu.


Mereka menyerang para penduduk yang ada disana. Orang-orang yang ada di sana mulai berlarian ketakutan dengan mahluk dedemit tersebut.


Para perajurit kerajan berdatangan untuk melawan mahluk aneh itu yang menyerbu kedalam Ibukota Majapahit. Tapi apa daya perajurit kerajan hanyalah manusia bisa, mereka tidak sanggup untuk melawan para makhluk dari Alam Gaib itu.


Para makhluk dedemit itu menghancurkan semua tempat yang ada di hadapannya dan memangsa orang-orang yang ada di tempat tersebut, termasuk para perajurit kerajan.


Lalu tidaklama kemudian terdengar suara alunan musik tradisional yang sangat menyeramkan dan di barengi suara "Cak cak cak cak" (Tarian adat bali)


Angin hitam muncul secara berputar seperti layaknya angin topan tapi tidak terlalu besar, tinggi angin itu hanya sebatas 190cm. (Jika di bayangkan seperti kartun Tazmania yang berlari secara berputar.)


Setelah putaran angin hitam tersebut berhenti, muncul Arka menggunakan topeng yang di rasuki arwah Sang Mahapatih Gajah Mada.


"Takanku biarkan kalian menghancurkan kerajan yangku banggakan ini." Ucap Arka sambil memutar-mutar golok miliknya.


Para makhluk dedemit itu kemudian terbang menyerbu dan mengngelilingi Arka di semua arah. Kanan, kiri, depan belakang dan atas. Lalu mereka semuanya menyerang Arka secara bersamaan. Dia bukanya takut di serang oleh mahluk itu, malahan Arka seperti merasa sangat bersemangat untuk bertarung. Topeng miliknya itu tiba-tiba saja tersenyum secara lebar dan alis dari topeng itu mengkerut, memadukan antara senyuman dan amarah.


Ketika secara bersamaan para makhluk dedemit itu menyerang Arka, kemudian Arka melakukan sebuah putaran yang menciptakan badai angin hitam yang mampu menghempaskan semua mahluk-mahluk dedemit tersebut yang menyerangnya itu.


"Hah, dasar ayam kampung, hanya melawan satu orang saja kalian tidak mampu." Ucap Arka pada mahluk tersebut yang terhemp olehnya.

__ADS_1


Mahluk dedemit itu bangkit kembali lalu menyerangnya lagi. Arka mengeraskan tinjunya kemudian melompat dan berlari sangat cepat lalu menyerang para makhluk dedemit tersebut dengan goloknya.


Setelah mahluk tersebut terkena ayunan golok miliknya itu, mereka seperti hancur dan menjadi butiran debu. Merasa tidak sanggup melawan Arka, para mahluk tersebut melarikan diri ke lubang dimensi hitam.


__ADS_2