
#Prolog
Dorr ! Dorr !
El mematung melihat adiknya terbunuh dengan sadis di depan matanya, Tampa sadar air matanya jatuh.
" Ck ck ck seorang Queen Mafia nangis ? Come on El jangan sedih , karena sebentar lagi Lo bakal nyusul Adek Lo " El menatap tajam Gadis yang telah membunuh adiknya itu , ia tidak bisa berbuat apa-apa karena sedang di rantai sekarang .
" Sebaiknya Lo cepat mati biar perusahan Lo gw ambil alih , oh iya ucapkan kata-kata terakhir sebelum Lo mati " ucap gadis itu dengan angkuh .
" Cih ****** " ucap El dengan wajah jijik membuat Gadis di depannya itu kesal .
Dorr!
#Part_01
" Eugh " perlahan-lahan mata El terbuka, menatap ruangan yang asing baginya.
" Sayang , kamu udah sadar ? " El menoleh menatap tajam seorang wanita yang mendekati nya.
" Anda siapa ? " Wanita itu terkejut mendengar pertanyaan El, matanya berkaca-kaca.
" Ini mama Jessica, kamu engga kenal sama mama ? " Tanya wanita itu sembari menangis. El memijit pelipisnya, kepalanya sakit.
" Tolong ambilkan cermin !" Wanita itu langsung berlari mengambil Cermin untuk El .
El terkejut melihat wajahnya di cermin, wajah yang cantik tapi make up nya benar-benar menor, El merasa seperti badut sekarang.
__ADS_1
' apa-apaan ini ? Gw transmigrasi gitu !? Kenapa malah ke tubuh ni cewe sih ! ' batin El kesal, ia rasanya mau menghancurkan wajah yang di hiasi make up menor ini .
Tiba-tiba kepalanya sakit, ada ingatan asing yang muncul, El memejamkan matanya erat-erat mencoba mengingat itu, setelah mengingat semuanya ia kembali membuka matanya menatap wanita yang ada di depannya ini .
' ohh jadi ini Ibu Jessica?cewe yang cinta mati sama Regan Cowo terganteng di sekolah, okelah gw ngerti apa yang harus gw lakuin ' batin El tersenyum smirk , ia sudah mengingat semua ingatan pemilik asli tubuh yang ia tempati.
" Kamu engga apa-apa kan sayang ?" Tanya Windi yang merupakan ibunya Jessica , El mengangguk sambil tersenyum.
" Em mama , Jessica pengen pulang , enggak mau di sini terus " ujar El , ia harus mengubah hidup Jessica yang malang ini agar menjadi hidup yang bahagia, yah tentunya dengan cara El sendiri.
" Tapi kan kamu masih belum sembuh total , besok aja ya " bujuk Windi membuat El cemberut .
" Enggak , aku mau pulang aja pliss " El terus memohon membuat Windi tidak tega dan terpaksa mengiyakan saja .
•••••••••
' Oke mari kita mulai Permainannya' batin El .
#Part_02
" Udah pulang ? Kenapa sih Lo engga mati aja , nyusahin tahu engga! " El menatap Kenzo yang merupakan kakak Jessica itu dengan Dingin, El berusaha menahan emosi yang sudah di ubun-ubun mendengar ucapan Kenzo.
" Mending Lo mati aja sana " ujar Raka , Kakak pertama Jessica, pria itu menatap El dengan sinis.
" Cih kenapa pulang Hem ?! Mending jadi gelandangan ajaj nih di luar ! " Ucap Rizky Kakak Kedua Jessica, ia memandang El dengan jijik .
El memejamkan matanya berusaha menahan emosi agar tidak membunuh mereka semua , Jika ia berada di tubuh aslinya , mungkin mereka sudah mati tangannya sekarang.
__ADS_1
" Udah enggak udah dengerin " bisik Windi mengelus bahu El, ia tahu El tengah menahan emosinya .
" Hm " El berjalan menaiki tangga menuju kamar Jessica, sedang para Abang Jessica melongo melihat itu.
' tumben engga caper' batin Kenzo.
' Itu beneran Jessica ? ' batin Rizky heran .
' Cih ****** ' batin Raka Jijik.
Mereka heran kenapa sifat Jessica berubah ketika pulang dari Rumah sakit , Biasanya Jessica akan caper pada Raka .
" Ekhm mama ke dapur dulu " Ujar Windi .
•••••••••
El membuka pintu kamar yang ia duga ini adalah kamar Jessica, matanya membulat saat melihat kamar tersebut .
" Apa-apaan ini !? Warna pink !? " Kaget El , ia menatap seluruh kamar Jessica yang berwarna pink . Dari cat dinding , tempat tidur, hingga baju-baju semuanya pink membuat mata El sakit .
" Hah .. kenapa selera warnanya Rendah banget sih ! " Gumam El , ia memutuskan untuk melihat baju-baju Jessica .
Matanya lagi-lagi membulat ketika melihat koleksi baju Jessica , semuanya warna pink , yang lebih membuat El terkejut adalah Semua baju yang ada di sini sangat seksi dan pendek.
" Ck gimana gw mau pakai kalo bajunya kek gini semua " Kesal El melempar baju yang ia pegang dengan kesal , Ia terus mencari baju yang tertutup agar ia memakainya , sampai El menemukan sebuah baju tidur yang tidak seksi seperti baju yang lain .
Bersambung
__ADS_1