
#Part_29
" Satu botol lagi " ujar Pria itu pada sekertaris nya dengan keadaan mabuk berat .
" Tuan , ada sudah minum empat botol sebelumnya , saya khawatir anda kenapa-kenapa " ujar Pria berjas rapi di sampingnya itu dengan tatapan khawatir .
" AKU BILANG SATU BOTOL LAGI SANDI ! " Pria Berjas itu kaget mendengar bentakan Tuannya , dengan terpaksa ia kasih lagi sebotol alkohol .
" Tuan Edgar , sebaiknya kita pulang saja , besok anda akan sangat sibuk " bujuk pria berjas itu pada Edgar yang sedang meminum Alkohol .
" Hah ... Sandi , Aku mohon Cari El sampai dapat , aku yakin dia masih hidup " ujar Edgar berdiri sedang sempoyongan , Sandi yang melihat itu segera membantu tuannya .
" Tuan ! Saya kan sudah bilang jika nona El sudah meninggal , cobalah untuk mengikhlaskan nya " kesal Sandi , ia membantu Edgar berjalan menuju mobilnya .
Edgar menepis Tangan Sandi dengan kasar lalu menatap pria itu dengan tajam .
" Kau ingin mati heh ? Aku yakin El masih hidup !! " Bentak Edgar dengan keras , Sandi menghela nafas pasrah , Edgar memang keras kepala .
__ADS_1
" Nona El sudah meninggal tuan !! Jelas-jelas anda melihat sendiri ketika nona di makamkan ! " Bentak Sandi emosi , sudah lebih dari 3 bulan ia melihat keadaan Edgar begini , pria itu kerjaannya hanya minum alkohol saja dan melupakan kewajiban nya di kantor , Edgar menyerahkan semua itu pada Sandi .
Edgar menunduk berusaha menahan tangisnya , Ia benar-benar tidak bisa hidup Tampa separuh nafasnya itu , El adalah separuh nafasnya , Kini Gadis itu sudah meninggalkannya , Edgar merasa tidak ada gunanya ia hidup .
" Sudahlah , Anda harus pulang tuan ! Saya yakin ayah anda akan marah besar melihat keadaan anda " Jelas Sandi kembali membantu Edgar menuju Mobil , Kali ini pria itu tidak menolak , ia hanya diam saja .
••••••••••
Sebuah mobil berwarna merah kini Terparkir di halaman rumah mewah , keluarlah Sandi dan Edgar berjalan memasuki rumah mewah itu , Edgar berjalan di bantu oleh Sand.
#Part_30
" Maaf tuan Reynald , Tuan Edgar tadi mabuk jadi saya bawah pulang " ujar Sandi dengan sopan , ia berusaha mencairkan suasana yang tampak tengang saat ini , namun sepertinya itu tidak berhasil .
" Sudah Lebih dari tiga Bulan kau seperti ini Edgar !! Besok kamu harus ke kantor dan menandatangani berkas-berkas penting " Renald menatap tajam putranya itu , ia tahu El sangat penting bagi Edgar tapi ini sudah kelewatan .
" Edgar cape pah , mau tidur " ujar Edgar berjalan menaiki tangga dengan sempoyongan . Renald ingin menyusul Edgar tapi di tahan oleh istrinya .
__ADS_1
" Udah mas , kasih waktu Edgar berpikir , tahan emosi mu " Renald menghembuskan nafas pasrah lalu menengok ke arah Sandi yang masih berdiri di tempat .
" Maafkan Edgar atas perlakuannya padamu " Sandi tersenyum lalu mengangguk .
" Ini sudah tugas saya tuan "
••••••••••
Kini Jessica tengah menenangkan Lea yang sedang menangis , Ia bingung harus bagaimana menenangkan Gadis ini karena mereka sedang duduk di taman sekarang .
" Udah jangan nangis dong " bujuk Jessica kalang kabut , Lea jika sudah menangis akan memakan wakt yang lama untuk gadis itu berhenti .
" Hiks terus Jessica mana El ? Sahabat gw udah mati ? Hiks ! " Tanya Lea sambil terisak , Ia sudah mengetahui tentang transmigrasi El , awalnya gadis itu tidak percaya , tapi Lea mengingat Sifat Jessica yang berubah setelah pulang dari RS , terlebih lagi sifat Jessica seperti seorang mafia membuat Lea percaya .
" Iya , dia udah meninggal dan gw yang tinggal di tubuhnya sekarang " jawab Jessica menarik Lea ke dalam pelukannya agar gadis itu berhenti menangis .
" Hiks jadi Lo bukan Jessica sahabat gw ya !? " Lea masih terisak , sudah lama gadis itu menangis .
__ADS_1
" Iya , Lo masih mau jadi sahabat gw ? " Lea mengangguk mendengar pertanyaan Jessica , kini Lea sudah berhenti menangis .
Bersambung 🤗