
#Part_13
Tap !
Tap !
Tap !
Seorang gadis cantik berjalan menuju pria itu dengan anggun sambil memainkan pisau nya , Gadis itu menyeringai menatap Mangsanya malam ini .
" Hay tuan Zain " sapa nya membuat pria paruh baya bernama Zain itu ketakutan .
" Si-siapa kamu !? " Teriak Zain , ia tidak dapat melihat gadis itu dengan jelas karena ruangan ini gelap .
Tak !
Tiba-tiba lampu di ruangan itu di nyalakan , Zain membulatkan matanya ketika melihat pemandangan di ruangan ini yang membuatnya mual .
Ruangan yang di penuhi bercak darah dimana-mana , dan Zain lebih terkejut melihat seorang gadis yang berdiri di depannya sambil memegang pisau , gadis itu tak lain adalah Jessica .
" Hay , selamat datang di nerakanya Jessica ! " Ujar Jessica tersenyum cerah , senyum yang menyeramkan di mata Zain .
Jessica mengubah mimik wajahnya menjadi datar kembali , lalu berjalan ke arah Pria paruh baya itu .
Srek !
" Akkhh ! " Jessica menusuk bahu Zain dan menarik pisaunya sampai pada siku pria itu dan membuat luka yang benar-benar lebar .
__ADS_1
Selanjutnya Jessica mengambil kapak lalu memotong kedua kaki Zain hingga putus , adegan itu di saksikan oleh Alan , Alan sesekali menutup matanya karena Jessica terlalu kejam .
Jessica tersenyum saat melihat kaki Zain sudah terputus , setelah itu Jessica mengambil Gergaji dan memotong kedua tangan Zain , gadis itu tidak peduli dengan segara teriakan Zain , Jessica malah menikmatinya .
" Pemandangan yang indah " gumam Jessica yang masih di dengar oleh Alan , Pria itu menggidik ngeri melihat kekejaman Adiknya .
Alan memang mafia , tapi jika ia ingin membunuh , maka Alan langsung membunuh mangsanya Tampa menyiksa mereka , tapi Jessica berbeda dengannya , gadis itu benar-benar kejam .
Alan menutup matanya saat melihat Jessica mulai mengeluarkan isi perut Zain , Zain ? Pria paruh baya itu sudah mati .
Setelah puas , Jessica memotong daging Zain menjadi kecil-kecil lalu memasukkan ke kantong plastik.
#Part_14
" Udah ? " Tanya Alan menatap Jessica yang sibuk memasukkan daging manusia ke dalam kantong plastik , Jessica mengangguk menjawab pertanyaan Alan.
" Nih kasih ke Anjing liar " ujar Jessica memberikan Kantong plastik itu ke Alan.
Jessica pun memanggil bodyguard nya dan menyuruh memberikan daging itu pada Anjing liar.
" Udah selesai kan ? Kalo udah yuk pulang , ini udah larut " ujar Alan , sedang Jessica hanya mengangguk .
••••••••
Jessica melajukan mobilnya ke rumah , jalanan sudah benar-benar sepi dan hening , hanya ada Jessica di jalan ini .
Setelah sampai di rumah , Jessica berjalan mengendap-endap memasuki rumah , ia harus memastikan bahwa semua orang sudah tidur .
__ADS_1
Setelah merasa aman , Jessica kembali berjalan menaiki tangga menuju kamarnya .
Setelah sampai di kamar , Jessica memutuskan untuk mandi , ia juga harus mencuci baju bekas cipratan darah tadi .
Beberapa menit kemudian ia keluar dari kamar menggunakan baju tidur , lalu berjalan ke arah kasur dan berbaring di sana .
Jessica melihat ponselnya , sudah jam 00.30 , sudah benar-benar larut .
Akhirnya Jessica pun memutuskan untuk tidur , karena ia harus sekolah besok .
Tampa Jessica sadari , Ada seseorang mengintipnya melalui jendela , sosok itu tersenyum di balik maskernya .
' Honey , aku kembali '
••••••••
Jessica membuka matanya perlahan , ia melirik jam .
Matanya membulat, saat ini sudah jam 06.22 .
Dengan cepat Jessica menyambar handuknya dan mulai mandi .
•••••
Jessica menuruni tangga dengan buru-buru , ia melihat semua keluarganya tengah sarapan , Jessica tidak peduli itu , ia langsung berjalan menuju Windi .
" Ma , Jessica pamit ke sekolah dulu ya , Assalamualaikum ! " Ujar Jessica mencium tangan Windi lalu langsung pergi , Jordan menatap punggung Jessica dengan Tatapan sayu .
__ADS_1
••••••••
Bersambung 😗