
#Part_36
•
Saat ini Kenzo sedang duduk santai di sebuah cafe , Kenzo terlihat melamun entah apa yang ia pikirkan .
Pandangan Kenzo tak sengaja menangkap seorang gadis yang sedang duduk di pangkuan seorang pria tua , bisa di bilang om-om .
' Dinda ? ' batin Kenzo menatap lekat gadis itu , ia pikir matanya yang bermasalah , tapi saat gadis itu tertawa Kenzo langsung mengenalinya , ternyata itu memang Dinda .
Kenzo menatap penampilan Dinda dengan jijik , gadis itu menggunakan dress ketat dan seksi , Berbeda jika berada di dekat Kenzo , Dinda akan menggunakan pakaian tertutup .
Kenzo meremas botol minuman di tangannya dengan kuat , ia benar-benar marah melihat pemandangan di depan matanya .
" Jessica ... " Lirih Kenzo dengan mata memanas , ia benar-benar merasa gagal menjadi seorang kakak untuk Jessica , Kenzo benar-benar menyesal .
Tatapan Kenzo sangat tajam seakan ingin menusuk Dinda yang sedang sibuk duduk di pangkuan pria paruh baya itu .
' ****** ' batin Kenzo emosi , ia dengan cepat pergi dari cafe itu .
Otak Kenzo terus berputar bagaimana caranya agar Jessica mau memaafkan dia , akhir-akhir ini Kenzo tidak melihat wajah Jessica .
Kenzo mengendarai motor nya dengan kecepatan tinggi untuk melampiaskan emosinya .
•
Edgar menatap foto El di hp nya dengan tatapan kosong , ia sangat yakin gadis itu masih hidup , benar-benar yakin .
' Kau di mana Beby ? Aku mohon jangan seperti ini , aku hampir gila ' batin Edgar menutup wajah nya dengan kedua tangannya , air matanya menetes , hatinya benar-benar sesak hingga membuat Edgar tidak bisa bernafas dengan benar .
' sampai kapanpun kau hanya milikku '
••••••
Jessica menatap Devan dengan jengkel , sedangkan Devan hanya melempar senyum manis nya pada Jessica , tapi Jessica tidak peduli .
" Bisa engga sih Lo jangan tatap gw Mulu !? Perhatikan aja noh di depan , gw aduin ke pak Bambang tahu rasa Lo " kesal Jessica dengan tatapan tajamnya , tapi bukannya takut Devan malah terkekeh .
#Part_37
__ADS_1
Saat ini Jessica sedang berjalan Keluar sekolah dengan Devan karena sekarang sudah jam pulang .
" Lo kenapa melamun ? " Tanya Devan heran , ia menatap wajah Jessica yang sedari tadi gelisah.
" Lo tadi ketemu sama Lea engga ? " Jessica balik bertanya , Devan menggeleng pertanda ia tidak tahu .
••••••
Seorang gadis cantik kini menatap pria di depannya dengan senyuman menyeramkan .
" Anda sudah tahu apa yang anda lakukan kan ? " Pria itu mengangguk takut , ia terus menunduk tak berani menatap gadis mafia di depannya ini .
" Teror gadis ini " gadis cantik itu menyerahkan foto seseorang pada Pria di depannya .
" Si-siapa namanya nona ? "
" Dinda Larasati Alexander "
•••••••
Edgar terduduk santai di cafe , ia menikmati kopinya dengan tenang , tapi matanya menyipit kala melihat seorang pria yang sangat tidak asing baginya .
Edgar menatap heran Devan , menurutnya Devan adalah pria yang benar-benar dingin , tapi kenapa Saat ini Edgar melihat Devan sedang tertawa lepas ? Lebih membuat Edgar heran adalah Devan tertawa dengan seorang gadis cantik di sampingnya , wajah gadis itu menampilkan ekspresi yang dingin .
' Tidak mungkin , Devan tidak akan bersikap seperti itu jika bukan dengan El , a-apa gadis itu El ? Aku harus cari tahu ' batin Edgar dengan pandangan yang tak lepas dari Devan dan gadis yang tidak ia kenal itu .
Edgar langsung berdiri dan pergi dari cafe , ia akan menyuruh Sandi mencari tahu biodata lengkap Gadis di samping Devan itu .
•••••••
Jessica menatap Devan dengan dingin, Devan mengajaknya ke cafe dan membicarakan hal-hal yang tidak penting , sedang Devan tertawa lepas melihat wajah Jessica , Ekspresi wajah dingin yang ia rindukan .
Mata Jessica tak mengajak menatap seorang pria yang tak jauh dari Ia dan Devan , mata Jessica membulat , ia benar-benar kaget sekarang .
' Edgar ? ' batin Jessica mematung .
#Part_38
••••
__ADS_1
Seorang gadis cantik baru saja bangun dari tidurnya , ia berjalan ke arah cermin lalu memandang wajahnya dengan angkuh .
" Gw cantik , Yahh bahkan mengalahkan kecantikan Jessica " ujarnya Sombong , ya dia adalah Dinda .
Dinda tersenyum smirk lalu berjalan menuju kamar mandi .
" AAAAAA !!! "
tak berapa lama gadis itu berteriak histeris , Dinda memandang cermin di kamar mandi dengan ketakutan , wajahnya bahkan sampai pucat sekarang .
Di cermin itu ada darah segar yang bertulisan ' LO AKAN MATI ' , Dinda perlahan mendekat dan melihat lebih teliti lagi , ternyata itu benar darah .
Tubuh gadis itu gemetar karena ketakutan , ia sedang di teror sekarang , Dinda dengan cepat berlari keluar dari kamar mandi .
' ini masih permulaan Nona Alexander ' batin seseorang yang Tampa Dinda sadari orang itu sedang melihatnya dari jauh .
•••••••••
Pagi ini Jessica berangkat lebih awal , ia sengaja berangkat lebih awal karena tidak ingin bertemu dengan Devan .
Sampai di sekolah , Jessica mencari Lea di kelas , Jessica tersenyum miring melihat Lea yang sedang duduk berduaan dengan Aksa .
Jessica berjalan menghampiri mereka dan menatap tajam Lea .
" Ekhm ... Kemarin kemana aja Lo berdua ? Kemarin gw lihat bang Aksa gendong Lo " tanya Jessica tersenyum jahil , Aksa menatap Jessica kesal , Jessica merusak suasana .
" Ke Rumah sakit " jawab Aksa singkat , sedangkan Lea hanya diam .
" Ohh oke , kalo gitu gw pinjam Lea dulu ya bang " ujar Jessica mengedipkan sebelah matanya menggoda Aksa .
Blusshh ...
Pipi Lea memanas , Jessica berhasil membuat Lea malu .
" Oke , tapi jangan lama , soalnya gw mau ngomong sesuatu sama Lea " ujar Aksa dengan santai , pria itu menatap Lea sambil tersenyum miring , Lea hanya bisa menunduk menyembunyikan pipinya yang sudah benar-benar merah sekarang .
Jessica memutar bola matanya malas , ia kemudian menarik Lea keluar .
" Jessica ! " Jessica berbalik menatap Aksa dengan bingung .
__ADS_1
Bersambung