TRANSMIGRASI QUEEN MAFIA

TRANSMIGRASI QUEEN MAFIA
Part 36,37 dan 38


__ADS_3

#Part_36



Saat ini Kenzo sedang duduk santai di sebuah cafe , Kenzo terlihat melamun entah apa yang ia pikirkan .


Pandangan Kenzo tak sengaja menangkap seorang gadis yang sedang duduk di pangkuan seorang pria tua , bisa di bilang om-om .


' Dinda ? ' batin Kenzo menatap lekat gadis itu , ia pikir matanya yang bermasalah , tapi saat gadis itu tertawa Kenzo langsung mengenalinya , ternyata itu memang Dinda .


Kenzo menatap penampilan Dinda dengan jijik , gadis itu menggunakan dress ketat dan seksi , Berbeda jika berada di dekat Kenzo , Dinda akan menggunakan pakaian tertutup .


Kenzo meremas botol minuman di tangannya dengan kuat , ia benar-benar marah melihat pemandangan di depan matanya .


" Jessica ... " Lirih Kenzo dengan mata memanas , ia benar-benar merasa gagal menjadi seorang kakak untuk Jessica , Kenzo benar-benar menyesal .


Tatapan Kenzo sangat tajam seakan ingin menusuk Dinda yang sedang sibuk duduk di pangkuan pria paruh baya itu .


' ****** ' batin Kenzo emosi , ia dengan cepat pergi dari cafe itu .


Otak Kenzo terus berputar bagaimana caranya agar Jessica mau memaafkan dia , akhir-akhir ini Kenzo tidak melihat wajah Jessica .


Kenzo mengendarai motor nya dengan kecepatan tinggi untuk melampiaskan emosinya .



Edgar menatap foto El di hp nya dengan tatapan kosong , ia sangat yakin gadis itu masih hidup , benar-benar yakin .


' Kau di mana Beby ? Aku mohon jangan seperti ini , aku hampir gila ' batin Edgar menutup wajah nya dengan kedua tangannya , air matanya menetes , hatinya benar-benar sesak hingga membuat Edgar tidak bisa bernafas dengan benar .


' sampai kapanpun kau hanya milikku '


••••••


Jessica menatap Devan dengan jengkel , sedangkan Devan hanya melempar senyum manis nya pada Jessica , tapi Jessica tidak peduli .


" Bisa engga sih Lo jangan tatap gw Mulu !? Perhatikan aja noh di depan , gw aduin ke pak Bambang tahu rasa Lo " kesal Jessica dengan tatapan tajamnya , tapi bukannya takut Devan malah terkekeh .


#Part_37

__ADS_1


Saat ini Jessica sedang berjalan Keluar sekolah dengan Devan karena sekarang sudah jam pulang .


" Lo kenapa melamun ? " Tanya Devan heran , ia menatap wajah Jessica yang sedari tadi gelisah.


" Lo tadi ketemu sama Lea engga ? " Jessica balik bertanya , Devan menggeleng pertanda ia tidak tahu .


••••••


Seorang gadis cantik kini menatap pria di depannya dengan senyuman menyeramkan .


" Anda sudah tahu apa yang anda lakukan kan ? " Pria itu mengangguk takut , ia terus menunduk tak berani menatap gadis mafia di depannya ini .


" Teror gadis ini " gadis cantik itu menyerahkan foto seseorang pada Pria di depannya .


" Si-siapa namanya nona ? "


" Dinda Larasati Alexander "


•••••••


Edgar terduduk santai di cafe , ia menikmati kopinya dengan tenang , tapi matanya menyipit kala melihat seorang pria yang sangat tidak asing baginya .


Edgar menatap heran Devan , menurutnya Devan adalah pria yang benar-benar dingin , tapi kenapa Saat ini Edgar melihat Devan sedang tertawa lepas ? Lebih membuat Edgar heran adalah Devan tertawa dengan seorang gadis cantik di sampingnya , wajah gadis itu menampilkan ekspresi yang dingin .


' Tidak mungkin , Devan tidak akan bersikap seperti itu jika bukan dengan El , a-apa gadis itu El ? Aku harus cari tahu ' batin Edgar dengan pandangan yang tak lepas dari Devan dan gadis yang tidak ia kenal itu .


Edgar langsung berdiri dan pergi dari cafe , ia akan menyuruh Sandi mencari tahu biodata lengkap Gadis di samping Devan itu .


•••••••


Jessica menatap Devan dengan dingin, Devan mengajaknya ke cafe dan membicarakan hal-hal yang tidak penting , sedang Devan tertawa lepas melihat wajah Jessica , Ekspresi wajah dingin yang ia rindukan .


Mata Jessica tak mengajak menatap seorang pria yang tak jauh dari Ia dan Devan , mata Jessica membulat , ia benar-benar kaget sekarang .


' Edgar ? ' batin Jessica mematung .


#Part_38


••••

__ADS_1


Seorang gadis cantik baru saja bangun dari tidurnya , ia berjalan ke arah cermin lalu memandang wajahnya dengan angkuh .


" Gw cantik , Yahh bahkan mengalahkan kecantikan Jessica " ujarnya Sombong , ya dia adalah Dinda .


Dinda tersenyum smirk lalu berjalan menuju kamar mandi .


" AAAAAA !!! "


tak berapa lama gadis itu berteriak histeris , Dinda memandang cermin di kamar mandi dengan ketakutan , wajahnya bahkan sampai pucat sekarang .


Di cermin itu ada darah segar yang bertulisan ' LO AKAN MATI ' , Dinda perlahan mendekat dan melihat lebih teliti lagi , ternyata itu benar darah .


Tubuh gadis itu gemetar karena ketakutan , ia sedang di teror sekarang , Dinda dengan cepat berlari keluar dari kamar mandi .


' ini masih permulaan Nona Alexander ' batin seseorang yang Tampa Dinda sadari orang itu sedang melihatnya dari jauh .


•••••••••


Pagi ini Jessica berangkat lebih awal , ia sengaja berangkat lebih awal karena tidak ingin bertemu dengan Devan .


Sampai di sekolah , Jessica mencari Lea di kelas , Jessica tersenyum miring melihat Lea yang sedang duduk berduaan dengan Aksa .


Jessica berjalan menghampiri mereka dan menatap tajam Lea .


" Ekhm ... Kemarin kemana aja Lo berdua ? Kemarin gw lihat bang Aksa gendong Lo " tanya Jessica tersenyum jahil , Aksa menatap Jessica kesal , Jessica merusak suasana .


" Ke Rumah sakit " jawab Aksa singkat , sedangkan Lea hanya diam .


" Ohh oke , kalo gitu gw pinjam Lea dulu ya bang " ujar Jessica mengedipkan sebelah matanya menggoda Aksa .


Blusshh ...


Pipi Lea memanas , Jessica berhasil membuat Lea malu .


" Oke , tapi jangan lama , soalnya gw mau ngomong sesuatu sama Lea " ujar Aksa dengan santai , pria itu menatap Lea sambil tersenyum miring , Lea hanya bisa menunduk menyembunyikan pipinya yang sudah benar-benar merah sekarang .


Jessica memutar bola matanya malas , ia kemudian menarik Lea keluar .


" Jessica ! " Jessica berbalik menatap Aksa dengan bingung .

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2