
#Part_11
•••••••
Kini terlihat seorang pria tampan yang saat ini sedang serius menatap Handphone nya .
Tiba-tiba....
" Yuhuuu Regan !! Kita datang ! " Regan yang menatap serius ponselnya langsung terkejut hingga benda yang ia pegang itu jatuh .
Regan menatap tiga orang yang baru saja tiba di rumahnya itu dengan tajam, ponsel mahalnya jatuh akibat mereka.
" Berisik ! Any*Ng ! " Teriak Regan kesal , ia mengambil ponselnya dan mengecek apa benda itu rusak atau tidak , Regan menghela nafas lega karena ponselnya baik-baik saja.
" Kalian !! Jangan teriak-teriak ini Rumah bukan hutan ! " Regan , Vano , Rido dan Rio menutup telinga mereka karena suara cempreng milik Indah ibunya Regan .
" Yee Tante juga teriak tuh " ujar Rido dengan wajah Menyebalkan.
Dengan Kesal Indah menjewer telinga Rido hingga membuat pria itu berteriak kesakitan .
" Aduduhhh ampun Tan ! Jangan galak-galak Napa ! Nanti cepat tua loh " mata Indah langsung melotot mendengar itu , anak engga ada akhlak .
" Heh mulutnya pengen Tante ulek hah !? " Regan menghela nafas Panjang , inilah keseharian Regan jika teman-teman nya datang berkunjung ke rumah , mereka akan membuat Indah kesal hingga ingin menelan mereka hidup-hidup .
__ADS_1
Rio dan Vano menggeleng melihat Kelakuan Rido , pria itu selalu membuat Emosi ibu Regan yang terkenal galak .
" Udah-udah ! Mommy Regan yang paling cantik sejagat raya , eh engga ! Sedunia ... Udah yahh lepasin telinga Rido , nanti kalo telinga nya lepas gimana ? " Ujar Regan dengan nada yang amat lembut , Indah langsung melepaskan telinga Rido yang kini sudah sangat merah .
" Huhh makanya jangan buat Tante erosi " ucap Indah mengelus dadanya agar lebih sabar menghadapi mereka .
" Emosi Tan ! Bukan Erosi ! " Ucap Rido , Vano dan Rio bersamaan .
Regan memijit pelipisnya , ia harus ekstra sabar .
••••••••
Saat ini Jessica tengah duduk santai di ruangan Alan , ia tengah menunggu pria itu keluar dari toilet .
#Pat_12
Jessica menoleh menatap Alan yang baru saja keluar dari toilet , pria itu langsung duduk di depan Jessica .
" Jadi , ada perlu apa Lo ke sini ? " Tanya Alan sambil meminum kopinya .
Jessica tersenyum miring , sedang Alan menatap adiknya itu bingung .
"Gw tahu ada yang ketahuan korupsi di kantor Lo kan ? " Alan terkejut , bagaimana Jessica bisa tahu sedangkan Alan merahasiakan ini mati-matian agar tidak ada orang yang mengetahui .
__ADS_1
" Lo tahu dari mana ? " Alan balik bertanya .
" Itu engga penting , mendingan tuh cowo yang Korupsi Lo serahin ke gw " Jawab Jessica dingin , Sedangkan Alan langsung tahu apa maksud Jessica , ia tahu Jessica sedang ingin membunuh orang .
Alan meneguk kopinya susah payah , jika Jessica sudah mau membunuh , maka korbannya akan hancur , dan Jessica akan memberikan daging korbannya itu ke Anjing liar .
" Lo .. Serius mau bunuh dia ? Malam ini ? " Tanya Alan hati-hati , walaupun ia juga mafia , tapi Alan tidak sekejam Jessica .
" Hem iya, gw udah lama engga bunuh orang " jawab Jessica pelan , ia menatap ruangan Alan seperti mencari sesuatu , tak lama kemudian Jessica langsung tersenyum miring.
Jessica berdiri dan berjalan menuju sebuah meja kecil dan mengambil pisau yang ada di sana , kemudian ia berjalan menuju Alan sambil memainkan pisau itu .
" Gw engga nyangka ternyata Lo simpan pisau kesayangan gw " ucap Jessica , sedangkan Alan merinding .
" Lo mau ikut ? " Alan mengangguk , jika ia menjawab tidak , bisa-bisa Jessica akan melemparkan pisau itu ke arahnya , gadis itu tidak peduli dengan apapun .
" Ya udah , Let's go " Alan mengambil Jasnya lalu mengikuti Jessica dan belakang .
••••••••
Di sebuah ruangan Yang Gelap , terlihat seorang pria paruh baya yang di ikat dengan rantai , pria itu sudah muntah berkali-kali akibat bau darah yang begitu menyengat di ruangan ini .
Ceklek
__ADS_1
Pria paruh baya itu mendongkak menatap siapa yang telah masuk keruangan ini .
Bersambung