
#Part_05
" Good morning Mamaku yang paling cantik tapi masih cantikan Jessica " sapa Jessica mencium pipi Windi, sedang Windi terkejut mendapat perlakuan seperti itu , biasanya Jessica selalu mengacuhkannya dan sibuk mencari perhatian ayah dan juga Abang-abangnya .
Windi tersenyum , hatinya menghangat karena Jessica tidak acuh padanya lagi .
" Morning juga buat anak mama yang paling cantik " balas Windi mengecup singkat pipi Jessica , mereka pun duduk dan mulai sarapan tidak peduli Ayah dan anak yang menatap mereka dengan tatapan yang sulit di artikan.
" Udah berubah ya ? Itu make up mau Lo Kemanain ? " Tanya Rizky dengan tatapan remeh .
" Udah gw buang , soalnya make up kek gitu enggak cocok sama kulit gw " jawab Jessica dengan tatapan sengit .
" Bicara yang sopan sama kakakmu Jessica !! " Bentak Jordan dengan tatapan tajamnya , ia memang tidak suka ada keributan di meja makan.
" Ck bikin mood gw turun aja " ujar Jessica meraih tasnya .
" Aku pamit ya ma , assalamualaikum " Ucap Jessica mencium tangan Windi lalu pergi , ia tidak peduli pada ayahnya yang menatapnya lekat sampai gadis itu menghilang dari pandangan nya .
' Kenapa sesak ya ? ' batin Jordan , hatinya sesak saat Jessica berpamitan hanya mencium tangan Windi tidak mencium tangannya juga .
Kemudian mereka sarapan dalam keadaan hening .
•••••••
' tuh cowo kemana sih ? Udah gw bilang anterin mobil ke rumah gw ! ' batin Jessica kesal , ia tengah berdiri menunggu seseorang sekarang .
" Sorry , Lo kan yang telpon gw semalem " Jessica mengangguk dan berjalan masuk ke mobil berwarna hitam itu Tampa memperdulikan pria yang kini melongo .
" Heh jelasin Ke gw apa maksud Lo semalam ! " Ujar pria itu kesal , ia masuk ke dalam mobil dan duduk di samping Jessica .
#Part_06
" Good morning Mamaku yang paling cantik tapi masih cantikan Jessica " sapa Jessica mencium pipi Windi, sedang Windi terkejut mendapat perlakuan seperti itu , biasanya Jessica selalu mengacuhkannya dan sibuk mencari perhatian ayah dan juga Abang-abangnya .
__ADS_1
Windi tersenyum , hatinya menghangat karena Jessica tidak acuh padanya lagi .
" Morning juga buat anak mama yang paling cantik " balas Windi mengecup singkat pipi Jessica , mereka pun duduk dan mulai sarapan tidak peduli Ayah dan anak yang menatap mereka dengan tatapan yang sulit di artikan.
" Udah berubah ya ? Itu make up mau Lo Kemanain ? " Tanya Rizky dengan tatapan remeh .
" Udah gw buang , soalnya make up kek gitu enggak cocok sama kulit gw " jawab Jessica dengan tatapan sengit .
" Bicara yang sopan sama kakakmu Jessica !! " Bentak Jordan dengan tatapan tajamnya , ia memang tidak suka ada keributan di meja makan.
" Ck bikin mood gw turun aja " ujar Jessica meraih tasnya .
" Aku pamit ya ma , assalamualaikum " Ucap Jessica mencium tangan Windi lalu pergi , ia tidak peduli pada ayahnya yang menatapnya lekat sampai gadis itu menghilang dari pandangan nya .
' Kenapa sesak ya ? ' batin Jordan , hatinya sesak saat Jessica berpamitan hanya mencium tangan Windi tidak mencium tangannya juga .
Kemudian mereka sarapan dalam keadaan hening .
•••••••
' tuh cowo kemana sih ? Udah gw bilang anterin mobil ke rumah gw ! ' batin Jessica kesal , ia tengah berdiri menunggu seseorang sekarang .
" Sorry , Lo kan yang telpon gw semalem " Jessica mengangguk dan berjalan masuk ke mobil berwarna hitam itu Tampa memperdulikan pria yang kini melongo .
" Heh jelasin Ke gw apa maksud Lo semalam ! " Ujar pria itu kesal , ia masuk ke dalam mobil dan duduk di samping Jessica .
#Part_06
Jessica menghela nafas panjang lalu menatap pria di sampingnya sambil tersenyum manis.
" Abang Alan ! "
Deg !
__ADS_1
Degup jantung pria itu tak beraturan, Tampa sadar matanya telah berkaca-kaca mendengar panggilan itu , nama panggilan itu dulu dari El , gadis itu selalu memanggilnya dengan sebutan Abang Alan khusus untuknya .
" L-lo .... Enggak mungkin " Alan menggeleng kepalanya tak percaya.
" Gw bisa jelasin bang " Jessica tersenyum dan menjelaskan secara detail pada Alan Jika ia bertransmigrasi pada tubuh ini .
Air mata yang sedari tadi ia tahan pun jatuh membasahi pipi Alan, ia langsung menarik Jessica ke dalam pelukannya, Akan benar-benar merindukan Adik kesayangannya ini , saat mendengar kabar bahwa El meninggal , Dunia Alan runtuh , pria itu bahkan tidak mau makan dalam seminggu dan sifatnya berubah drastis.
" Hiks.. maaf , maaf engga bisa jadi Abang yang tebaik buat Lo dek " lirih Alan terisak, Jessica menepuk pundak nya untuk menenangkan pria tersebut .
" Udah ah jangan nangis , nanti gantengnya hilang " hibur Jessica menghapus air mata Alan , gadis itu tersenyum manis.
" Yaudah gw anterin Lo ke sekolah " Jessica mengangguk dan membiarkan Alan yang mengemudi mobil.
•••••••••~~
Jessica tersenyum miring saat berada di sekolah , banyak siswa dan siswi yang menatapnya sinis tapi ia tidak peduli.
" Dek , gw pamit ya soalnya ada kerjaan di kantor " Jessica mengangguk lalu Alan mengecup singkat dahi Jessica lalu pergi menggunakan taxi .
" Wihh Queen bullying Come back !!"
" Pasti Si Dinda kena Bully abis-abisan "
" Dih tumben enggak pake make up "
" Wihh Cantik banget "
" Pasti habis ini nempel lagi sama Regan "
Jessica mengabaikan siswa yang berbisik-bisik tentangnya , ia melirik Regan dan gengnya sedang asik mengobrol depan kelas .
" Hati-hati Re , ada bakteri yang mau nempel Lo lagi " sindir Dimas teman Regan sambil melirik Jessica dengan sinis .
__ADS_1
Bersambung