
#Part_34
•
Kini terlihat seorang pria berjas rapi sedang duduk di ruang kerjanya , ia memandang kedua saudaranya dengan heran .
" Ngapain balik ? " Tanya pria itu dengan dingin .
" Jelasin , Bang Alan bilang Kak El gw Transmigrasi ? " Gadis di depannya balik bertanya dengan nada ketus , Alarick tampak mengangguk kepalanya menjawab pertanyaan gadis itu .
" Iya Ara , Alan memang engga bohong , hah ... Aku tahu kalian pasti tidak percaya , tapi ini lah kenyataan nya .
Arabella Putri Martin , adik Sepupu El dan adik bungsu dari KingXiever Aldo Martin , dan pria di sampingnya itu adalah Aliando Angkasa Martin , kakak kandung El .
" Di mana Princess gw ? " Aliando angkat bicara , tatapannya kosong . Alarick hanya tersenyum tipis melihat itu , sangat tipis.
" Nanti kau akan tahu " Aliando menatap kesal ke arah Alarick , andai saja ia lebih dulu mengetahui tentang transmigrasi El , tapi Aliando tidak akan memberitahukan ini pada saudaranya yang lain .
" Gw capek , mau istirahat " ujar Ara berdiri tapi di tahan oleh Alarick , pria itu menatap tajam Ara membuat Ara menahan nafasnya , aura seorang Mafia memang tidak main-main .
__ADS_1
" Berhenti menggunakan kata gw Lo lagi , jika kau tidak mau , aku tidak akan membiarkan mu menemui El " mata Ara melotot , Alarick memang benar-benar posesive pada saudara perempuan nya , Ara sampai heran sendiri , dari mana sifat posesif itu berasal , padahal ayah mereka tidak memiliki sifat posesif sama sekali .
" Ck , iya iya kakak ku tersayang " ujar Ara tersenyum semanis mungkin , Alarick mengangguk lalu melepaskan Ara membiarkan gadis itu pergi ke sofa dan tidur di sana .
" Gw rasa Lo harus buat satu ruangan di sini , biar kalo capek engga akan tidur di sofa " ujar Aliando datar , sejujurnya ia tidak tega melihat Ara yang kecapean tidur di sofa .
" Hm " Aliando mendengus kesal mendengar respon Alarick .
" Ck , kita akan ketemu sama Princess ? " Alarick menyeringai mendengar pertanyaan Aliando .
#Part_35
Pria itu membuka dengan kasar pintu salah satu ruangan di sana .
Alarick dan Aliando menoleh melihat siapa yang membuka pintu dengan kasar itu , wajah Alarick dan Aliando langsung datar melihat pria di depan mereka .
" Edgar , di mana sopan santun mu ? " Tanya Alarick dengan dingin , ia sudah tahu apa yang membuat pria itu datang ke kantornya .
" Di mana gadisku ? Katakan ! Aku tahu dia masih hidup ! " Bentak Edgar menarik kerah kemeja Alarick , wajahnya sampai memerah menahan emosi .
__ADS_1
" Cih , kenapa kau kemari ? Urus saja ****** mu itu , jangan pernah mencari tahu tentang adikku lagi " ujar Alarick dengan tatapan tajam , tangan Edgar mengepal kuat mendengar penuturan Alarick .
" Jangan pernah mengungkit masa lalu ! Itu semua hanya salah paham , EL HANYA SALAH PAHAM kau mengerti ?! " Tekan Edgar berusaha menahan emosinya yang kian memuncak .
Aliando menyimak pertengkaran Edgar dan Alarick dengan santai .
" Salah paham ? Ck , omong kosong . Aku menyesal karena dulu merestui hubungan kalian , dan jangan harap kau bisa bertemu dengan Adikku " ucap Alarick melepas cengkraman Edgar pada Kerah kemeja nya , lalu Alarick menatap Edgar dengan wajah arogan .
" Ingat , El akan menemukan pria yang lebih baik dari dirimu " bisik Alarick menyeringai .
Bugh !
" Jaga ucapan mu itu Alarick ! Sampai matipun El tetap milikku , Hanya milikku !! " Teriak Edgar dengan marah , Aliando bangkit dari tempat duduknya lalu menatap Edgar dengan tajam .
" Ck , Lo merusak mood gw , Pergi dari sini sebelum gw seret " Edgar mengacak-acak rambut nya frustrasi , ia kemudian keluar dari ruangan Alarick .
" Lo engga apa-apa ? " Alarick mengangguk menjawab pertanyaan Aliando .
" Dia sudah gila " gumam Alarick mengusap sudut bibirnya yang berdarah .
__ADS_1
Bersambung