
#Part_23
••••••••
Saat ini Jessica dan Lea sedang makan dengan santai di kantin , Jessica sibuk memainkan ponselnya sedangkan Lea sibuk makan .
Tiba-tiba ada seseorang menarik tangan Jessica hingga membuat Jessica dan Lea kaget .
" Lepasin " ujar Jessica dingin , ia mengenali pria yang tiba-tiba menariknya ini , tapi Jessica harus bersikap seolah tidak mengenalnya .
" Gw kangen banget sama Lo my Friends " bisik pria itu tepat di telinga Jessica , Jessica terkejut berusaha bersikap setenang mungkin .
" Gw engga kenal sama Lo , lepasin " Tegas Jessica berusaha melepaskan Cekalan pria itu .
" Ikut gw ! " Pria asing itu menarik paksa Jessica untuk mengikutinya meninggalkan Lea yang hanya bisa memandang mereka dengan kesal .
" Woyy Murid baru !! Kembalikan sahabat gw !! " Teriakan Lea memenuhi kantin , tapi Jessica dan Pria itu sudah menjauh dan tidak bisa mendengarnya .
Tampa mereka sadari , dari tadi ada seseorang yang memandang Jessica dan murid baru itu dengan tatapan tajam , Entahlah ada perasaan yang aneh ketika melihat Jessica dengan Cowo lain , Ia benar-benar tidak suka .
' gw kenapa ? '
•••••••••••
" Lepasin !! " Bentak Jessica melepaskan tangan pria itu dengan paksa , kesabarannya sudah habis , tapi anehnya pria di depannya ini tersenyum.
" Lo engga pernah berubah El "
__ADS_1
Deg !
Tubuh Jessica membeku , menatap ke arah pria itu dengan tatapan kosong .
" Gw tahu ini Lo El , jangan pura-pura engga kenal sama sahabat Lo sendiri " Lanjutnya , Jessica menunduk memejamkan matanya menahan agar tidak memeluk pria di depannya ini .
Hati Jessica bagai di tusuk ribuan belati, benar-benar sakit .
" Devan " lirih Jessica dengan suara parau .
Greb !
Pria yang ia panggil Devan itu menariknya ke dalam pelukan , Jessica membalas Pelukan Devan tak kalah erat , ia benar-benar merindukan Sahabatnya ini .
" Jangan cengeng dong , masa iya Queen Mafia kek gini " ujar Devan mengusap air mata Jessica yang mengalir Tampa gadis itu sadari .
Jessica mendongkak menatap wajah Devan dengan kesal .
Bugh !
" Aduhh sakit woy " teriak Devan memegangi perutnya yang di tinju oleh Jessica .
" Pukulan buat Lo karena udah bikin tangan gw merah " Ujar Jessica melihat pergelangan tangannya yang merah akibat di genggam erat oleh Devan .
" Dasar galak " kesal Devan memegangi perutnya yang terasa sakit .
••••••••
__ADS_1
Saat ini terlihat Alarick sedang berjalan mundar-mandir di ruangan kerjanya dengan perasaan tidak tenang .
" Zero " Zero menoleh ketika mendengar namanya di panggil .
" Iya tuan ? " Alarick menatap Zero dengan tatapan tajamnya membuat pria itu tegang .
" Pastikan bocah itu tidak menyentuh adikku " ujar Alarick dengan tatapan tajamnya , Zero memejamkan matanya menahan kesal , Sifat Posesif Alarick akan keluar jika sudah bersangkutan dengan El .
" Em Tapi tadi Tuan Devan memeluk nona " Mata Alarick membulat mendengar ucapan Zero , tangannya mengepal kuat , ingin rasanya Alarick menenggelamkan Devan detik ini juga .
" Berani-beraninya Bocah itu , Awas saja nanti ! Aku akan memberinya pelajaran " gumam Alarick dengan emosi , sedangkan Zero berdiri kaku di sampingnya karena merasakan aura yang mencekam di ruangan ini .
••••••••
Kini , Jessica dan Devan sedang duduk di taman dengan hening .
" Gimana Lo bisa tahu kalo gw Transmigrasi ?" Tanya Jessica dengan datar .
" Gw tahu dari bang Al , dia udah tahu lo transmigrasi dari seminggu yang lalu " jawab Devan dengan santai , Sedangkan Jessica terkejut mendengar itu .
" Trus kenapa dia engga mau ketemu sama gw ? " Devan menoleh ketika melihat Jessica menunduk , Devan tersenyum lalu ia tidur di pangkuan Jessica .
" Itu karena itu tunggu waktu yang pas buat ketemu sama Lo , jadi jangan sedih " ucap Devan sambil mencubit pipi Jessica dengan gemas .
" Akkhh sakit bego ! " Devan terkekeh melihat Jessica yang kesal .
Bersambung 🌻🌹
__ADS_1