
Suara riuh di dalam aula membuat suasana sangat ramai banyak para petinggi memamerkan kehebatan anak anak mereka seolah olah hanya anak mereka lah yang paling hebat. tidak ada yang mau mengalah.
hingga suara kasim berteriak dengan cukup keras berhasil membungkam mulut mulut para petinggi dan para keluarga bangsawan namun itu hanya berlaku sementara
beberapa detik kemudian mereka seolah melupakan kasim yang berteriak saat seseorang datang mereka hanya memandang pintu aula sebentar dengan tatapan mencemooh dan lanjut kembali ke topik pembicaraan mereka.
Lathi dan ling an memasuki aula kerajaan yang sudah ramai dengan kedatangan tamu mereka berdua berjalan beriringan dengan wajah terangkat serta wajah andalan angkuh lathi serta tatapan menelisik seisi ruangan dan mengitimidasi tidak berbeda jauh dengan ling an mereka seperti sepasang kekasih yang sangat serasi
suasana tiba tiba kembali hening seperti beberapa detik yang lalu mereka seolah terpana dengan keAnggungan seorang Lathi dan Ling an mereka seperti sosok misterius yang sangat mengerikan hanya dengan tatapan tajam mereka.
"ehmm" lathi berdehem
mereka tersadar dari lamunan dan menatap kembali pasangan yang baru datang itu mereka langsung menatap rendah
'bukankah itu pangeran buruk rupa?' tanya seorang gadis bangsawan menggunakan hanfu hijau dengan corak dedaunan dengan nada mencemooh
'yaa kau benar, kenapa dia datang merusak acara kaisar saja' jawab seorang gadis hanfu fucshia dengan motif kupu kupu
'yaa untuk apa dia kemari, pasti kaisar sangat malu kalau melihat putra buruk rupa nya menganggu acaranya, dan kau lihat gadis disana kenapa dia menggunakan cadar? apa dia buruk rupa juga' ucap gadis hanfu hijau yang tak lain adalah anak kedua istri sah perdana mentri kanan zu ying (mempunyai sifat sombong dan selalu ingin menang serta memiliki kepercayan diri yang tinggi)
'mereka sangat serasi ying jika disandingkan sama sama buruk rupa' ucap gadis tersebut sambil terkekeh dia adalah anak tertua perdana mentri kiri xiao nian (memiliki sifat yang angkuh dan selalu iri jika melihat orang yang lebih cantik darinya dan dia akan melakukan apapun)
begitulah sedikit tanggapan orang orang saat melihat lathi dan ling an menghadiri acara Ulang Tahun Kaisar tetapi hanya diAnggap angin lalu bagi mereka, mereka menganggap bahwa orang itu hanya iri melihat mereka yang cantik dan tampan pikir nya (selalu saja kepedeanđ)
mereka duduk di kursi biasa ling an tidak duduk di kursi pangeran karena tidak disediakan jadi duduk bersama lathi saja sambil bersantai menunggu kedatangan yang punya acara
"KAISAR LANGIT SERTA PERMAISURI DAN PARA PANGERAN DAN PUTRI MEMASUKI RUANGAN" Suara sang kasim menggema di aula kerajaan karena menggunakan sedikit kekuatan agar didengar semua orang
orang yang berada di aula kerajaan yang mendengar teriakan kasim sontak berdiri dan membungkuk dan lathi juga terpaksa mengikuti nya tetapi hanya sedikit dan hanya sebentar saja
"salam yang mulia kaisar serta permaisuri para pangeran dan putri semoga diberi umur panjang"
"salam kalian aku terima, duduk!" ucap suara bariton dengan tegas
"terimakasih yang mulia"
__ADS_1
"KELUARGA KAISAR KERAJAAN WEI TIBA" Teriak sang kasim dengan lantang
"Hormat Hamba yang mulia kaisar beserta keluarga semoga di umur panjang"
"salam ku terima" ucap kaisar wei nam kerajaan wei
"Terimakasih karena sudah mau datang ke pesta ulang tahun zhen kaisar wei" ucap suara bariton yang tak lain adalah kaisar langit ling zhao
"tidak masalah kaisar ling" jawab kaisar wei
keluarga kerajaan wei menatap lathi dan ling an mereka bertanya tanya siapa mereka
'siapa mereka? kenapa terlihat sangat misterius' batin kaisar wei
lathi yang mendengar batin kaisar wei pun sontak berdiri "perkenalkan yang kecil ini yang mulia, yang kecil ini bernama lathi" membungkuk sedikit dan langsung melihat mata terkejut kaisar wei dan semua yang ada di aula pun terkejut karena tidak ada yang berani menatap lebih dari 2 detik tapi lihatlah gadis kecil ini polos ini maniak sekaliii
suasana tiba tiba sangat menegangkan mereka menunggu reaksi kaisar wei hukuman apakah yang pantas untuk seorang yang tidak tau diri itu, orang orang menatap iba lathi dan tak sedikit mencemooh karena kecerobohan nya.
"hahahaha kau sangat berani, apakah kau tak takut padaku" tanya kaisar wei
Orang orang yang melihat tawa kaisar wei menggema di aula istana bukan nya suasana mencair malah semakin mencekam siapa yang tidak mengenal kaisar wei.
Jika orang berhadapan langsung dengan lathi Maka Orang tersebut Memilih Mati Dari Pada Hidup Dengan Siksaan Lathi
Lathi yang mendengar pertanyaan kaisar wei langsung menjawab "paman memang nya kenapa aku harus takut padamu" tanya lathi dengan tatapan tajam dan menelisik
Lagi lagi orang yang berada di sana terkejut dengan keberanian lathi. paman? hiks berani sekali anak ini tapi berbeda reaksi dengan kaisar wei dia malah senang ntahlah kenapa dia sangat ingin dekat dengan gadis kecil ini dia ingin membahagiakan nya
"Paman? jangan panggil aku paman" Jawab kaisar wei pura pura marah
Lathi mengerinyit dahi "lalu?" tanya lathi dengan bingung
kaisar wei yang melihat kebingungan lathi merasa gemas "panggil aku ayahanda bagaimana" tanya kaisar wei
tenti membuat orang orang terkejut dengan pernyataan kaisar wei
__ADS_1
"benar apakah kau mau menjadi putriku" timpal permaisuri kaisar wei (nama)
Lathi seperti orang berpikir tangan kanan dipinggang dan tangan kiri dikepala seperi orang yang sesang berpikir keras tapi sebaliknya orang melihat itu merasa sangat gemas hilang sudah derajat ratu neraka karena terlihat imut "Baiklah, salam ayahanda ibunda dan para gege" ucap lathi sambil membungkuk
para pangeran kerajaan wei merasa senang karena mereka sangat ingin mempunyai adik perempuan tapi takdir berkata lain mereka bersaudara semua laki laki ada 4 pangeran di kerajaan wei
- Pangeran pertama/putra mahkota Wei zan
- pangeran kedua wei ran
- Pangeran ketiga wei san
- Pangeran keempat wei yan
setelah berbicara sedikit akhirnya semua kembali tenang tidak sedikit nona bangsawan dan putri kerajaan iri karena melihat keberuntungan lathi
Lathi kembali duduk dia berbincang bincang dengan gege nya ling an, ling an sangat senang dan sedih. senang karena adiknya diangkat menjadi putri kerajaan tapi bukan kerajaan langit dia takut setelah dia diangkat menjadi putri adik kecilnya akan meninggalkan nya
ling an terus menatap lathi dengan tatapan sendu dan tak lupa menggenggam tangan lathi dia tak peduli dengan orang orang yang melihat nya
lathi yang melihat gege nya bersedih pun paham "Aku Tidak Akan Meninggalkan mu Ge" ucap lathi sambil tersenyum dibalik cadarnya suara yang sangat lembut
ling an hanya mengangguk mendengar ucapan lathi sedikit ada ketenangan dihatinya tapi tak juga melepas genggaman tangan nya.
~
Holla Holla readers
author udah Up nii maaf yaa kalau cerita nya terlalu monoton Author masih mikir nih mau cari konflik yang seru dan Ga terlalu panjang biar enak bacanya
Tolong kalau ada saran dikomen ya dan kalau ada typo harap dimaklumi karena udah di koreksi tapi tetep aja:)
Jangan Lupa, Like, Komen, vote, Rate And Tambahkan KeFavorit Guysssâ¤
biar tambah semangat nulisnya
__ADS_1
HAPPY EID ADHA MUBARAK
author sekeluarga minta maaf dari tutur kata maupun perbuatan yang disengaja maupun tidak MOHON MAAF LAHIR BATIN