
setelah selesai berdebat dengan ling an lathi segera membuat sarapan karna sekarang sudah menjelang malam,entah kenapa jika bersama ling an dia tidak akan merasa sungkan bukan seperti sepasang kekasih tetapi lebih seperti ke kakak dan adik.
"Ling an kemari makan malam mu sudah siap"ucap lathi sedikit berteriak
"heii nona kecil bisakah kau tidak teriak teriak ini bukan hutan"ucap ling an sedikit kesal
"maaf tuan besar,tapi setau saya ini memang hutan"ucap lathi sambil memutar bola mata malas
"tidak masalah nona kecil,hehehe kamu benar nona kecil ini kan memang daerah hutan yaa"ucap ling an sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal
"apa yang kau buat adik manis"lanjut ling an sambil tersenyum menampakkan gigi putihnya
"kakak ku yang tampan jangan banyak bicara cepat makan"ucap lathi menatap tajam ling an yang dari tadi terus mengoceh alhasil lathi selalu saja menunda makanan yang akan mendarat kemulutnya dan ling an hanya menyengir kuda tidak jelas
setelah selesai makan lathi dan ling an duduk di teras rumah sambil memandang bintang malam yang sangat indah
"bagaimana rasanya"tanya lathi penasaran
"apanya?masakan mu?kalo ituu sih enak enak saja karna tadi aku juga lumayan lapar"jawab ling an
"bukan makanan,tapi pil yang kau makan apakah tubuhmu ada sesuatu yang aneh?"tanya lathi tambah penasaran dan ling an menganggukan kepala lalu menjawab
"pertama aku memakan pil itu terasa sangat sakit seperti badan ku dikuliti hidup hidup tapi setelah itu aku merasakan sensasi luar biasa badan ku terasa ringan tulang tulang ku juga lebih kuat seperti yang aku rasa dan wajahku benar benar sudah sembuh"jawab linh an sangat bahagia
"ohh baguslah pil nya berhasil ku kira tidak akan berhasil"ucap lathi
"kau sangat hebat dalam membuat pil apa kau seorang alkemis?"tanya ling an sedikit penasaran
"yaa tentu saja aku seorang alkemis kalau tidak bagaimana caranya aku memiliki pil face itu kalau aku tidak menyuling nya sendiri"jawab lathi santai
__ADS_1
"wah kau seorang alkemis,di tingkat berapa kau saat ini?"tanya ling an dia sangat penasaran karna jarang sekali ada seorang alkemis di benua tianzing terlebih dia hanya nona kecil yang di anggap seperti adiknya itu sendiri
"belum jauh hanya tingkat alkemis akhir level 6"jawab lathi dengan nada senduh
ling an yang mendengar ucapan lathi terkejut bagaimana tidak dia hanya nona kecil,inii diluar dugaaan nya dia kira hanya tingkat alkemis awal atau menengah tapi ini akhir wah wah dia menemukan emas berjalan saat ini.
"apa kau serius?wah kau sangat hebat di benua ini tidak ada yang bisa sampai tingkat alkemis akhir tapi kenapa kau menjadi sedih seharusnya kau bahagia"ucap ling an kebingungan melihat lathi bersedih
"aku sangat lambat dalam meningkatkan tingkat alkemis ku lihat saja aku bari level 6 aku merasa seperti sampah,huhh aku harus kerja keras untuk sampai di level akhir agar sempurna"ucap lathi menyamangati dirinya sendiri
ling an sweatdrop adik manis nya bilang sangat lambat dalam meningkatkan tingkat alkemis nya lantas bagaimana dengan orang orang yang sudah beribu ribu tahun tapi belum pernah sampai di tingkat alkemis akhir benar benar tidak tahu malu jika orang lain yang mendengarnya mereka akan muntah darah gadis ini benar benar monster.
"terserah kau saja adik manis,sebaiknya kita masuk kedalam agar kau tidak masuk angin"ucap ling an
"tidak apa apa ling an aku hanya ingin disini sebentar lagi"ucap lathi yang sangat mals beranjak dari tempat duduk nya itu
disaat ling an sudah masuk kerumah kembali lathi memikirkan kenapa dia bisa berada disini?apa tujuan nya dan untuk apa?dia sangat bingung sekarang setelah lama memikirkan dia hanya berpikir untuk jalan jalan memasuki hutan kematian dia sangat penasaran sekarang.
lathi berjalan memasuki hutan kematian menurut rumor yang diceritakan ling an dihutan kematian banyak sekali hewan sprit beast tapi sepanjang perjalanan dia tidak menemukan apa apa hanya tanaman langka dan sejenisnya tapi disaat dia akan melangkah maju banyak hewan sprit beast mendekat ke arahnya lathi mengerinyit kenapa banyak sekali?apakah dia di keroyok oleh hewan?ini lucu sekali,lathi sudah mempersiapkan kuda kuda nya jika ada hewan sprit itu menyerang namun tiba tiba.
"selamat datang penguasa hutan kematian kami sudah menunggu kedatangan anda yang mulia"ucap hewan sprit beast kompak
lagi lagi lathi mengerinyit kenapa selalu ada kejutan sesalu saja membuat jantung nya lepas dari tempatnya.
"apa maksudmu?"ucap lathi
"yang mulia anda adalah penerus dewi kematian jadi anda adalah penguasa hutan kematian dan pasti juga ruang dimensi yang mulia"ucap salah satu hewan sprit beast suci
lathi ingat sekarang yaa dia harus menerims semua ini entah apa yang akan terjadi selanjutnya dia hanya mencoba mengikuti alurnya saja.
__ADS_1
"baiklah aku mengerti,kalian bubarlah lain kali aku akan datang kesini lagi,jangan saling berebut kekuasaan ingat jangan menjadi serakah karna itu akan menjadi boomerang bagi kita sendiri mengerti"teriak lathi dan semua didengar oleh sprit beast penjaga hutan kematian.
setelah sepulang lathi dari hutan kematian dia berkeliling sebentar setelah itu lathi pulang kerumah Ling An .
~
~
keesokan paginya lathi telah bersiap siap untuk mengajak Ling an melatih fisik karna lathi merasa ling an masih sangat lemah sekarang jadi untuk berkultivasi dia tidak memikirkan itu sekarang.
"Ling an cepatlah kita lari pagi dan melatih fisikmu ituuu"ucap lathi
"melatih fisik?untuk apaa?"ucap ling an kebingungan
"yaa untuk memperkuat fondasi tubuhmu aku pikir tubuhmu itu masih sangat lemah karna jarang latihan,jadi sebaiknya kita latihan dulu baru ku ajarkan kau berkultivasi bagaimana"tawar lathi dengan mengangkat kedua alisnya
"ahh baiklah,ayoo kitaa latihann"ucap ling an
detik,menit,jam,hari hingga berminggu minggu mereka latihan memperkuat fondasi dan berlatih kultivasi dan alkemis sekarang Ling an tidak terlalu giat berlatih hanya sekali sekali saja walaupun dia baru sampai di tingkat jendral petarung akhir level 7 tapi bagi orang luar itu bisa diebut jenius.
tapi tidak dengan lathi walaupun sudah berada ditingkat kaisar bumi level 2 yang hampir setara dengan kaisar tapi tidak pernah ada kata puas dalam kamus lathi dia akan terus berlatih walaupun tidak sekeras waktu dia di dunia modern.
karna dia tidak terlalu yakin dengan ling an walaupun dia sudah percaya tetapi hatinya belum hanya perlu waktu baru dia akan menunjukkan ruang latihan nya yang di dunia modern yang berada dalam ruang dimensinya padahal dia bisa saja mengeluarkan ruang latihan tapi dia sungguh malas repot dengan pertanyaan ling an walaupun dia dingin dan datar ralat kecuali dengan lathi karna jika dia melihat sesuatu pasti dia akan cerewet seperti emak emak yang lagi arisan.
~
JANGAN LUPA VOTE,LIKE,KOMEN,RATE ANDA TAMBAHKAN KE VAFORIT YAA❤
THANKYOU ALL:)
__ADS_1