
Malam hari nya selir mei, ling an dan lathi dan beberapa dayang sedang berjalan menuju bangunan ujung sisi utara
saat diperjalanan lathi mendengar suara orang berteriak, memandang kedepan dia bisa melihat pintu kayu dan beberapa tanaman-tanaman liar, mungkin tidak dibersihkan oleh pelayan yang bertugas
Kriett, pintu terdorong dan mereka memasuki ruangan tertutup yang temaram dan mulai menyalakan lentera, mereka mendengar seorang gadis mengaduh kesakitan
"sayang hiks hiks maafkan bunda" tangis selir mei lagi-lagi pecah mendengar suara kesakitan anaknya
"arghhhhhhh ssaak-kiittt, huh huh" teriak nya dengan nafas tak beraturan dan air mata bercucuran
lathi memandang putri ling su rumit, lathi maju tapi tangan nya dicekal " mau kemana?" tanya selir mei
"aku ingin melihat kondisi nya bunda" jawab lathi lembut dan mengusap tangan selir mei yang mencekalnya
"apa kau tidak masalah? maksudku aku takut kau terkena amukkan anakku" ucap selir mei tertunduk
"bunda, tidak usah takut aku bisa menjaga diriku sendiri, gege aku mohon" lathi memberi tatapan memohon pada ling an dan dia mengangguk
__ADS_1
"sudah lah bunda, biarkan adikku lathi memeriksa mei-mei ku ling su" ling an mencoba memberi pengertian dan membawa selir mei menjauh sedikit dari lathi
lathi maju dan mendekat ke kasur kecil untuk satu orang, kaki kiri ling su terikat di ujung kasur di kiri dan kaki kanan ling su yang kanan terikat di ujung kasur kanan, tangan nya juga terikat dengan tali-tali spritual merah-hijau agar tidak membuat ling su lari dan menghilang
"arrghhh meen-jaaauuhhh kkaa-uuu huh huh" ling su ingin mengalangi lathi mendekat karena dia tidak ingin mencelakai orang lagi, biarlah dia begini asal tidak menganggu orang lain
lathi tak peduli dia memeriksa tubuh ling su dengan netra merahnya, sejak lathi mengembangkan ilmu kegelapan di dalam tubuh lathi bisa melihat seperti mata dewa karena kekuatan kegelapan yang dapat menembus sejauh 2 km sekarang. dan akan bertambah dengan meningkatnya kekuatan, tetapi akan menguras banyak energi spritual karena lathi baru saja bisa mengendalikannya
banyak ulat-ulat kecil yang menggorogoti organ dalam ling su seperti yang dia pikirkan.
"seperti dugaan ku, organ dalamnya sedang di gerogoti" ucap lathi tanpa beralih dari tubuh ling su
"apa itu akan berbahaya?" tanya selir mei khawatir
"tentu akan berbahaya bunda, tapi kondisi ling su masih bisa di sembuhkan karena tidak terlalu parah dan ulat-ulat itu belum menggorogoti dantian ling su" jelas lathi, selir mei yang mendengar bernafas lega
lathi mengeluarkan kekuatan esnya dan mengarahkan ke tubuh ling su
__ADS_1
"arghhhhh ssaaa-kkiitt, aappaa yaanngg kaa-uu llaakk-uukaann" ling su berteriak makin kesakitan saat lathi memberi sedikit kekuatan esnya
ling su terus berteriak darah mulai keluar dari dalam mulut, hidung, mata dan tangannya berdarah karena ling su berusaha memberontak dan ikatan spritual semakin kuat, lama kelamaan kesadarn ling su mulai menghilang
"apaa yang kau lakukaann" teriak selir mei, dia sangat tidak terima lathi menyakiti anaknya
"tenanglah bunda, pasti adikku lathi tidak akan mencelakai mei-mei ling su" ling an berusaha menenangkan selir mei walaupun dia juga khwatir dengan kondisi ling su tapi dia percaya pada lathi
lathi mengibaskan tangannya dan muncullah sebuah botol porselen berwarna hitam, dan meminumkan air yang diporselen kepada ling su, itu adalah water of life (air kehidupan) yang ada di dimensi pribadi lathi
****Itu ada di penjelasan Chapter 03, dapat menyembuhkan tubuh bagian luar maupun bagian dalam
~
Aku Up Lagii Nihh
Vote, like, komen, Rate, Fav❤****
__ADS_1