
Sekarang lathi terus saja menggerutu tidak jelas, dia masih sangat marah karena merasa ditipu. Dia pergi kerumah makan terkenal dan membuat koinnya habis hanya mendapat makanan hambar? benar-benar membuat darahnya mendidih.
"kenapa sih dek? masih marah aja" tanya ling an heran melihat lathi sepanjang jalan menggerutu tidak jelas tentang makanan
"kesel aja aku ge, seperti orang ditipu" jawab lathi sambil mencebik muka kesal
"sudah jangan begitu terus, apakah adik tidak akan pergi ke pelelangan sepertinya sekarang sudah sangat ramai karena ada orang-orang dari negara tetangga" ucap ling an mencoba mengalihkan perhatian seperti seorang yang miskin kehabisan uang
menepuk pelan kening. "benar, kenapa bisa lupa."
*
*
*
*
*
*
*
Sekarang sudah sangat ramai orang-orang berlalu lalang, sepertinya ingin ke pelelangan juga.
Walau hanya menjadi penonton itu bisa menjadi daya tari tersendiri melihat orang-orang kaya menghabiskan koin atau mengamburkan koin dengan jutaan, untuk barang-barang langka yang terkadang hanya untuk ajang pamer kekayaan.
__ADS_1
Mungkin ini akan menjadi mimpi mereka agar tidak terlalu boros dan menghemat, jangan menjadi seperti mereka yang tidak tau menghemat koin.
Saat sudah didepan penjaga pelelangan lathi akan masuk, tetapi.
"hei, kenapa kau bisa langsung masuk dengan mudah tanpa mengantri? apakah kau tidak tau tata krama dan aturan?" ucap perempuan yang bernama ying luo dengan muka kesal. "kami mengantri sepanjang waktu tetapi kau baru saja tiba dan masuk? bukankah itu sangat tidak bermoral." tukas ying luo
"benar, apakah dia tidak tau bahwa kita disini juga lelah dan ingin melihat pelelangan"
"iya benar, dan kenapa mereka memakai penutup wajah. Apakah buruk rupa"
Ying luo mengangkat wajah dan tersenyum angkuh. "benar-benar tidak tau aturan, penjaga kenapa kalian diam saja. Usir saja di dari sini, menganggu kenyamanan saja."
"nona kenapa kau terburu-buru ingin mengusirku? biarkan aku sedikit berbicara disini" menghelah nafas kasar, sangat malas menjelaskan. "saya disini memiliki kartu emas, bukankah itu bisa masuk tanpa harua mengantri?" tanya lathi sinis, membenci orang-orang yang menganggu kesenangan.
"apakah anda yakin nona? orang seperti anda memilikinya yang benar saja. Bahkan keluarga kerajaan hanya memiliki 1 kartu emas"
"apakah kau sangat yakin nona? bagaimana jika dengan ini." mengeluarkan kartu emas VIP pelelangan
Wajah Ying luo berubah pias saat melihat jika kartu tersebut benar-benar berada ditangannya.
Sama halnya dengan warga yang melihat, mereka yang bermulut besar segera menutup mulut. Diam dan mengantri.
Tapi Ying luo masih bersikeras. "bisakah itu menjadi milikmu jika disini sering terjadi perampokan." ucap Ying luo marah, dia malu tapi masih memiliki alasan
Jelas orang-orang berpikir jika Lathi adalah seorang bandit yang merampok barang berharga, orang-orang segera membuka mulut.
"ada apa ini." tanya seorang pria paruh baya, sepertinya dia pemilik pelelangan XI yang bernama Xin wan
__ADS_1
"salam tuan xin" hormat penjaga dan yang lainnya, tuan xin mengangguk
"kenapa disini sangat berisik? apakah ada masalah." tanya tuan xin
"tuan xin perkenalkan saya ying luo anak Ding luo." ucap ying luo memperkanalkan diri dan menyebut nama orang tuanya
"salam tuan xin" sapa lathi sedikit membungkuk
"salam nona ying, ah apakah ini nona lathi? saya sangat menunggu kedatangan anda nona" balas tuan xin membungkuk kepada lathi, dia menghormatinya. Jelas dia mempunyai sesuatu yang patut dibanggakan.
"maafkan saya tuan xin, tapi saya ada masalah disini, nona ying tidak memperbolehkan saya masuk jadi saya sedikit ada masalah." adu Lathi, dia sedang dalam mode malas berdebat, suasana hatinya masih sedikit baik.
"tidak, s-saya tidak seperti itu. Hanya saja dia tidak mengantri seperti kami jadi saya menghentikan mereka." elak ying luo dan mencoba menjelaskan.
"benar, nona ying hanya mencoba mengentikan mereka"
"dengan cara memperlakukan seperti sampah?" cecar lathi sinis
"nona ying saya mohon jangan membuat masalah dengan tamu VIP kami, silahkan masuk tuan ling dan nona lathi" ucap tuan xin dan menuntun kelantai 3 tempat VIP
"silahkan tuan dan nona, saya permisi dulu." ucap tuan xin membungkuk dan pergi
Sedangkan Ling yuo dia mengepal tangan erat hingga memutih, dia marah karena tidak di hormati, memang keluarga nya adalah kwluarga kaya tetapi tidak sebanding dengan kekayaan keluarga xin.
Dia hanya bisa menyumpah serapah lathi dan berjanji akan membalas dendam, dia akan membuat mereka menyesal karena mengabaikan keberadaannya.
Ying luo memiliki karakter serakah, dan dia juga sangat dimanja dikeluarga Ying jadi dia merasa paling tinggi. Ying luo tidak senang jika apa yang dilakukannya tidak didapatnya, dia akan membuat lathi benar-benar berada dibawah dan akan mempermalukan lebih lagi terhadap apa yang dilakukannya.
__ADS_1
Sepertinya Ying luo iri dengan kecantikan lathi walau tertutup cadar, dia ingin membunuhnya sekarang. Dan tanpa tau bahwa Ying luo sendiri yang mencari kematian untuk dirinya sendiri.