
Hari sudah pagi, mahatari telah meninggi berbagai aktivitas harus dilakukan termasuk istana, karena melanjutkan hari ulang tahun kaisar
Dua orang manusia sedang duduk di gazebo kediaman ling an
"bang, apa kita akan kesana?" tanya lathi
"sepertinya tidak adik" jawab ling an
"baiklah, sekarang kita jalan-jalan saja" ucap lathi dengan semangat, karena semenjak dia datang ke istana lathi jarang sekali ke pasar
"Terserahmu saja adik" ucap ling an tersenyum
"Oh iya adik, bagaimana soal putri ke-4 ling su? apakah dia sudah sehat kembali?" tanya ling an bertubi-tubi kala mengingat kondisi adik tirinya
"putri ling su baik-baik saja bang, hanya butuh beberapa hari istirahat dan aku juga sudah bilang jangan keluar dulu dari istana, karena menurut ku pasti ini ada sesuatu yang terjadi" jawab lathi sambil mendongak kelangit dengan mata tertutup
"hmm, apakah seperti itu? jadi apa ini ada sangkut pautnya yaa dengan kejadian tadi" ucap ling an sambil menerawang kejadian beberapa saat lalu
lathi membuka mata saat mendengar abangnya berbicara seperti itu "apa yang abang ketahui?" tanya lathi penasaran
__ADS_1
"hanya ada orang-orang berpakaian hitam menyerang abang, dan abang juga melihat ada 2 orang terkena penyakit seperti adik ke-4, mengamuk dimalam hari" jawab ling an
"ini benar-benar aneh, menurutku bang racun malam bukanlah racun sembarangan aku khawatir musuh istana saat ini adalah orang-orang berkekuatan besar.
dia sengaja meracuni putri ling su untuk mengalihkan pikiran semua orang pada putri dan orang-orang lainnya mulai menyerang istana dengan mengendalikan hewan-hewan sprit beast, saat gagal mereka beralih pada rakyat dan menyebarkan racun malam" ucap lathi dengan memandang ling an serius
"tapi untuk apa mereka melakukan ini semua? apa mereka akan melakukan kedutaan? tapi siapa? haiss ini masih membingungkan" lanjut lathi
ling an hanya diam mendengarkan dan mulai menewarang kejadian-kejadian saat tinggal di istana dulu
Dimana orang-orang mengucilkan ling an kecil bahkan pelayan istana sangat tidak menghormati ling an padahal jelas pangkatnya lebih tinggi dari pelayan tersebut
Tidak ada kesenangan diwajahnya hanya ada penderitaan, jadi ling an memilih untuk pengasingan, ibu kandung nya sendiri saja tidak peduli
ling an lagi-lagi menghelah nafas lelah, "sudahlah bang yang lalu biarlah berlalu" ucap lathi menyemangati seolah tau apa yang dipikirkan ling an
"aku hanya sedikit berharap kasih sayang seorang ibu kandung itu seperti apa rasanya? aku sudah melupakannya" ucap ling an sendu
lathi tau bagaimana rasanya membutuhkan kasih sayang seorang ibu sebab dia juga tidak pernah mendapatkannya bahkan sejak lahir, yang merawat hanya baby sitter serta pembantu yang memberi perhatian "bagaimana jika kita pergi jalan-jalan saja ge" tawar lathi
__ADS_1
"baiklah mei-mei, sebaiknya kita pergi" ucap ling an dan bangkit berdiri mengikuti lathi
Mereka keluar istana melewati dinding kokoh sebagai pagar istana, sangat mudah bagi kedua orang tersebut karena penjagaan tidak terlalu ketat karena prajurit memfokuskan ke pintu depan istana serta aula perjamuan
Lathi memakai cadar dan ling an menggunakan topeng pemberian lathi karena tidak terlalu mau menjadi pusat perhatian tapi justru mereka salah lagi-lagi perhatian rakyat ke mereka berdua yang terlihat misterius
"bang"
"hmm"
"bagaimana jika kita pergi kerumah bordir" usul lathi
ling an yang mendengar ucapan lathi tersedak "hukk..uhukk..huk" lathi menepuk pelan punggung gegenya
"pelan-pelan ge, jangan terburu-buru jika gege ingin lagi kan tinggal memesannya" ucap lathi sok menasehati
"ini semua karena mu adik" ucap ling an kesal
lathi bingung, dia menautkan kedua alis "mengapa kau mengajak ku ke tempat seperti itu? jika ketahuan banyak rumor lagi yang akan beredar dan apa yang akan kita lakukan disana" ucap ling an
__ADS_1
"aku punya sesuatu yang akan menarik"