Travel To Become A Ruler

Travel To Become A Ruler
Racun Malam


__ADS_3

Bonus Chapter


Pagi ini ling an dan Lathi berencana menemui selir hwa mei, ling an mengajak lathi karena dia tau dan berharap jika lathi bisa menolong adik nya putri ke-lima


saat diperjalanan banyak para pelayan yang berlalu lalang karena membereskan sisa-sisa pertempuran yang membuat sedikit kerusakan pada istana jadi acara sang raja ditunda pada lusa.


para tamu banyak yang kembali dan akan datang lagi karena banyak para raja dan pangeran yang memiliki kerjaan selain acara jamuan raja langit


Tok tok


"masuk" suara dari dalam berteriak


"salam ibunda" lathi dan ling an memberi salam


"Ohh ada anak ibunda, ada apa sayang?" tanya selir mei, dan menyuruh mereka duduk


"Hmm, bunda apakah kita bisa berbicara-" tanya ling an ragu-ragu


"kalian keluarlah" seolah mengerti arti tatapan ling an

__ADS_1


"bunda aku ingin bertanya tentang adik kelima" tanya ling an serius


selir mei menghelah nafas, yang dia takutkan akhirnya terjadi, bukannya tidak ingin memberitahu tapi dia hanya tidak ingin menambah beban ling an


"adik mu terkena penyakit yang tidak ada yang tau, bunda tidak tega melihatnya setiap malam dia akan berteriak dan memuntahkan darah, paginya adikmu akan langsung-" selir mei menangis sesenggukan tak sanggup lagi menjabarkan penyakit anaknya itu, sebagai ibu tentu dia sangat tersiksa melihat anak tersayangnya sakit


"sudah lah ibu" ling an memeluk ibunya yang menangis, dia juga sedih mendengar penuturan ibu tirinya ini


lathi yang dari tadi menyimak pun mengerutkan kening, dia seperti tau gejala penyakit itu, ini seperti penyakit di buku kuno yang lathi baca


setau lathi itu bukanlah penyakit melainkan Racun malam, seperti namanya dia akan bereaksi saat malam hari, sikorban tidak akan berhenti berteriak seperti orang gila hingga suara nya sendiri yang habis tapi jika berhenti berteriak dia akan langsung memuntahkan darah setiap jam.


dan ramuan nya pun sangat tidak pernah diketahui jadi racun malam adalah racun terbaik walau tidak membuat korban mati, dia akan menyiksa nya selama beberapa minggu dan menggorogoti organ dalam korban secara perlahan seperti ada cacing-cacing dan belatung didalam perut


korban tidak akan pernah mati sebelum seluruh badannya dilahap habis oleh cacing-cacing tersebut


tapi setau lathi racun tersebut sudah hilang tapi kenapa ada? mungkin kah ada alcemist kuno? lathi harus mencarinya karena bagaimana pun pembuatannya tidak sesederhana seperti pembuatan pil


walau bahan-bahan nya sederhana tetapi ini sangat sangat jauh berbeda, taruhan nya bukan 1 atau 2 nyawa tetapi 100 nyawa, seorang alcemist kuno akan meminta setetes darah mereka dan menggabungkan darah 100 orang tersebut termasuk si alcemist kuno itu sendiri

__ADS_1


jika berhasil maka racun malam akan menjadi racun mematikan didunia dataran tongxuan karena mereka sudah dipastikan tidak memiliki ramuan penyembuh nya kecuali untuk 1 orang


tetapi jika gagal maka nyawa 100 termasuk alcemist kuno akan melayang dan menjadi abu, jiwa nya akan terkurung didalam bola dunia dimana para manusia, iblis, hantu, vampir, demon dan lain lain berkumpul


maka dari itu jika ingin membuatnya perlu memikirkan satu juta kali memikirkan untuk membuat racun malam


tapi, lathi sangat yakin jika penyakit yang diceritakan selir hwa mei adalah racun malam


"tenanglah ibunda" ling an masih saja menenangkan selir hwa mei


"hmm, bunda apakah aku boleh memeriksa nya" tanya lathi meminta izin


selir hwa mei melepas pelukan, dia memandang lathi dan tersenyum "tentu boleh nak, tapi sebaiknya kalian menunggu malam karena sekarang dia sedang beristirahat"


Vote, Like, Komen, rate, Fav❤


Maaf ni ceritanya lagi-lagi pendek.


sepertinya aku akan sampai 500-600 kata aja nihh, Ga 1000 kata lagi.

__ADS_1


__ADS_2