Travel To Become A Ruler

Travel To Become A Ruler
Setelah Pertarungan


__ADS_3

Setelah usai pertempuran, acara perjamuan kaisar dihentikan dan dilanjutkan besok hari


Para tamu undangan memilih menginap di istana karena tempat mereka yang jauh


Para prajurit dan jendral atau tamu kerajaan yang terluka diberikan pengobatan


Ling an yang sudah berada dikediaman nya khawatir, 'kenapa adiknya tidak kembali, Apakah? tidak! tidak! jangan berpikir seperti itu ling an' pikirnya sambil menggeleng kepala


Ling an memilih membersihkan badan


*****


Ditempat lain seorang gadis tengah berbaring di peraduan dengan tubuh yang lemah sambil memejam kan mata


" dek" merasa dipanggil gadis itu membuka mata


"hn!"


"apa kau tidak apa-apa dek" tanya seorang laki-laki berwajah tampan dengan pakaian casual


"hn!, aku baik-baik saja bang" jawab lathi


"baik apanya, tubuhmu melemah karena kau terlalu memaksakan untuk menggunakan kekuatan petir dek" jelas laki-laki lainnya dengan wajah khawatir


"hanya mencoba sesuatu yang baru bang" jawab lathi


"mencoba? Ga kini tau gaakk" bentak salah satu laki-laki dengan wajah datar dengan penuh amarah


"udah dong ren, jangan marah-marah terus" ucap phoenix yang tak lain adalah randi


"maaf bang" gumam lathi pelan namun masih didengar mereka, posisi lathi sekarang sedang duduk diujung kasur sambil bersandar dibantal


"bisa tinggalin gue berdua" ucap rendy


"ingat jangan marahin terus lathinya" ucap randi


Randi mendekat ke lathi dan mengelus puncak kepala lathi "kamu tau kan abang sayang kamu"


Rayn maju, dia juga mengelus kepala lathi, dan mengecupnya tanpa banyak berkata


Lathi diam, dia tau dia salah jadi kali ini dia tidak akan mengelak dari kesalahannya

__ADS_1


"bang maaf" cicit lathi sambil menunduk


rendy maju dia memeluk lathi erat


"jangan buat khawatir dong dek"


"maaf" hanya itu yang keluar dari mulut lathi


Rasanya sangat hangat berada dalam pelukan seseorang yang menghawatirkan kita, begitu juga dengan lathi.


Dia sangat senang dengan abang-abang nya atau bisa dibilang kontraktual lathi, yang saat ini sedang menghawatirkan kesehatan lathi


Tapi walau begitu dia sangat takut dengan amarah mereka, walau hanya kontraktual tapi lathi sudah menganggap mereka sebagai saudara laki-laki lathi


Begitu juga dengan randi, rendy dan rayn walau tidak menampilkan raut khawatir tapi lathi tau betul jika abangnya itu sangat menyayanginya.


Ini yang ditakuti lathi dari rayn dibalik sikap tenang nya lathi sangat takut dengan amarah rayn dari pada dua abangnya yang lain


Lathi pernah mendengar, Marah nya seorang pendiam lebih menyeramkan, walau tidak menggunakan amarah secara langsung namun seperti mendapat tamparan keras dan seperti ini


Sekarang lathi berada dikamar bersama rayn yang hanya diam memandang lathi dengan sorot mata tajamnya


setelah rendy pergi meninggalkan kamar rayn memasuki kamar lathi tetapi hanya berdiam diri mengamati lathi intens


rayn maju mendekati lathi lalu duduk disebelah lathi di ujung kasur "gimana? udah baikan" tanya rayn santai sambil memeriksa lathi


seolah kejadian tadi hanyalah angin lalu yang tidak penting untuk di ingat dan harus di lupakan


"bang maafin lathi ya" gumam lathi pelan


"kalau udah baikan jangan lupa minum obatnya yaa" alih-alih menjawab rayn justru memilih topik lain


"bang maaf"


"kalau udah abang tinggal dulu ya" saat berbalik pergi rayn merasakan tangan nya dicekal oleh tangan halus dan sedikit dingin


"bang jangan diemin gue gini dong"


rayn berbalik, menaikkan satu alisnya bingung " maksudnya? abang ga pernah diemin kamu"


"bang jangan kek gini" ucap lathi sedikit berteriak karena menahan amarah

__ADS_1


"kek gini gimana dek? ini kan yang kamu mau" bentak rayn sambil melepas cekalan tangan lathi


"kamu mau ngebuat abang gila ya, gara-gara ngeliat kamu gini, sakit dek" teriak rayn


memang diantara yang lain hanya rayn lah yang sangat posesif dengan lathi, jadi jika ada yang melukainya mungkin saja dia akan mengamuk


tadi saja saat rayn melihat lathi terluka dia seperti orang gila, mengamuk dan membuat kekacauan. untung saja randi cepat menenangkan rayn kalau tidak entah bagaimana nasib ruang dimensi lathi


lathi memang sudah 2 hari tidak bangun mungkin karena terlalu besar mengeluarkan energi spritualnya dan memaksakan dantian nya untuk menguras habis, jadi yaa begitulah


Back to topik


"bang maafin lathi hiks" lathi menangis air mata nya bercucuran


baru kali ini lathi menangis selama berada di dunia kuno, dia sangat takut dengan amarah rayn


dia tidak bisa melawan karena dia sangat menyayangi dan dia tau jika amarah abangnya adalah bentuk kasih sayang kepada adiknya


Rayn pasrah dia maju lalu memeluk lathi erat, lathi membalas pelukan abangnya dan menangis sesenggukan di dada bidang rayn


Rayn diam mendengar tangisan lathi tangan nya bergerak mengelus surai panjang lathi


tak lama terdengar suara dengkuras halus "tenyata udah tidur" rayn terkekeh dan mengangkat lathi lalu membaringkan lathi dan menyelimuti sampai pundak


mengecup dahi lathi lama "maafin abang dek udah buat kamu nangis" rayn keluar kamar meninggalkan gadis cantiknya tidur agar tidak merasa terganggu


*****


Sedangkan di istana langit terjadi kehebohan karena banyak dari mereka tidak mengenal siapa yang melawan sprit beast


memang saat lathi melawan dia menggunakan pakaian pria berwarna hitam serta cadar hitam tipis di wajah dan semua orang tau bahwa dia itu adalah seorang gadis


karena dari suara nya mereka sangat tau, banyak yang berspekulasi itu adalah dewi penjaga istana langit untuk menjaga dan melindungi orang-orang istana langit


Rumor-rumor mulai beredar kisah sang dewi penyelamat telah sampai ketelinga di ibukota kerajaan langit


Orang-orang memuji dan menyayangkan ketidak tahuan mereka siapa yang menyelamatkan orang dikerajaan langit dari amukan para sprit beast suci yang tergolong Kuno


sedangkan sang pembuat kehebohan sedang terbaring nyenyak sambil memimpikan laki-laki yang sangat tampan melamarnya dengan romantis


~

__ADS_1


vote, like, komen, rate dan favorit❤


ThankyouAll:)


__ADS_2