
Setelah usai pertempuran, acara perjamuan kaisar dihentikan dan dilanjutkan besok hari
Para tamu undangan memilih menginap di istana karena tempat mereka yang jauh
Para prajurit dan jendral atau tamu kerajaan yang terluka diberikan pengobatan
Ling an yang sudah berada dikediaman nya khawatir, 'kenapa adiknya tidak kembali, Apakah? tidak! tidak! jangan berpikir seperti itu ling an' pikirnya sambil menggeleng kepala
Ling an memilih membersihkan badan
*****
Ditempat lain seorang gadis tengah berbaring di peraduan dengan tubuh yang lemah sambil memejam kan mata
" dek" merasa dipanggil gadis itu membuka mata
"hn!"
"apa kau tidak apa-apa dek" tanya seorang laki-laki berwajah tampan dengan pakaian casual
"hn!, aku baik-baik saja bang" jawab lathi
"baik apanya, tubuhmu melemah karena kau terlalu memaksakan untuk menggunakan kekuatan petir dek" jelas laki-laki lainnya dengan wajah khawatir
"hanya mencoba sesuatu yang baru bang" jawab lathi
"mencoba? Ga kini tau gaakk" bentak salah satu laki-laki dengan wajah datar dengan penuh amarah
"udah dong ren, jangan marah-marah terus" ucap phoenix yang tak lain adalah randi
"maaf bang" gumam lathi pelan namun masih didengar mereka, posisi lathi sekarang sedang duduk diujung kasur sambil bersandar dibantal
"bisa tinggalin gue berdua" ucap rendy
"ingat jangan marahin terus lathinya" ucap randi
Randi mendekat ke lathi dan mengelus puncak kepala lathi "kamu tau kan abang sayang kamu"
Rayn maju, dia juga mengelus kepala lathi, dan mengecupnya tanpa banyak berkata
Lathi diam, dia tau dia salah jadi kali ini dia tidak akan mengelak dari kesalahannya
__ADS_1
"bang maaf" cicit lathi sambil menunduk
rendy maju dia memeluk lathi erat
"jangan buat khawatir dong dek"
"maaf" hanya itu yang keluar dari mulut lathi
Rasanya sangat hangat berada dalam pelukan seseorang yang menghawatirkan kita, begitu juga dengan lathi.
Dia sangat senang dengan abang-abang nya atau bisa dibilang kontraktual lathi, yang saat ini sedang menghawatirkan kesehatan lathi
Tapi walau begitu dia sangat takut dengan amarah mereka, walau hanya kontraktual tapi lathi sudah menganggap mereka sebagai saudara laki-laki lathi
Begitu juga dengan randi, rendy dan rayn walau tidak menampilkan raut khawatir tapi lathi tau betul jika abangnya itu sangat menyayanginya.
Ini yang ditakuti lathi dari rayn dibalik sikap tenang nya lathi sangat takut dengan amarah rayn dari pada dua abangnya yang lain
Lathi pernah mendengar, Marah nya seorang pendiam lebih menyeramkan, walau tidak menggunakan amarah secara langsung namun seperti mendapat tamparan keras dan seperti ini
Sekarang lathi berada dikamar bersama rayn yang hanya diam memandang lathi dengan sorot mata tajamnya
setelah rendy pergi meninggalkan kamar rayn memasuki kamar lathi tetapi hanya berdiam diri mengamati lathi intens
rayn maju mendekati lathi lalu duduk disebelah lathi di ujung kasur "gimana? udah baikan" tanya rayn santai sambil memeriksa lathi
seolah kejadian tadi hanyalah angin lalu yang tidak penting untuk di ingat dan harus di lupakan
"bang maafin lathi ya" gumam lathi pelan
"kalau udah baikan jangan lupa minum obatnya yaa" alih-alih menjawab rayn justru memilih topik lain
"bang maaf"
"kalau udah abang tinggal dulu ya" saat berbalik pergi rayn merasakan tangan nya dicekal oleh tangan halus dan sedikit dingin
"bang jangan diemin gue gini dong"
rayn berbalik, menaikkan satu alisnya bingung " maksudnya? abang ga pernah diemin kamu"
"bang jangan kek gini" ucap lathi sedikit berteriak karena menahan amarah
__ADS_1
"kek gini gimana dek? ini kan yang kamu mau" bentak rayn sambil melepas cekalan tangan lathi
"kamu mau ngebuat abang gila ya, gara-gara ngeliat kamu gini, sakit dek" teriak rayn
memang diantara yang lain hanya rayn lah yang sangat posesif dengan lathi, jadi jika ada yang melukainya mungkin saja dia akan mengamuk
tadi saja saat rayn melihat lathi terluka dia seperti orang gila, mengamuk dan membuat kekacauan. untung saja randi cepat menenangkan rayn kalau tidak entah bagaimana nasib ruang dimensi lathi
lathi memang sudah 2 hari tidak bangun mungkin karena terlalu besar mengeluarkan energi spritualnya dan memaksakan dantian nya untuk menguras habis, jadi yaa begitulah
Back to topik
"bang maafin lathi hiks" lathi menangis air mata nya bercucuran
baru kali ini lathi menangis selama berada di dunia kuno, dia sangat takut dengan amarah rayn
dia tidak bisa melawan karena dia sangat menyayangi dan dia tau jika amarah abangnya adalah bentuk kasih sayang kepada adiknya
Rayn pasrah dia maju lalu memeluk lathi erat, lathi membalas pelukan abangnya dan menangis sesenggukan di dada bidang rayn
Rayn diam mendengar tangisan lathi tangan nya bergerak mengelus surai panjang lathi
tak lama terdengar suara dengkuras halus "tenyata udah tidur" rayn terkekeh dan mengangkat lathi lalu membaringkan lathi dan menyelimuti sampai pundak
mengecup dahi lathi lama "maafin abang dek udah buat kamu nangis" rayn keluar kamar meninggalkan gadis cantiknya tidur agar tidak merasa terganggu
*****
Sedangkan di istana langit terjadi kehebohan karena banyak dari mereka tidak mengenal siapa yang melawan sprit beast
memang saat lathi melawan dia menggunakan pakaian pria berwarna hitam serta cadar hitam tipis di wajah dan semua orang tau bahwa dia itu adalah seorang gadis
karena dari suara nya mereka sangat tau, banyak yang berspekulasi itu adalah dewi penjaga istana langit untuk menjaga dan melindungi orang-orang istana langit
Rumor-rumor mulai beredar kisah sang dewi penyelamat telah sampai ketelinga di ibukota kerajaan langit
Orang-orang memuji dan menyayangkan ketidak tahuan mereka siapa yang menyelamatkan orang dikerajaan langit dari amukan para sprit beast suci yang tergolong Kuno
sedangkan sang pembuat kehebohan sedang terbaring nyenyak sambil memimpikan laki-laki yang sangat tampan melamarnya dengan romantis
~
__ADS_1
vote, like, komen, rate dan favorit❤
ThankyouAll:)