
Kaisar keluar dari istana, para tamu pun berhamburan keluar. banyak yang ketakutan karena hewan sprit beast tingkat suci mengamuk
Jika saja hanya beberapa mungkin mereka bisa tenang tapi ini sangat banyak, apalagi dengan sekarang sprit beast sangat brutal dan ganas, seperti ada seseorang yang sengaja membuat para sprit beast mengamuk
Hening. hanya itu yang bisa di deskripsikan di ruang aula tempat perjamuan hanya ada lathi yang duduk tenang tanpa menghiraukan orang-orang yang berhamburan keluar
ling an dia sebenarnya ingin ikut keluar tapi melihat ketenangan adiknya dia mengurungkan niat untuk pergi, jadi dia hanya diam memperhatikan apa yang akan dilakukan adiknya
Hening!
Hening!
Hanya suara orang-orang bertarung yang terdengar, ling an benar-benar bosan sekarang. sampai kapan dia akan menunggu adiknya, sepertinya dia harus bicara
"dek" lathi menoleh
"kita Ga Ngapa-ngapain nih?" tanya ling an Gaul, sekali-kali bahasa modern
"jadi kita ngapain?" tanya lathi dengan wajah bodoh
ling an cengo "hahhh?"
"kok malah nanya balik" geram ling an, dia pikir ada sesuatu yang akan dilakukan adiknya jadi dia hanya berdiam diri seperti anak kehilangan induknya
"jadi gege mau nya ngapain? ngebantuin? kan gege cuma Sampah" jawab lathi menekankan kata Sampah, lathi tersenyum miring tanpa merasa bersalah
mendengar jawaban lathi, ling an bagai tertusuk ribuan jarum. sakit sekali, akhh benar-benar kata yang pedas
dia memang lemah dari lathi tapi dia masih kuat dari pada jendral di istana, jadi dia bukan sampah
tapi ling an tau kenapa lathi berbicara seperti itu karena masih ada laki-laki yang duduk tak jauh dari mereka sedang duduk santai, dengan perawakan tinggi tegap, kulit putih dan wajah yang tampan. dia tidak memperdulikan orang-orang yang sibuk melawan sprit beast yang mengamuk
******
Di depan istana masih sibuk dengan pertarungan, banyak prajurit yang mati karena tidak sanggup melawan sprit beast tingkat suci
Mereka bertarung mati-matian para tamu undangan pun tak luput dari pertarungan mereka sudah kwalahan, para sprit beast bukannya berkurang tapi sebalik nya bertambah banyak, kerusakan demi kerusakan terjadi
Semua orang melihat nya sangat takut, sprit beast yang sudah mati bisa kembali beregenerasi walau tidak terlalu cepat tetapi tetap saja membuat orang-orang tambah panik
~
__ADS_1
Tak jauh dari pertarungan seorang perempuan cantik sedang berdiri diatas pohon bersama laki-laki
"ge selamatkan ibunda selir mei, biar aku yang menyelesaikan nya, mereka benar-benar merepotkan" ucap perempuan tersebut
"apa kau tidak membutuhkan bantuan mei-mei?" tanya laki-laku yang dipanggil gege
"gege tenang saja, sejak kapan gege ling an meragukanku" ucap gadis itu ketus yang tak lain adalah lathi
"bukan begitu mei-mei, hahh, baiklah kau menang adik kecil" ucap ling an pasrah
Mereka segera berpisah, ling an menemui ibunda nya dan lathi pergi dimana pertempuran berada
Ditengah-tengah pertempuran lathi berdiri tegap memandang sprit beast mengamuk
"Mundur Sekarang" teriak lathi dengan menambahkan qi spritual untuk bisa didengar semua orang
Orang-orang yang mendengarpun menoleh pada sumber suara, tak ada yang mundur siapa yang akan mau disuruh dengan seorang gadis kecil yang lemah
"Aku Peringatkan sekali Lagi, MUNDUR" teriak lathi dengan aura membunuh yang sangat pekat
Mereka merasakan aura menekan yang sangat kuat dari gadis kecil itu, mereka mundur dengan sendirinya, mengikuti naluri mungkin karena takut
Semua orang mundur, dan menjauh dari pertarungan, para sprit beast mulai mengarahkan serangan pada lathi
sprit beast mulai menyerang lathi dari segala arah, tak lupa lathi memberikan qi ditubuh sebagai pelindung
lathi bergerak menyerang, mengeluarkan api hitam yang terpanas ke arah serigala hitam mata merah, dan tepat mengenai sasaran
Auuuuu!
Lolongan kesakitan terdengar, Api tersebut tak akan padam kecuali orang atau hewan yang terkena api hitam sudah melebur dan menghilang
laba-laba merah juga menyerang lathi dengan jaring-jaring yang disemprotkan nya, beruntung lathi mengelak, lathi mengeluarkan petir
Benua tianzing yang cerah tiba-tiba terasa gelap, awan-awan hitam mulai menyelimuti langit, petir-petir menggelegar
Lathi memang berniat melakukan sekali serangan saja, dia terlalu malas mengurusi sprit beast yang tidak penting ini
Petir Menyambar berkali-kali di dalam Array, suara menyakitkan mulai terdengar, asap hitam mengepul di dalam Array, orang-orang yang melihat bergidik ngeri
Tidak tau seberapa kuat gadis kecil itu, baru kali ini mereka melihat kejadian yang mengerikan seperti ini
__ADS_1
Auuu!
Goarrrr!
Khwaaaaaaa!
Dan Boomm!
Suara besar yang meledak didalam Array membuat orang-orang yang tidak terlalu kuat berada diluar Array mulai terhempas karena fluktuasi yang sangat Dahsyatt!
~
Array segera menghilang asap-asap hitam sisa pertempuran menguar dan kosong! tidak ada mayat apapun dari sesi pertempuran
Mereka semua bingung kemana gadis kecil yang melawan para sprit beast dan dimana sisa mayat atau apapun itu yang penting bisa menjelaskan, ahh sangat rumit menurut mereka
Ling an yang sedari tadi khawatir tambah khawatir, bagaimana tidak. "adik kecil ku yang kusayang, menghilang? apakah benar? tidak mungkin." ling an menggeleng, dia harus yakin jika adik nya pasti selamat
"nak kamu kenapa?" tanya selir mei
seketika ling an sadar, "tidak ada apa-apa ibunda" bohong ling an, dia tidak mungkin mengatakan jika sedang mencemaskan adik kecil nya
"Ohh yaa, dimana adikmu nak?, ibu merindukan nya padahal baru kemarin bertemu" tanya selir mei
ling an tegang, wajah nya berubah pucat pasi, 'apa yang harus kubilang pada ibunda? jujur atau berbohong? jika jujur aku takut ibunda pasti cemas, ahh lebih baik berbohong saja' gumam ling an dalam hati
"mei-mei ada di aula ibunda, ling an menyuruhnya untuk tidak keluar takut nya nanti ada hewan yang mencelakainya" bohong lian an
"Ohh baguslah kalau begitu" ucap selir mei, ling an yang mendengar bernapas lega untung ibunda nya tidak bertanya lebih banyak
"bunda kenapa ling an tidak melihat adik ke-4?" tanya ling an
memang benar semenjak kepulangan ling an, dia tidak pernah melihat adik ke-4 nya ling su
"ah adikmu sedang sakit nak" ucap selir mei sendu
"sakit? sejak kapan mei-mei ke-4 sakit bu, kenapa ling an baru tau" tanya ling an
"dia sudah lama menderita penyakit, tetapi bunda sudah berusaha menyembuhkan nya, jangan kan sembuh jenis penyakitnya saja tidak ada tabib yang tau" ucap selir mei dengan mata berkaca-kaca
~
__ADS_1
vote, like, komen, rate, favorit❤
ThankyouAll:)