Valou

Valou
Bab. 1


__ADS_3

Aku tidak tahu kenapa. Di dunia sihir, yang level nya melewati 60 akan dihormati, sedangkan yang dibawah 60 tidak akan pernah dianggap dan hanya di siksa setiap harinya.


Ibu dan ayahku berlevel 30, levelnya rendah, umurku masih 10 tahun. Kami hanya bisa di siksa setiap harinya. Entah itu diambil barangnya, meminta bunga dan pajak berlebih, dan apapun itu.


Di sekolah aku hanya dijadikan budak teman-teman ku. Jika tidak menurut maka aku akan di siksa habis-habisan.


Dunia sihir ini memiliki beberapa ras sihir yang berbeda, sihir pengendali binatang dan pikiran, sihir petir, sihir api, sihir air, sihir angin, sihir bumi, sihir es, dan sihir paling langka, sihir pengendali iblis. Yang mempunyai sihir pengendali iblis hanyalah orang yang terpilih saja. Itu hanyalah sihir dasar, ras yang berbeda bisa mempelajari sihir yang berbeda pula.


Ibu dan ayahku memiliki sihir pengendali pikiran hewan dan sihir air. Tak terlalu kuat karena mereka hanya berlevel 30.


Aku tidak tahu apa sihir yang berada dalam diriku. Sihir semua temanku sudah muncul, sedangkan milikku masih belum muncul. Apakah aku tidak mempunyai sihir?


***


"Hey, Valen! Cepat bayar 10 ribu koin perak, atau rumahmu akan kami hancurkan!" kata seorang bawahan penagih pajak.


"T-tapi, kami sama sekali tidak punya koin perak sebanyak itu." jawab ayahku yang gemetaran.


"Hahhh! Tidak ada alasan! Cepat bayar pajaknya! Kau sudah tidak membayar pajak selama 3 bulan, kau tidak mau membayar lagi?" bentak penagih pajak itu.


Ibuku hanya bisa memelukku dengan erat. Aku takut, aku kesal, aku muak. Namun aku tidak bisa berbuat apa-apa.


"Kalau begitu, istrimu sebagai gantinya!"


"Tidak! Jangan ambil istriku! Lepaskan dia!" ayahku menarik celana si penagih pajak, "aku akan membayar nya, aku akan membayar pajaknya!"

__ADS_1


Si penagih pajak itu berjongkok didepan ayahku, "kau mau membayar menggunakan apa? Kau saja tidak punya koin perak! Bagaimana kau mau membayar?!"


Penagih pajak itu menyerang ayahku dengan sihir petir nya. Ayahku terpental sampai keluar rumah. Aku ketakutan menyaksikan hal itu. Ibuku menangis, lalu dia menghampiri mereka.


"Valou! Kau tetap disini, jangan pergi kemana-mana. Ibu akan segera kembali." suruh ibuku padaku. Aku yang masih berumur 10 tahun hanya bisa diam dan menangis. Aku tidak tahu harus melakukan apa, sihirku saja belum mengeluarkan tanda-tanda.


Aku melihat keluar. Ku lihat ibuku yang sedang memohon pada penagih pajak. Lalu mereka membawa pergi ibuku, ayahku terbaring ditanah.


Setelah mereka pergi bersama ibuku, aku menghampiri ayahku. Saat aku memeriksanya, ayahku tak bernafas. Aku shock karena itu. Aku terduduk lemas dengan tubuh yang bergetar. Tidak ada yang menolong, tidak ada yang bisa ku mintai tolong.


"Ayah... Maafkan Valou karena Valou tidak berguna dan tidak mempunyai sihir untuk membantu ayah dan ibu... Maafkan Valou!" aku memeluk tubuh ayahku.


Tak beberapa lama setelah aku mengucapkan kalimat tadi, tubuh ayahku bercahaya. Cahaya berwarna merah, dan cahaya itu seakan akan keluar dari tubuh ayahku. Terlihat seperti roh. Aku hanya bisa melihatnya tanpa bisa bergerak. Roh itu melirikku, aku terkejut. Seketika roh itu masuk kedalam diriku. Aku terjatuh pingsan disamping ayahku setelah roh itu masuk kedalam diriku.


***


Ku kuburkan mayat ayahku di lubang yang sudah kubuat berjam-jam. Lalu, ku doakan ayahku agar tenang dialam sana.


Setelah itu aku bersiap untuk mencari ibuku. Namun, entah kenapa rasanya aku merasa berbeda dari biasanya, aku merasa lebih tenang dari sebelumnya. Hanya niat untuk mencari ibuku saja yang terlintas di pikiran ku.


Aku pergi menuju kota untuk mencari ibuku. Ya, rumah kami berada di sebuah pedesaan kecil ditengah hutan.


"Pergilah. Teruslah lurus kedepan." sekilas suara terdengar di telingaku. Aku berbalik dan tidak ada siapa-siapa. Kulanjutkan perjalanan ku menuju kota.


*

__ADS_1


*


*


*


*


*


*


Sampailah aku di kota, kota besar yang berisi orang-orang pengguna sihir berlevel 60 sampai 60 keatas.


"Luruslah. Akan ku tunjukkan jalan menuju ibumu." suara misterius terdengar lagi di telinga ku. Sontak aku berbalik kembali, dan tidak ada siapa-siapa. Aku semakin merasa aneh dengan diriku.


Aku berjalan lurus kedepan. Aku menengok ke kanan dan kekiri sambil memanggil ibuku dengan suara pelan. Jika aku terlalu mencolok disini, aku akan langsung dibawa pergi kehutan kembali.


"Belok ke kanan, Valou." bisikan lain terdengar kembali, "siapa kau?"


"Tunjukkan dirimu sekarang! Aku tidak takut dengan mu." sorakku.


Semua perhatian orang-orang tertuju padaku. Aku membeku tak bisa berkata-kata lagi.


"Hey kau! Kemari, jangan lari!" kata salah seorang penjaga.

__ADS_1


Aku berlari kearah kanan. Aku terus berlari, namun penjaga itu berhasil menangkapku. Aku dipukul dari belakang. Pandanganku menjadi buram. Tak lama, aku jatuh pingsan.


Setelah aku pingsan cukup lama, aku terbangun di sebuah tempat. Oh, benar saja. Aku berada di penjara. Misiku untuk mencari ibuku sudah gagal. Namun aku masih bertekad. Aku harus mencari cara agar bisa keluar dari sini. Namun penjara ini terbuat dari sihir, aku tidak tahu harus bagaimana.


__ADS_2