
Tiba-tiba terdengar langkah kaki mendekat kearah ku, "hey anak kecil, kau sudah bangun ya?"
"Siapa kalian? Kenapa aku disini?"
"Tenanglah. Kau hanya perlu kami interogasi sebentar, lalu kau akan bebas." kata salah satu penjaga yang datang.
Penjaga itu pun menonaktifkan sihir di penjara yang ku tempati, lalu mengajak ku untuk pergi. Aku hanya bisa menurut. Untuk apa melawan? Aku saja belum punya sihir, dan aku belum punya level.
Penjaga itu membawaku ke sebuah tempat yang kedap suara. Tempatnya sedikit menyeramkan bagiku. Penjaga itu menyuruhku untuk duduk di kursi yang sudah di sediakan, aku pun duduk.
Seseorang datang, dia terlihat seperti polisi disini. Dan kalau dilihat lihat dia berlevel 76, tingginya.
Pria itu duduk, "baik kita akan mulai interogasi nya."
"Siapa namamu, nak?" tanya pria itu.
"Valou, Valou Lauckade."
"Dimana kau berasal?"
"Disebuah desa yang tak berpenghuni, ditengah hutan."
"Apa kau masih mempunyai orang tua? Kalau boleh tau, sihir yang mereka miliki, sihir jenis apa dan level berapa?"
"Aku sekarang hanya memiliki seorang ibu, ayahku dibunuh dan ibuku diculik entah kemana. Aku kesini untuk mencarinya namun malah tertangkap. Ayahku memiliki jenis sihir pengendali pikiran, ibuku jenis sihir air. Mereka hanya berada di level rendah, level 30."
"Hmmm, Valou Lauckade. Orang tua yang terbunuh dan di culik dengan jenis sihir pengendali pikiran dan air dengan level rendah. Apakah kau sudah memiliki sihir nak? Atau sudah mulai memperlihatkan tanda-tanda jenis sihirmu?"
__ADS_1
"Belum. Aku belum punya sihir apapun."
"Benarkah? Berapa umurmu?"
"10 tahun."
"Seharusnya sudah terlihat tanda-tanda nya. Hmmm."
Aku hanya diam. Aku tidak bisa menjawabnya.
"Baiklah, kau tidak terlihat mencurigakan dan bukan mata-mata. Kau ku bebaskan. Kalau boleh tahu, dimana ibumu di culik? Maksud ku, kau melihat siapa yang menculik ibumu?" kata pria itu sembari berdiri untuk mengambil setelannya.
"Para penagih pajak. Mereka yang menculik ibuku." jawabku dengan tatapan penuh amarah.
"Tenang lah nak Valou."
"Oh ya, perkenalkan namaku Louis."
"Ya, begitulah. Apakah paman Louis akan membantuku untuk membebaskan ibuku?" tanyaku dengan tatapan penuh harapan.
"Itu tidak pasti nak Valou, tergantung. Karena keluargamu sendiri tidak bisa membayarnya, jadi harus ada gantinya. Setelah dipikir-pikir sepertinya aku tidak bisa membebaskan ibumu." jawab Louis.
Aku diam. Namun, aku tetap akan membawa ibuku pergi jauh dari sini.
"Terimakasih. Apakah aku boleh pergi?" tanyaku.
"Tentu saja. Kau mau pergi kemana? Ini sudah malam, lebih baik kau tinggal di sini sampai besok, nak Valou." jawab Louis sambil merapihkan bajunya. Dia sudah pasti akan pergi berpatroli lagi.
__ADS_1
"Tidak apa-apa. Aku baik."
"Benarkah? Kalau begitu jika ada perlu sesuatu atau bantuan, hubungi aku saja ya. Tau kau belum punya sihir seperti nya disini tidak aman untukmu." Louis memberikan kartu namanya padaku. Aku menerimanya.
"Terimakasih. Aku akan baik-baik saja." aku pun pergi meninggalkan Louis.
Aku bingung akan kemana. Aku tidak tau jalan di kota, ini sangat membingungkan.
"Pergilah lurus, Valou." bisikan terdengar lagi di telingaku, "sebenarnya kau ini siapa? Kenapa kau terus mengganggu ku! Pergi dariku!" aku menutup telinga ku.
Setelah itu, cahaya pun muncul dari kegelapan. Muncul sesosok makhluk besar dan tinggi yang menakutkan. Makhluk apa ini?
"Aku adalah iblis, Valou. Kau bisa memanggilku Sane. Aku akan setia di sisimu."
"Ha-ha-haaaaa!" aku ketakutan. Aku beranjak untuk lari namun kakiku tidak bisa ku gerakkan.
"Bagaimana bisa aku melihat seorang iblis? Apakah aku masih pingsan?" batinku
"Sepertinya tuan Valou bingung? Aku datang karena roh ayahmu. Kau menyerapnya. Seseorang yang bisa menyerap roh, dan melihatku, adalah seorang penyihir jenis pengendali iblis. Kau bisa mengendalikan ku sesukamu. Jika kau semakin banyak menyerap roh seseorang yang sudah mati, aku akan bertambah kuat dan sesuai jumlah orang yang kau serap, iblis lain juga akan datang padamu untuk menjadi budakmu."
"I-itu tidaklah mungkin!" tepisku.
"Tidak mungkin darimana, tuan Valou? Kau sendiri melihatku. Orang lain tidak bisa melihatku kecuali kau menggunakan ku untuk menyerang, mereka akan melihat wujudku."
"Tuan Valou ingin menyelamatkan ibu tuan? Lebih baik tuan berlatihlah, kuasailah beberapa sihir dasar dan sihir master. Dan pelajarilah tentang jenis sihirmu. Pengendali iblis." lanjut Sane yang kemudian menghilang tanpa jejak.
Apakah aku benar-benar sedang bermimpi? Jenis sihir ku sudah mulai terlihat! Dan jenis sihirku tadi... Pengendali iblis? Jenis sihir apa itu?
__ADS_1
Entah kenapa mendengar perkataan Sane, aku menjadi bersemangat. Aku akan berlatih untuk menguasai beberapa sihir dasar sampai master. Lalu aku akan menyelamatkan ibu mau sebanyak apapun waktu yang harus kupakai untuk berlatih.