Valou

Valou
Bab. 10


__ADS_3

"Kau tahu ikan ini?"


"Iya, aku tahu."


Seisi kota sangat ramai dan berbagai percakapan tentang ikan itu mulai terdengar di telingaku. Tak lama seorang pria yang berkumis memakai baju bangsawan maju ke depan. Semuanya diam. Pria itu memperhatikan sekitar dan mulai berbicara layaknya seorang pemimpin. Itu pasti raja disini.


"Hari ini adalah hari perayaan untuk kota ini. Aku ingin menyampaikan kabar gembira, bahwa ikan yang tergantung di sebelahku ini adalah ikan yang sangat ditakuti dan dianggap berbahaya di kota ini. Namun, sekarang ikan ini sudah mati. Selamat untuk kita karena telah terbebas dari ikan ini selama bertahun-tahun!" pria itu mengangkat tangannya dengan elegan. Dan semuanya bersorak gembira, serta bertepuk tangan untuk memeriahkan.


"Namun, aku juga ingin menyampaikan satu hal lain." semuanya pun terdiam kembali.


"Siapa yang membunuh ikan ini? Jawab pertanyaan ku dengan jujur. Karena disini juga ada peramal yang bisa menebak kebohongan atau kejujuran." seorang pria tua pun datang dari belakang dan maju ke depan.


"Siapa yang membunuhnya?" semuanya saling menatap satu sama lain sambil menanyakan siapa yang membunuh ikan itu.


"Aku sepertinya tidak bisa menjawab pertanyaan ini..." aku melihat sekeliling dengan perasaan sedikit cemas. Aku takut aku akan terlihat mencolok karena aku membunuh ikan itu hanya dengan sekali serang. Bahkan itu hanyalah sihir dasar.


"Tidak ada yang menjawabnya? Padahal aku akan memberi hadiah yang sangat melimpah pada sang pembunuh ikan ini."


"Apakah ini sebuah keberuntungan atau hanya akan membawaku ke bencana saja?" aku terus berfikir dan mempertimbangkan.


"Ini kemungkinan akan menjadi keberuntungan Tuan Valou. Tapi setelah itu, aku tidak tahu apa yang akan terjadi dengan Tuan Valou jika sihir Tuan diketahui semua orang." Sane memberi saran.


"Aku pun tidak tahu harus bagaimana. Aku juga ingin mendapatkan hadiahnya. Namun, aku juga tidak ingin sihirku diketahui semua orang disini. Ini adalah rahasia." aku menjawab dengan nada pelan namun masih sedikit terdengar.


"Valou? Berbicara dengan siapa kau?" Theodore menanyaiku.


"Ah tidak... Bukan siapa-siapa."


"Beruntung sekali yang membunuh ikan itu ya, Valou. Dia mendapatkan keberuntungan yang sangat di inginkan banyak orang, termasuk aku. Andai aku yang membunuhnya...!" Theodore menggenggam tangan nya dengan erat.

__ADS_1


Aku hanya melihat Theodore yang terlihat sedih. Apakah dia sangat menginginkan hadiah itu? Memangnya, hadiah apa yang akan diberikan sang raja pada si pembunuh ikan? Apakah koin perak tanpa batas? Atau berlian?


"Tidak ada? Berarti pembunuh ikan itu bukan warga sini..." sang raja menghela nafas.


"Aku."


"Eh, apa yang aku lakukan....?!"


"Tuan? Tuan tidak apa-apa?" tanya Sane


"Jangan tanya aku! Aku tidak tahu apa yang terjadi denganku."


"Bukan, tapi aku!" orang lain menepis perkataan ku. Dia mengaku kalau dirinya lah yang membunuhnya. Setelah itu beberapa orang pun mengatakan hal tersebut.


"Kenapa sekarang malah semua orang bilang kalau mereka membunuhnya?" Theodore terkaget-kaget sambil melihat sekeliling, karena semuanya berkata Aku.


Aku maju kedepan. Begitu juga dengan yang lainnya. Aku sedikit gugup. Apakah dengan ini rahasia ku akan terbongkar dengan sangat mudah hanya karena seekor monster ikan sialan ini? Tidak bisa terjadi!


Orang tua disamping raja itu pun memeriksa satu-satu dari kami. Ada 6 orang yang maju.


"Bohong." orang tua itu selesai memeriksa orang pertama.


Dia terus berkata bohong kepada semuanya. Sampai dia memeriksa orang sebelum diriku, aku sangat gugup karena ini. Apakah dia akan berkata Jujur atau bohong?


"Bohong."


Raja menghela nafas, "apakah semua dari kalian berbohong? Dan kau juga, anak kecil?" raja menatapku.


Aku tidak menjawab. Orang tua itu sudah sampai dihadapan ku. Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku hanya bisa membiarkan diriku di terawang olehnya.

__ADS_1


"Hmmmm."


"Ada apa?"


"Bocah ini berkata jujur."


Semua orang terkejut. Semua pandangan mengarah pada ku.


"Nak? Apakah benar kau yang membunuh ikan ini? Menurut pemeriksaan, ikan ini terbunuh dengan satu kali serang dengan sihir yang dahsyat."


"Benar. Aku yang membunuhnya, dengan sekali serang. Itu bukan sihir dahsyat, aku hanya menembaknya dengan sihir angin biasa."


Raja terkejut dengan ucapanku. Aku hanya bisa menunduk sedari tadi. Aku tidak ingin melihat apa yang ada didepan dan di samping.


Orang tua yang menafsirku membisikan sesuatu pada raja. Raja semakin terkejut dengan ini sampai berkeringat. Apakah orang itu tahu rahasiaku? Oh tidak... Ini sangat gawat. Apa pendapat orang jika mereka tahu kalau aku pengguna sihir langka?


"Aku umumkan, anak kecil ini adalah penyelamat kota! Dia sudah membunuh ikan ini. Benar-benar anak yang pemberani dan sangat hebat." semua bertepuk tangan kembali dengan wajah girang. Aku tidak percaya dengan ini. Aku kira ini akan menjadi keberuntungan ku sekalian dengan kemalanganku.


Aku mencari-cari wajah Theodore. Saat ku temukan, dia terlihat sangat senang dah tersenyum padaku. Aku turut senang melihatnya. Theodore mengangkat tangannya dan dia memberiku kode untuk tersenyum. Sungguh, Theodore. Aku benar-benar lupa cara tersenyum.


Saat ku perhatikan lagi, dibagian belakang ternyata ada Lia. Dia juga tersenyum padaku. Setelah itu dia menghilang entah kemana. Raja memanggilku, "nak, siapa namamu?"


"Valou. Valou Lauckade."


"Dan aku umumkan juga, Valou ini akan menjadi penjaga kota!"


Semua bertepuk tangan lagi, "nak Valou. Maaf karena aku memberimu pekerjaan yang berat, namun apakah kau bisa menjaga kota ini?" tanya raja padaku.


"Mungkin... Jika aku bisa."

__ADS_1


__ADS_2