Valou

Valou
Bab. 3


__ADS_3

"Aku akan segera datang, bu! Tunggu aku selesai berlatih. Dan lihatlah bu, aku sudah mempunyai sihir tapi aku tidak tahu sihirku ini bisa digunakan untuk apa." aku pergi dengan semangat kearah hutan.


***


Sane masih mengikuti ku. Dia juga yang menemani dan mengajariku bagaimana cara untuk mempelajari beberapa sihir dan sihirku.


Sulit, ini sangat sulit untukku. Aku merasa tidak bisa melakukannya. Namun demi ibuku, aku akan tetap berlatih.


Dua Minggu kemudian, aku berhasil mempelajari sihir air, sihir ibuku. Ternyata mempelajari sihir sederhana seperti ini pun membutuhkan banyak tenaga dan harus ekstra sabar. Karena mengendalikan air itu tidaklah mudah seperti yang dilihat.


Sane memberi tahuku kalau aku sudah naik ke level 3. Itu masih belum cukup untukku menyelamatkan ibuku. Sihir air ku juga masih lemah.


*


*


*


*


*


*


*


Bergantilah hari, Minggu, bulan, dan tahun. Sudah dua tahun sejak aku berlatih. Sangat memakan waktu namun levelku sudah naik ke 50. Itu sudah lumayan untukku. Namun aku harus masuk ke level lebih dari 60 agar bisa melawan para penagih pajak yang menculik ibuku.


"Tuan Valou tenang saja. Level tuan akan bertambah 50 jika tuan menyerap roh sesuai dengan roh yang levelnya lebih dari 10. Dan jika tuan Valou menyerap roh penyihir yang melebihi level 60 ataupun 60, level tuan bertambah 150. Itulah kelebihan mempunyai sihir jenis pengendali iblis." kata Sane, aku terkejut. Sangat terkejut.


"Bagaimana bisa? Itu tidak mungkin!" aku tidak percaya pada ucapan Sane, "hanya dengan menyerap roh, levelku bisa naik drastis seperti itu?"


"Benar, Tuan Valou."


"Level Tuan sudah masuk 50, itu sudah sangat hebat untuk Tuan yang berumur 12 tahun ini dengan sihir pengendali iblis Tuan. Tuan Valou bisa mengendalikan ku sekarang. Dan karena level tuan, akupun ikut lebih kuat. Mari Tuan, kita selamatkan ibu Tuan, dia sudah menunggu begitu lama untuk kedatangan anaknya." jelas Sane.


"Ibu! Benar juga. Aku harus menyelamatkan ibuku. Maafkan Valou bu, karena Valou sudah membuat ibu menunggu lama. Valou akan segera datang." aku pun langsung pergi kearah kota kembali untuk menyelamatkan ibuku.


"Sane." panggilku.


"Ya, Tuan."


"Apa kau bisa membawaku langsung ke tempat ibuku berada? Aku takut banyak halangan saat kesana dan hanya memakan waktu saja." kata ku sambil berlari.

__ADS_1


"Dengan senang hati." Sane memegang bahuku. Dalam sekejap aku sudah berada di depan sebuah bangunan yang cukup besar. Ini ya tempatnya? Mereka menyembunyikan ibuku di suatu tempat pojok kota yang jarang ada pejalan kakinya ya. Keterlaluan.


"Terimakasih, Sane. Ayo kita masuk. Berjaga jagalah."


"Ya, Tuanku."


Ku buka pintu bangunan itu. Namun sebelum itu terjadi, tanganku tersetrum karena terdapat sihir disitu. Yang benar saja, lagi-lagi sihir segel.


"Biarkan aku saja, Tuan."


Sane dapat menghancurkan sihir itu dengan mudahnya, "wah, terimakasih ya, Sane."


"Dengan senang hati, Tuan."


Ku coba untuk membuka pintu kembali. Saat aku berhasil membukanya, aku melihat si penagih pajak itu sedang memperlakukan ibuku dengan tidak wajar dan sangat keterlaluan yang tidak patut dipandang untukku.


"Hey bocah kecil bagaimana kau bisa masuk kesini?"


Aku hanya diam membeku melihat ibuku yang sekarat karena mereka.


"Valou... Untunglah kau sehat dan masih hidup sampai sekarang..." ibuku merintih dan sangat lemas.


"Ibu..."


"Tidak! Valou pergi! Cepat pergi." suruh ibuku.


"Aku tidak bisa pergi."


"Pergi, Valou!"


Orang yang menindih ibuku sedari tadi melakukan aksinya. Aku berbalik dan berusaha untuk tidak mempedulikan hal itu. Aku takut, namun aku juga sangat marah karena itu.


"B-be-ber-berhenti... A-ak-aku tidak k-kuat l-lagi..."


"Ibu!!!" aku berbalik untuk melihat keadaan ibuku.


Kulihat dia seperti tidak bergerak. Matanya tak memiliki cahaya lagi. Si penagih pajak itu menyeringai melihat ibuku. Namun setelah itu dia terlihat kecewa.


"Haaaahhh ternyata kau hanya bertahan selama 2 tahun. Dasar pelacur." katanya.


"Siapa yang kau sebut pelacur dasar tidak tahu malu!!! Kau lah yang menyiksa ibuku, bodoh!!!"


"Sane!!"

__ADS_1


"All right, my lord."


Sane berubah dengan wujud yang menyeramkan dengan tanduk yang semakin panjang dan melengkung. Tubuhnya juga semakin membesar.


Ku rentangkan kedua tanganku. Begitu juga Sane.


"Kendalikan aku, Tuan."


"Ya, aku tau."


Aku mengibas tangan kananku mengarah ke orang yang menindih ibuku tadi. Sane mengikuti pergerakan ku. Sane pun mencakarnya dengan kuku tajam milik nya. Orang itu tidak bisa bergerak lagi. Dia membeku. Tak lama, bekas cakaran Sane terlihat dan orang itu terpotong potong karena cakaran Sane.


"Kerja bagus, Sane."


Sane berubah kembali seperti wujud semula, "Ya, Tuanku."


Kulihat tubuh ibuku dan orang yang tercakar itu mengeluarkan cahaya seperti ayahku, "apa itu?"


"Itu adalah roh. Tuan bisa mengambilnya untuk dijadikan pengikut Tuan, seperti ku." jawab Sane.


"Roh yang ada disana berbeda dengan roh ibu Tuan, setelah Tuan mengambilnya, maka dia akan menjadi iblis dan menjadi pengikut tuan." lanjut Sane.


"Baiklah, akan kuambil keduanya."


Kedua roh yang keluar dari tubuh ibuku dan orang itu langsung mendekat kearahku.


"Tuan Valou. Kami siap menjadi abdimu."


Tak lama, mereka berubah wujud menjadi iblis bertanduk seperti Sane, "namaku Laras, Tuanku."


"Baiklah, Laras."


"Namaku Zack, Tuanku."


Ku jawab dengan anggukan, "Zack, kuburkan ibuku dan mayat orang berdosa itu. Apa kau bisa?"


"Tentu saja, Tuanku. Akan kulakukan."


Zack dengan cepat menguburkan mereka. Entah dimana dia menguburkannya. Zack pun kembali kehadapan ku, "sudah ku kuburkan, Tuan."


"Terimakasih, Zack."


Sane, Zack, dan Laras masuk kedalam tubuhku. Aku keluar dan menutup pintu, "maaf, ibu, ayah. Valou akan berusaha sebaik mungkin."

__ADS_1


__ADS_2