Vampire Dan Ware Wolf Mencintai Ku ( Cinta Segitiga )

Vampire Dan Ware Wolf Mencintai Ku ( Cinta Segitiga )
PROLOG


__ADS_3

Di alam ghaib ada dua suku besar yang ke duanya selalu bermusuhan yaitu kaum bangsawan vampir dan kaum werewolf.


Entah berapa darah dan nyawa yang sudah bertumpahan permusuhan ini sudah ada sejak dahulu kala. Sampai akhirnya mereka dapat berdamai karena kedua raja mereka bersepakat tidak akan saling mengganggu.


Dan itu semua karena aku.



...****************...


Hari ini kampus kami mengadakan perkemahan.


" Maya tunggu aku..! " terdengar seseorang memanggilku.


Aku menengok ke belakang, dia berlari mengejar ku.


" Riri... " ucapku kaget.



" huuuuhhh kenapa kau meninggalkan ku?? " ucapnya dengan sedikit kesal.


" aaahh maaf aku tidak tau, aku kira kamu sudah ada di depan " aku mencoba menjelaskan.


Dia agak cemberut.


" sudah-sudah ayo kita buruan masuk ke bus, sudah mau jalan itu" ucapku sembari menarik tangan Riri masuk ke dalam bus yang berada di depan kita.


" ooh iya ayo ayo.. ! " ucap Riri dengan penuh semangat.


Nama ku Maya, aku seorang maha siswi, umurku masih 20 tahun, hari ini kampus ku mengadakan perkemahan di hutan. Aku duduk di bus bersama temanku, namanya Riri dia sangat semangat dengan perkemahan ini tapi tidak bagi ku, entah kenapa aku malah merasa resah.


Sepanjang perjalanan kami melihat pemandangan yang menakjubkan lewat jendela bus.


" waaahhh Maya lihat, lihat itu..!! indah sekali " ucap Riri dengan kegirangan.


Sepanjang perjalanan Riri banyak bicara dia memang agak cerewet, sementara aku hanya tersenyum menanggapi dia.


Sebenarnya apa yang aku pikirkan? apa yang aku hawatir kan ?? gumam ku.


Sesampainya di hutan, kami langsung berkumpul mendengar arahan dari ketua panitia yang mengurus perkemahan kami.


" kalian cepat bikin tenda karena takut nanti keburu gelap, yang lain cari persediaan kayu bakar dan hati - hati jika pergi di harap jangan jauh - jauh dan melapor dulu, kalian mengerti ?!! " ucap panitia tersebut.


" siap mengerti !! " jawab kami semua serentak.

__ADS_1


Aku dan kelompokku membuat tenda dan menyiapkan segalanya.


" akhirnya selesai juga " aku puas karena tendaku selesai sebelum hari gelap.


Malam hari sangat seru, kami bernyanyi, menari, tertawa dan bercerita, aku juga mulai menikmati suasananya.


" Maya.. " terdengar suara memanggilku.


Aku menoleh, seketika aku langsung kaget dan bercampur dengan gugup.


Itu kak Raen..!!



Aku menyukainya sudah sejak lama, di panggil olehnya rasanya jantungku berdegup kencang..!! sungguh aku senang sekali.


" aaahhh iya kak. " ucapku dengan sedikit gugup.


Dia menghampiriku dan Riri.


" boleh aku bicara padamu sebentar?? " ucap kak Raen.


" ouuuhhh heeemm sepertinya aku harus pergi dulu ini " sahut Riri mencoba memberi waktu.


Lalu ku lihat kak Raen tersenyum padaku seketika mukaku langsung memerah.


" eeemm kak ada apa ? " tanyaku dengan canggung sekali.


" Maya boleh kah aku ? " ucap kak Raen terpotong.


" eemm boleh apa kak ? " tanyaku sangat penasaran.


Kak Raen terdiam sejenak lalu menatapku dalam dan seakan penuh arti.


" maya aku suka padamu, bolehkah aku jadi milikmu??? "


Seakan di jatuhi bom, rasanya aku ingin meledak, meleleh, terbakar, aaaaaahhhhkkkkk !!!!!!


Aku melongo tak percaya yang aku dengar.


" eem Maya kau tidak papa? " tanya kak Raen karena aku tidak menjawab pertanyaannya.


Dan karena aku terus terpaku kak Raen pun menepuk pundak ku.


" eehh iya! " aku tersentak kaget.

__ADS_1


" kau tidak apa-apa ? " tanya kak Raen hawatir.


" aah.. tidak - tidak kak! "


Dia hanya tersenyum manis mendengar jawabanku.


" lalu bagaimana maya boleh kah ?? " tanya kak Raen menegaskan.


Aku tersipu malu, dia menatap ku dalam, perlahan aku menganggukkan kepalaku dan tersenyum malu. Lalu di lanjut dia juga tersenyum, perasaan kita menyatu, terasa asmara bertaburan di mana- mana.


" ok kalau gitu mulai sekarang kamu milik ku ya.. ?? " ucap kak Raen manja.


Aku tersenyum " iya kak.. " jawabku dengan malu.


Kak Raen menoleh di sekitar dan dirasa sekitar tidak ada yang melihat diam-diam dia memelukku dan mencium kepala ku.


Aaaaaaa...!!! astaga! astaga!! rasanya ingin langsung tidur bareng kak Raen malam ini.


Aku bahagia, aku bahagia sekali akhirnya orang yang selama ini aku kagumi bisa menjadi milikku.


"kakak pergi ya, nanti kalau lama-lama di cariin teman-teman " ucapnya agak berbisik.


"iya kak " ucapku pelan.


" besok kakak main ke tendamu" ucap kak Raen sambil melangkah pergi meninggalkan ku di iringi dengan senyum nakalnya.


Setelah kejadian tak terduga itu, kami lanjut menikmati acara ini dengan sangat seru, kami bernyanyi bersama hingga larut malam. Kak Raen juga terus melirikku dan tersenyum padaku dari kejauhan, membuatku tersipu dan salah tingkah.


" eehh maya, kau kenapa ?? dari tadi senyum - senyum sendiri.. " tanya Riri penasaran.


" ahh tidak, tidak apa- apa " ucapku mengelak.


" heeeemm tapi semenjak tadi kamu berdua dengan kak Raen kamu menjadi seperti ini, haayooo... !! jujur saja maya.. " Riri tetap penasaran.


Aku hanya tersenyum.


" apa yang dia katakan?? " rasa ingin tau Riri semakin menjadi-jadi.


" jangan- jangan kalian sudah jadian ya.. ?!" ucap Riri yakin.


Aku hanya tersenyum malu dan menggagukkan kepala.


" aaaahhhkkk Maya selamat ya.. !! " dia memelukku kegirangan.


" iya Riri aku bahagia sekali.. " ucapku girang sembari berpelukan, kami sangat bahagia.

__ADS_1


__ADS_2